Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

PSS-PSIS Main Kacamata

17 March 2002


Mengawali putaran II LIBM VIII, PSS Jogja gagal meraih poin penuh setelah bermain kaca mata (0-0) dengan PSIS Semarang. Pertandingan ini sendiri dilaksanakan di Stadion Mandala Krida pada hari Minggu, 17 Maret 2002 mulai pukul 16.00. Dalam pertandingan yang keras ini wasit Zainuri dari Malang mengeluarkan 3 kartu kuning masing-masing untuk Arlison de Olivera dan Agung Setia Budi (PSIS) dan Aceng Juanda (PSS).

Permainan antara PSS kontra PSIS berjalan membosankan. Pola permainan PSS dengan umpan-umpan pendeknya tidak terlihat. Para pemain PSS malahan melakukan umpan-umpan panjang yang kadang tidak dapat diantispasi sehingga bola terbuang sia-sia.

PSS seperti terpancing dengan permainan keras yang diperagakan oleh PSIS Semarang. Kurang sabarnya Muh. Eksan dan Slamet Riyadi membuat barisan depan PSS mandul. Hal ini juga disebabkan kurang hidupnya kedua sayap kanan maupun kiri yang diisi oleh Muh. Nurhuda dan Dwi Prasetyo. Kedua pemain ini jarang melakukan tusukan maupun umpan lambung kepada kedua bomber PSS.

Jeleknya penampilan Bonggo Pribadi yang kadang salah mengantisipasi bola-bola lambung tidak dimanfaatkan pemain PSS secara maksimal. Duet gelandang serang Adi-Seto pun jarang sekali melakukan terobosan berbahaya untuk Slamet-eksan.

Suntikan Darah Muda
Memasuki babak II PSS menarik 2 pemainnya, Adi Pranugroho dan Nurhuda, dan memasukkan 2 pemain muda Fajar Listiyantoro dan Muh. "Bagong" Ansori. Praktis permainan PSS mejadi lebih hidup. Slamet yang ditarik menjadi gelandang serang menjadikan Fajar dan Eksan bebas berimprovisasi di depan.

Kurang sabarnya barisan depan PSS menjadikan sekitar 20.000 Slemania kecewa. Tembakan volli Seto Nurdiyantoro hasil umpan dari Fajar di babak II berhasil diantisipasi oleh I Komang Putra yang tampil menawan.

PSS "Main Cantik"
Pelatih PSS Suharno tampak kecewa dengan permainan anak asuhannya. Dia menyesalkan bahwa permainan PSS terlalu "cantik" alias tidak berani main keras. "Anak-anak mainnya terlalu cantik, selain itu pressure kepada pemain lawan pun kadang tidak dilakukan," sesal Suharno kepada wartawan seusai pertandingan.

"Anak-anak kurang main force, jauh bila permainan tadi dibandingkan saat di Sidoarjo," tambah Suharno.

Di pihak PSIS, Eddy Paryono menyesalkan kepemimpinan wasit Zainuri (Malang). Dia mengatakan bahwa kepemimpinan wasit tidak fair play tetapi masih dalam batas kewajaran. "PSIS sangat beruntung mendapatkan Komang dan Agung Setia BUdi, karena dengan kedua pemain tersebut karakter permaina keras PSIS sedikit terbentuk.

Data Pertandingan
Grup A
Hari/tanggal: Minggu, 17 MAret 2002
Pukul: 16.00 WIB
Tempat: Stadion Mandala Krida
Wasit: Zainuri (Malang)
Ast. I: Karyanto
Ast.II: Agus Winardi
Cadangan: R. Mas Agus
Pengawas Pertandingan: A. Supanji
Kartu Kuning:
PSIS: Arlison de Olivera (8') dan Agung Setia BUdi (17')
PSS: Aceng Juanda (52')

PSS Jogja (putih, putih, putih):
Didik Tri Yulianto (kiper), Dwi Prasetyo (79' Salahuddin), M. Nurhuda (46' Muh. Ansori), Dwi Wahyudi, Aceng Juanda, M. Zaenuri, Maulli Lessi, Adi Pranugroho (46' Fajar Listiyantoro), Slamet Riyadi, M. Eksan, Seto Nurdiyantoro (captain)

PSIS Semarang (biru, biru, biru):
I Komang Putra (kiper), Agung Setia Budi, Alexander Pulalo, Restu Kartiko, Bonggo Pribadi, Wasis Purwoko (84' Heri Ismanto), Nurul Huda, Arlison de Olivera, Yuniarto Budi (55' Untung Sudrajat), Khusnul Yakin, Otto Weach

[ by : yhewhe ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar