28 February 2002
Saya masih ingat betul perkataan Ibu Ida Sukarjo, saat diminta tanggapannya oleh wartawan atas kematian anak angkatnya, Mozes Gatotkaca setelah dikeroyok aparat keamanan di kota Yogyakarta."Saya tahu banyak pelayat yang tidak mengenal anak saya semasa hidupnya, tapi saya juga yakin bahwa kehadiran anda semua meneguhkan bahwa anda merasa ikut kehilangan, saya hanya berharap agar kematiannya tidak sia-sia, i hope no harm come to me!"
Saya yang menjadi wartawan "amatir" dari sebuah komunitas pers mahasiswa bersama puluhan wartawan lainnya hanya bisa terdiam saat itu. Seorang wartawan asing segera memegang erat tangan ibu paruh baya tersebut dan berjanji akan selalu melindungi dan membantunya. Sebuah pengorbanan nyawa yang akhirnya ditebus dengan tumbangnya sebuah rezim pada beberapa minggu selanjutnya. Akhirnya kematiannya tidak sia-sia.
***
Jauh sesudah masa demonstrasi pada tahun 1998, jauh dari Yogyakarta, seorang pemuda lagi-lagi menjadi korban pengeroyokan. Bukan oleh aparat keamanan, tapi oleh sesama kawan sehobinya yang menggunakan atribut berbeda, suporter sepakbola.
Saya tidak mengenal Beri Mardias, pemuda tersebut, tapi saya bisa merasakan kepedihan hati keluarga yang ditinggalkannya. Begitu perih dan menyakitkan, karena pemuda berumur sebaya saya tersebut menjadi salahsatu tenaga penopang ekonomi keluarga dengan membantu bapaknya sebagai penjahit. Sayang ia cinta sepakbola.
Kecintaan Beri Mardias pada sepakbola harus berakhir tragis di tangan dan kaki para pecinta sepakbola lainnya (?). Para pecinta yang sesudah membunuhnya masih bisa menulis, "wah sayang, gue nggak dapet utuh nih" di channel MIRC.
***
Saya tidak tahu apakah sesudah kematian Beri Mardias ada langkah-langkah kongkret pencegahan kasus semacam ini dari pecinta sepakbola lainnya baik yang beridentitas sebagai suporter, panpel, pemain, ataupun pengurus organisasi sepakbola negeri ini. Atau mungkin satu nyawa tidak berarti bagi mereka, dan menunggu Beri-Beri yang lainnya. Semoga tidak, sehingga kematiannya tidak sia-sia!
Feri "pei" Istanto
staf redaksi www.slemaniac.com
"nyambi" jadi humas slemania
[ by : crew ]


