28 August 2006
Hal tersebut terungkap saat dialog terbuka antara pihak manajeman dan Slemania yang berlangsung Minggu (27/8) malam tadi di kediaman Bp Hendricus Mulyono. Manajeman yang diwakili oleh general manajer Bapak Joko Handoyo dan juga manajer tim Bapak Hendricus Mulyono memaparkan banyak hal menyangkut kondisi PSS saat ini dan arah ke depan yang ingin dicapai oleh PSS dan juga persepakbolaan Sleman pada umumnya.
Diawali pemaparan tentang kondisi PSS saat ini dan juga persiapan dalam menghadapi kompetisi tahun 2007 oleh manajer tim, Mbah Mul menyatakan bahwa sampai sejauh ini telah ada 11 pemain lama ditambah dengan pemain magang PSS yang tetap akan dipertahankan oleh tim. Namun hal tersebut tergantung juga pada keinginan pribadi dari pemain. Jika pemain tersebut masih mau main di Sleman tentu akan disambut baik, namun jika pemain yang dipertahankan tersebut sudah tidak ingin bermain di Sleman maka pihak manajeman tak akan memaksanya. Manajeman sendiri mengharapkan agar sebelum masuk bulan puasa mendatang, PSS sudah mendapat kepastian dari pemain-pemain yang akan dipertahankan itu.
Selain itu, menyikapi wacana tentang adanya pemain yang dibesarkan di Sleman namun kini tak mau lagi bermain di Sleman beliau menyatakan bahwa sampai saat ini pihak manajeman belum pernah sekalipun melakukan pertemuan dengan pemain yang dimaksud tersebut. Pihak manajemen sendiri menyatakan bahwa pemain tersebut juga merupakan salah satu yang akan dipertahankan di Sleman, namun hal itu juga kembali lagi kepada pemain yang bersangkutan.
Mbah Mul juga memaparkan persiapan yang dilakukan manajeman dalam rangka perekrutan calon pemain dan pelatih dari Argentina. Sejauh ini pihak manajemen sudah sering melakukan kontak dengan pihak yang siap menjalin kerjasama dengan PSS. Manajeman sendiri diperkirakan akan berangkat ke Argentina pada tanggal 5 September mendatang. Selama di Argentina, pihak manajeman yang akan didampingi oleh perwakilan dari DPRD selaku kontrol akan melakukan beberapa agenda penting menyangkut kerjasamanya dengan PSS. Selain mencari calon pemain dan pelatih yang nantinya akan bergabung bersama PSS, manajeman juga berencana melakukan kerjasama pengiriman pemain junior untuk magang di salah satu tim Argentina.
Di samping pemaparan tentang persiapan tim dalam menghadapi kompetisi tahun 2007, Joko Handoyo selaku General Manager PSS juga memaparkan tentang arah ke depannya yang ingin dicapai PSS. Menurut beliau dengan adanya pembangunan stadion baru yang relatif cukup besar tersebut sudah sangat jelas, bahwa arah ke depannya manajeman mengharapkan agar PSS tak hanya menjadi tim yang 'biasa biasa saja' namun juga bisa menjadi kekuatan besar yang dapat mengangkat sepakbola Sleman dan juga Kabupaten Sleman itu sendiri ke pentas nasional.
Dalam pertemuan tadi malam, Slemania, yang disampaikan langsung oleh ketuanya R Supriyoko menyatakan bahwa dalam menghadapi kompetisi liga tahun depan PSS diharapkan sudah bisa benar-benar menggunakan stdion Sleman yang baru. Jika hal tersebut sudah bisa dilaksanakan maka Slemania akan membuat kesepakatan bersama bahwa siapapun suporter tamu yang akan datang ke Sleman, Slemania akan siap menerima. Hal tersebut terkait dengan pernah adanya penolakan terhadap suporter tim tamu yang akan bertandang ke Sleman karena adanya keterbatasan kuota stadion. Dengan digunakannya stadion baru yang memiliki kapasitas jauh lebih besar dari stadion yang lama hal ini juga akan berarti semakin terbukanya suporter lain yang akan hadir di Sleman.
Di samping itu R Supriyoko juga menyatakan bahwa AD/ART Slemania yang telah dijalankan selama setahun belakangan ini diminati oleh beberapa kelompok suporter lain di Indonesia. Salah satu yang menghubungi Slemania belakangan ini dalah suporter dari kesebelasan Persma Manado dan juga beberapa suporter lainnya. Hal ini juga membuktikan bahwa Slemania merupakan organisasi yang terbuka bagi siapa saja dan tidak menutup bagi siapapun yang ingin berbagi pengalaman demi kemajuan bersama.
Acara pertemun yang berisi dialog, pemaparan, dan juga tanya jawab seperti yang terjadi tadi malam disambut sangat baik oleh manajeman. Mbah Mul dan juga Pak Joko Handoyo mengharapkan diadakannya dialog seperti ini dilakukan secara rutin. Karena melalui dialog secara langsung antara Slemania dan juga manajeman bisa saling mengerti kesulitan masing-masing.
[ by : hjR ]


