27 April 2005
Siapa yang berani memprediksi “The Slems” PSS Sleman bakal memenangkan pertandingan melawan Sriwijaya FC Palembang ?
Barangkali hanya satu perseratus komentator atau pengamat sepak bola nasional yang berani memperkirakan kalau PSS Laskar sembada akan berhasil meraih point pada match days ke-10 yang akan digelar hari Rabu, (27/4) di Stadion Gelora Sriwijara. Pasalnya jelas !!, PSS Laskar Sembada melum menunjuk-kan performance team yang optimal, meskipun secara hitungan matematis, sebenarnya 80% skuad PSS Laskar Sembada tidak jauh berbeda dengan kekuatan yang diturunkan pada liga Divisi Utama tahun lalu, dengan prestasi ranking ke-4.
Tetapi mengapa ditinggal legiun asing Marcello Braga, Deca dos Santos menjadi berantakan?
Dan apakah kebiasaan sang arsitek Sir Daniel Roekito melakukan bongkar-pasang pemain menjadi penyebabnya?
Kalau kebiasaan bongkar-pasang pemain yang menjadi masalahnya, sebaiknya Sir Daniel Roekito segera mengembalikan komposisi pemain pada posisi yang pernah ada. Dan bagaimanapun komposisi tersebut merupakan kekuatan dan performance terbaik yang pernah dimiliki PSS Laskar Sembada
Hanya saja kalau sementara ini sector gelandang bertahan dianggap sebagai lini yang mudah ditembus lawan, sang arsitek PSS Laskar Sembada harus berani menempatkan Denielson da Silva disektor sebelah kiri dan Andi Sutrisno atau Hendriawan disebelah kanan membentuk scorpion shadows dengan gelandang serang yang mempunyai kapasitas sebagai pemain pendobrak seperti M-Ansori, Seto Nurdiantoro, Yuniarto Budi atau Fajar Listiantoro. Khusus untuk Slamet Riyadi seyogianya diberi kesempatan untuk bermain sebagai starter, mengingat mobilitas dan kecepatan-nya masih dibutuhkan untuk menusuk daerah pertahanan Sriwijaya FC lewat pertahanan sector kanan
Meskipun Sriwijaya FC dalam laga terakhir menunjukkan kinerja yang baik mesti kalah 0-1 tandang di Persija Jakarta dan Arema Malang, sebenarnya tidak-lah istimewa karena Sriwijaya menerapkan total definder dengan menempatkan Juan Pablo, Tony Sucipto, Leo Saputra dan Eka Santika untuk bermain dengan zona marking
Yang perlu diperhitungkan lini tengah PSS Laskar Sembada adalah pergerakan energik Andri Luiz de Olivera, Khair Rifo dan Renato Elias karena permainan bola datar dengan long passing yang efectif sering diperagakan pasukan Erick William
Problem besar Sriwijaya FC adalah sama dengan masalah yang ada di PSS Laskar Sembada, yaitu tumpulnya lini depan. Sebagai cacatan, dari 5 kali bermain kandang, baru meraih nilai 4 hasil dari sekali menang, sekali seri dan 2 kali kalah, artinya kesempatan untuk mendapatkan PSS Laskar Sembada untuk mendapatkan point pada partai tandang ini relative terbuka, apalagi kondisi rumput lapangan di Stadion Gelora Sriwijaya rata dan tidak keras, sehingga bila Sir Daniel Roekita menerapkan permainan cepat mengandalkan umpan-umpan pendek yang menjadi andalan PSS Laskar Sembada dapat diterapkan dengan baik.
Kalau saja Seto Nurdiantoro dapat memanfaatkan factor non-teknis dan kondisi lapangan yang baik, tidak tertutup kemungkinan yang dapat memprediksi kemenangan satu dari seratus pengamat sepak bola nasional adalah pemain “The Slems” sendiri, ………kita do’akan semoga berhasil
[ by : sri_qq ]


