Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

PT KAI Rugi 400 Juta Akibat "Bonek"

14 October 2001

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami kerugian sebesar 400 juta rupiah akibat ulah suporter Persebaya Surabaya, ketika kembali ke Jawa Timur Kamis pekan lalu. Lebih dari 1000 suporter Persebaya naik kereta kelas ekonomi Pasarsenen-Pasarturi, dan melakukan perusakan serta pelemparan sepanjang perjalanan.

"Kaca-kaca stasiun rusak, sementara kaca kereta juga hancur, kursi-kursi dicabuti dari tempatnya," kata Direktur Teknik PT KAI Marsono, Rabu di Bandung. Sementara Dirut PT KAI Badar Zaenie pada kesempatan yang sama mengatakan, kerugian ini masih belum dihitung dari PT KAI mendapatkan penghasilan dari penjualan karcis.

Mereka mengungkapkan hal itu karena menerima audiensi pengurus Masyarakat Pecinta KA Indonesia (Maska) di Bandung. "Ini masih mendingan. Tahun lalu kami harus memberi mereka semua makan sebanyak 2 kali," kata Badar. Ia setuju sekali pada usulan agar pertandingan sepakbola dialksanakan di luar pulau Jawa saja.

Pernah PT KAI mengajukan ganti rugi, baik kepada PSSI (yang ketuanya adalah Menhub Agum GHumelar yang menjadi ketua PSSI), Persebaya dan Pemda Jatim. Tetapi semua pihak itu tidak bereaksi, apalagi meberikan ganti rugi.

Menurut Badar, pada waktu berangkat dari Surabaya sehari sebelumnya pun, mereka sudah melakukan perusakan, dengan melempari stasiun, dan kereta api yang berpapasan. Mereka juga melempari rumah penduduk sepanjang sisi jalan kereta api sehingga penduduk marah dan melakukan pelemparan balasan saat para Bonek kembali dari Jakarta ke Surabaya. Itu sebabnya penumpang KA yang suporter itu lalu mencabuti kursi dan menjadikannya sebagai tameng.

Kerusakan bisa dikurangi dengan cara kereta para bonek itu tidak berhenti di stasiun-stasiun, kecuali akan mengganti awak. Setiap lewat stasiun pun dimasukkan ke jalur sisi dan banyak stasiun menaruh rangkaian kereta barang sebagai tameng antara stasiun dan KA yang ditumpangi bonek.

Bagaimana ini dengan pengurus ASSI???

Diambil dari harian Kompas Sabtu, 10 Oktober 2001.

[ by : wex ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar