04 March 2002
Tim Laskar Sembada meraih sukses dengan menahan imbang tim besar GPD dengan skor 1-1 dalam lanjutan Liga bank Mandiri VIII. Gol PSS diciptakan oleh Slamet Riyadi pada menit 57' dan GPD membalasnya melalui kaki Misnadi 5 menit kemudian.
Kedua tim langsung melakukan permainan dengan tempo tinggi. GPD yang menerapkan strategi umpan-umpan lambung dengan target man J. Michel Babouakem selalu dapat digagalkan para pemain belakang PSS. Striker Jangkung ini tidak bisa banyak berkutik karena mendapat penjagaan yang ketat dari Mauli Lessi.
Serangan PSS yang dimotor Seto pun juga sering mengancam pertahan The Lobster GPD. Lini bertahan GPD sempat kewalahan mendapat serangan cepat Risdianto, Slamet dan Seto. Bakan pada menit 37' Seto yang mendapat peluang emas, tetapi sayang tendangannya tepat di pelukan kiper GPD Alan Haviludin.
Memasuki babak II PSS memasukkan fajar Listiyantoro pada menit 57 karena menggantikan Risdianto. Tendangan bebas dari jarak 25 meter berhasil doblok kiper GPD. Tetapi bola liar dapat dikuasai Seto yang langsung memberikan umpan kepada Slamet yang berdiri bebas. Dengan mudah Slamet Riyadi dapat menaklukan gawang GPD yang sudah ditinggalkan Alan Haviludin Kiper GPD.
Keunggulan PSS tidak bertahan lama. 5 menit kemudian GPD dapat menyamakan kedudukan melalui kaki Misnadi memanfaatkan kesalahan pemain belakang PSS. Dwi Wahyudi salah mengantisipasi umpan setinggi lutut sayap kanan GPD. Bola halauannya malahan menuju gawang PSS dan dapat diblok Didik Tri Yulianto. Bola liar langsung diserobot Misnadi yang baru saja masuk menggantikan Putu Gede, kedudukan 1-1.
GPD Tergesa-gesa
Para pemain GPD tampak ngotot ingin memenangkan pertandingan sehingga serangannya selalu dapat digagalkan para pemain PSS. "Kami kecewa berat karena penampilan anak-anak yang tergesa-gesa. Sehingga pada babak II selalu gagal menyusun serangan dengan baik," sesal Yudi Surnyata pelatih Gelora Putra Delta.
Serangan selalu kandas di pertahan PSS, disebabkan para pemain GPD terlalu bernafsu untuk mencetalk gol. "Beruntung GPD dapat mebalas gol PSS memanfaatkan kesalahan pemain belakang PSS," tambah Yudi.
Dari kubu PSS, Suharno tampak sangat puas dengan hasil yang diperoleh anak asuhannya. "Strategi pressing ketat dapat dilakukan anak-anak dilaksanakan dengan baik. Buktinya Babouakem tidak dapat banyak berulah karena Lessi selalu tampil disiplin," kata Suharno kepada crew www.slemaniac.com.
Dia juga menambahlkan bahwa para pemain PSS dapat tampil sabar. Ketergesa-gesaaan pemain GPD akhirnya menjadi bumerang bagi mereka sendiri. "Andai para pemain GPD lebih sabar mungkin hasilnya lain," tambah Suharno.
Pasang 1 Striker
Strategi PSS berjalan dengan efektif. 1 Striker di depan yang dipercayakan kepada Risdianto atau Fajar sangat efektif mengobrak-abrik pertahanan GPD. Sementara Seto dan Slamet Riyadi agak ditarik ke belakang untuk mengisi sektor tengah PSS yang sebelumnya selalu tampak kosong.
"Memang saya saya menempatkan 1 striker di depan untuk melakukan serangan balik dengan cepat," kata pelatih yang juga berdomisisli di Sidoarjo. Dia juga menyatakan puas dengan hasil yang diperoleh anak asuhannya.
Tidak lupa PSS mengucapkan terim kasih kepada Slemania yanbg datang khusus untuk mendukung PSS. "Saya berterima kasih sekali dengan Slemania yang dengan setia mendukung PSS sampai akhir pertandingan," kata Suharno.
"Yel-yel dan nyanyian Slemania berhasil mengangkat mental bertanding anak-anak sehingga para pemain tampil maskimal," tambahnya. Slemania sendiri hadir dengan jumlah sekitar 600 orang.
Pada pertandingan ini wasit mengeluarkan 4 kartu kuning masing-masing untuk Isdiantono (34'),Kuncoro (GPD) dan PSS: Aceng Juanda (39') dan Dwi Prasetyo (76').
[ by : YUdho ]


