19 March 2005
Seperti dua musim kopetisi terakhir, “The Slems” PSS Sleman mengawali start-up kompetisi dengan dengan hasil yang buruk. Dan, ternyata Anderson da Silva dkk kali ini juga menuai hasil yang buruk pula dalam mengawali kompetisi Liga Divisi Utama XI.
Padahal, dalam partai pemanasan mengikuti Piala Sulawesi, PSS Laskar Sembada menorehkan prestasi maksimal dengan menjadi kampion tanpa terkalahkan, kolektifitas gol-pun cukup fantasif dengan mengoleksi 9 gol, dan hanya kemasukan 4 gol dari empat pertandingan
Persoalan sekarang justru bukan tradisi start-up buruk, tetapi justru mengapa gawang Joyce Sorangan sampai kemasukan 6 gal tanpa balas ?
Benarkah lini belakang PSS Laskar Sembada keropos ? atau ketajaman striker M-Eksan dan Saphou Lassy mandul ?
Tidaklah mudah untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan klasik tersebut, dan hanya Sir Daniel Roekito yang mampu membuktikan pada saat laga kandang PSS Laskar Sembada menghadapi Semen Padang yang akan digelar hari Sabtu, (19/3) Di Stadion Tridadi Sleman
Mengamati dua pertandingan terakhir PSS Sleman saat ditekuk Arema Malang dan Persija Jakarta, Sir Daniel Roekito harus mengakui bahwa peran sentral Danelson da Silva sebagai play maker belumlah setanggung Deca dos Santos saat masih bergabung dengan Seto Nurdiantoro dkk. Danelson masih sering memainkan bola sendiri, sehingga supply bola ke M-Ansori atau Seto Nurdiantoro menjadi lambat, sehingga pola permainan umpan-pumpan pendek cepat yang selama ini menjadi trade mark PSS Laskar Sembada tidak terpola sama sekali. Akibatnya, serangan PSS Laskar Sembada mudah diantisipasi oleh barisan pertahanan lawan
Kalau saja Sir Daniel Roekito dapat memberi porsi Danelson sebagai pemain pendobrak dengan typical destroyer optimal, maka mobilitas serangan lewat M-Ansori dikanan atau Slamet Riyadi dikiri dapat dimaksimalkan untuk memberikan ruang gerak pada Saphou Lassy atau Rudi Widodo dalam upaya mencetak gol.
Khusus untuk Rudi Widodo, sebenarnya pemain yang dipercaya Sir Daniel Roekito sebagai starter ini sebenarnya mempunyai skill dan teknik individual yang bagus, dan kalau Rudi Widodo lebih cerdas dalam menempatkan posisi dan kecepatan untuk mengambil keputusan melakukan tendangan langsung ke gawang, bukan tidak mungkin saat melawan Semen Padang gol pertama bagi PSS Laskar Sembada akan lahir dari seorang Rudi Widodo
Meskipun Semen Padang menderita tiga kali kalah dan baru sekali menang, sebenarnya bukanlah tim yang mudah dikalahkan. Kehadiran Ebie Sukore, Gbeneme Friday dan Affan Lubis sebagai pemain jangkar Semen Padang setidaknya harus tetap diwaspadai oleh gelandang bertahan PSS Laskar Sembada yang ditempati Fajar Listianto dan Dedi Umarella, jika Sir Daniel Roekito mentargetkan nilai tiga dikandang sendiri
Jika “The Slems” tampil sesuai pakem-nya, yakni mengembangkan permainan cepat melalui umpan-umpan pendek, rasanya “The Slems” PSS Sleman mempunyai kans besar untuk memenangkan pertandingan, dengan cacatan peran Danielson da Silva harus maksimal sebagai play maker, ………….. siap menjalankan tugas berat tersebut Danielson ?
[ by : sri_qq ]


