23 April 2005
Ya..., datang untuk meraih point adalah tekad yang tertanam di skuad PSS Laskar Sembada saat meladeni tuan rumah PSIS Semarang, dalam lanjuta Divisi Utama 2005
Meskipun PSS Sleman datang dengan disambut teror-teror Pansen Biru, tetapi tidak membuat sang pelatih PSS Sir Daniel Roekito keder. "Tidak mudah bagi PSIS Semarang untuk mengalahkan kami, karena kami datang tidak untuk kalah" tekat Daniel
Kualitas pemain PSIS Semarang memang bagus begitu pula Bambang Nurdiansyah, yang membuat Indrianto nugroho dkk sangat matang. Tetapi absenya Emanual de Porras dan cideranya May Rahman, Harry Salisbury dianggap sebagai psywar sebelum pertandingan dimulai. Dan sadar akan kekuatan pemain PSS Laskar Sembada tidak sepadan dengan PSIS Semarang, Seto Nurdiantoro kemungkinan akan menerapkan preasure football sejak kick off, hal ini untuk membuat pemain-pemain PSIS frustasi dan tidak mampu mengembangkan permainan.
Fajar Listiantoro, Ruddy Widodo, M "Bagong" Ansori nampaknya akan diinstruksikan untuk melakukan marking man to man sepanjang pertandingan, mengingat semua pemain PSIS berbayaha.
"Kami akan sabar melademi permainan PSIS, kami akan mengandalkan kolektivitas permainan, kami akan mengoptimalkan semangat dan motivasi, kami akan manffatkan peluang mencetak goal" tekat Daniel
Dan, tentunya ......."kami ingin menang !!!
[ by : sri_qq ]


