Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Green War Grup A, PSS Menang Tipis 1-0

25 February 2002

PSS kahirnya dapat menutup pertandingan kandang putaran pertama di Mandala Krida dengan mengalahkan "Bajul Ijo" Persebaya Surabaya dengan skor 1-0. Gol semata wayang PSS dicetak oleh Adi Pranugroho pada menit 17 hasil umpan Seto Nurdinatoro. Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Yandri asal jakarta Barat menghasilkan 3 kartu kuning dan 1 kartu merah, semuanya untuk pemain Persebaya yaitu Sugianto (2 kartu kuning yang berarti kartu merah) dan Komang Putra.

Pertandingan yang disaksikan sekitar 20000 penonton berjalan menarik. Walaupun PSS tampil minus 3 pemainnya yaitu Sutaji, Kahudi Wahyu Widodo, dan Fajar Listiyantoro, PSS tetap dapat mengendalikan permainan. Serangan yang diatur oleh Seto berhasil membuahkan beberapa peluang emas. Tampilnya duet Slamet-Risdianto pun sering membuat barisan pertahanan Persebaya harus kerja keras. Sehingga sejak menit 25 babak II Persebaya harus bermain dengan 10 pemain karena Libero Persebaya harus mendapatkan kartu kuning kedua karena menghentika Seto yang berhasil lolos.

Gol PSS berawal dari tendangan bebas Muh. Ansori dari sektor kiri pertahanan Persebaya. Umpan lambungnya gagal disundul pemain Persebaya sehingga boila bergulir di belakang garis bek Persebaya. Dan Seto berhasil menguasainya, sementara dia hanya berhadapan dengan I Komang Putra, kiper Persebaya. Seto yang melihat Adi Pranugroho berdiri bebas langsung memeberikan bola kepadanya sehingga tanpa menemui kesulitas Adi langsung menyelesaikannya.

Memasuki babak II PSS menarik Prasetyo di sayap kiri dan memasukkan Salahuddin. Dengan masuknya pemain berkepala gundul ini serangan PSS semakin bertaji. 2 peluang emas gagal diselesaikan oleh Seto dan Slamet. Seto yang sudah berhadapan dengan Komang pada menit 79 gagal menyelesaikan peluang dengan baik. Karena kurang sabar, tembakannya berhasil ditebak oleh Komang yang sore itu tampil cemerlang.

Karena bobroknya pertahanan Persebaya yang minus Sugianto karena mendapat 2 kartu kuning sejak menit 70, para pemain PSS terus memborbardir pertahanan Persebaya. Slamet Riyadi yang sudah lolos dari kawalan pemain Persebaya juga gagal. Tembakannya menyusur tanah tipis di samping gawang Komang Putra.

PSS Kendalikan Tempo
Kemenangan PSS kali ini disebabkan para pemain berhasil mengendalikan tempo permainan. Kecepatan passing dan operan bola-bola bawah Persebaya dapat dimentahkan para pemain PSS. "Dengan tipe lamban tapi sabar anak2 berhasil mengendalikan permainan," ujar Suharno kepada wartawan seusai pertandingan.

Persebaya sendiri kadang lengah menghadapi para pemain PSS karena mereka berhasil menyapu bersih 2 partai di LBM VII. "Persebaya tetap tim bagus, kita memanfaatkan kelengahan Persebaya, sekali lengah kita manfaatkan dengan baik," tambahnya. Suharno juga menambahkan bahwa anak-anak kali ini bermain sabar, tetapi kalau anak-anak grusa-grusu lain ceritanya. "Mas Rudy itu utamanya bola2 bawah makanya anak2 saya suruh disiplin dalam mengawal pemain lawan," kata Suharno.

Persebaya Sesalkan Wasit
Dari kubu Persebaya sangat berang terhadap wasit Yandri. Menurut Manager Persebaya H. Islan, Wasit yang memimpin pertandingan tidak selayaknya menjadi wasit nasional. "Kasihan kalo wasit2 macam itu dikirim ke daerah-daerah. Para pemain sudah berjuang keras tapi wasit mutunya jelek tetap saja sepakbola Indonesia tidak akan maju," kata Islan.

Dia juga menyesalkan bahwa pernyataan wasit tidak sesusai dengan janjinya dalam teknikal meeting. "Wasit tidak fair play, sama assistennya saja tidak kompak. Kalian juga lihat sendiri berapa tadi kesalahan wasit yang merugikan Persebaya," tambahnya. Untuk protes ke PSSI, Islan menambahkan tidak perlu. Seharusnya PSSI sudah tahu tentang mutu wasit yang dikirimnya. "Percuma kita protes ke PSSI. Hanya PSSI harus tanggap dengan kualitas wasit yang bobrok. Sudah berapa partai kita dirugikan wasit?" sesal Islan.

Ketika disinggung tentang kekalahan Persebaya karena wasit, Islan menambahkan bahwa tidak semuanya Persebaya kalah karena wasit. "PSS memang tampil bagus, hanya secara psikologis para pemain mentalnya turun karena beberapa kali dirugikan wasit," katanya.

Data Pertandingan PSS Persebaya
PSS 1-0 Persebaya (Adi Pranugroho 17')
Waktu: Minggu, 24 Februari 2002 pukul 15.30
Tempat: Stadion Mandala Krida
Wasit: Yandri (Jakarta barat)
Ast. Wasit I: Ngadino Hadi (Tangerang)
Ast. Wasit II: Karyanto Suyono (Jakarta Utara)
Cadangan: M. Agus (Sukabumi)
IP: Wawan Ruslan
Kartu kuning: Sugianto (3' dan 70'), I Komang Putra (35')
Kartu Merah: Sugianto

PSS (Hijau, hijau, hijau):
Didik Tri Yulianto(kiper), M. Ansori (72' Muh. Nurhuda), Dwi Prasetyo (46'Salahuddin), Dwi Wahyudi, M. Zaenuri, Maulli Lessy, Aceng Juanda, Adi Pranugroho, Risdianto (60'Muh. Eksan), Slamet Riyadi, Seto Nurdiyantoro (c)
Official: Subardi (manager), Drs. Bambang N (Ast Manager), Suharno (pelatih), Lafran (Ast. Pelatih)

Persebaya (Putih, hijau, putih):
Persebaya:
I Komang Putra (kiper), Agung Setiabudi, Chairil Anwar (c), Suroso (61'Agung Widodo), Sugianto (70'kartu merah), Mat Halil, Andri Budianto, Uston Nawawi, Rahel T (77'Hendri Puji), Reinold Pieters, Ahmad Junaedi (35'Iswandi Da'i)
Official: H. Islan (manager), Rusdy B (pelatih), Sobodro (Ast. Pelatih)

[ by : yudho ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar