06 March 2002
Gol tunggal Bako pada partai pamungkas putaran pertama Grup A Liga Indonesia (Ligina) VIII,di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kamis (7/3), membuat kecewa kubu PSS Jogja, maupun Slemania yang dengan setia menanti hasil dari lawatan ke Banjarmasin tersebut.
Penonton tuan rumah sempat frustrasi, karena aksi-aksi Bako dkk banyak tertahan lantaran sepanjang pertandingan diguyur hujan. Pemain keling asal Kamerun itu, akhirnya membuktikan janjinya kepada pendukung Barito, ketika dia melesakkan bola ke gawang PSS yang dikawal Didik Tri Yulianto pada menit ke-79.
Proses golnya sendiri terbilang unik. Sebuah tendangan mengarah ke gawang Didik yang tidak begitu keras dari Ronny Prowanda tertahan oleh genangan air di depan gawang. Bako yang saat itu tak terkawal, menyerobot bola ‘parkir’ tersebut tanpa bisa dijangkau Didik.
Pertandingan yang dipimpin wasit Bambang Pamilih itu sendiri berjalan kurang menarik, sebab lapangan tergenang air hujan yang turun cukup lebat disepanjang pertandingan.
Barito yang kali ini dimotori sang kapten Isnan Ali sejak babak pertama selalu tampil menekan lini pertahanan PSS yang dikoordinir Dwi Wahyudi.
Bako sedikitnya memperoleh peluang emas sebanyak tiga, masing-masing pada menit ke-51, 54 dan 85. Satu peluang emas lagi pada menit ke-73 diperoleh Firman Usman yang masuk menggantikan Bona Simanjuntak ke-52.
PSS sendiri, meskipun cenderung bermain bertahan, memperoleh sedikitnya dua peluang emas masing-masing oleh Seto Nurdiantoro pada menit ke-12 dan Slamet Riyadi pada menit ke-56.
Menurut manajer tim Barito, Hasnuryadi ditemui usai pertandingan mengatakan, mestinya Barito bisa menghasilkan lebih banyak gol. Namun karena kurang tenangnya penyelesaian akhir dan juga akibat lapangan yang becek, maka peluang tersebut tidak mampu diselesaikan dengan baik.
Selain itu, putra keempat pemilik Barito, HA Sulaiman HB ini meski timnya menang masih mengaku kurang puas terhadap permainan anak asuh Tumpak Uli Sihite ini. Hasnuryadi melihat, pergerakan pemain Barito masih kurang mobil dan gampang ditebak lawan.
"Meskipun menang, saya masih kurang puas dengan permainan anak-anak, terutama pergerakan tanpa bola yang kurang berkembang. Saya pikir, ini mesti menjadi PR bagi Tumpak sehingga pemain bisa tampil lebih baik lagi," tutur Hasnuryadi.
Sementara itu, manajer tim PSS, H Subardi mengakui, permainan kedua tim cukup bagus dan Barito ternyata lebih beruntung. "Kedua tim bermain bagus, namun ternyata Barito lebih beruntung," kata Subardi yang menilai, usaha anak asuh Suharno sudah cukup maksimal.
Pendapat senada dikemukakan Suharno. Menurut pria yang mengaku murid Tumpak ini, dirinya memang sengaja menginstruksikan anak asuhnya tampil bertahan dan bermain cantik. Barito memang sungguh beruntung, saya ucapkan selamat," paparnya sportif seraya mengaku kepemimpinan wasit Bambang cukup fair.
Dengan hasil ini, Barito kini mengoleksi nilai 16 dan naik dari peringkat sembilan keurutan empat, sedangkan PSS mengoleksi nilai 14, turun satu peringkat di urutan sembilan
[ by : crew ]


