22 February 2002
Kubu PSS Jogja tetap tidak menganggap remeh Persebaya Surabaya yang akan menjadi lawan PSS pada lanjutan Liga Indonesia 2002, Minggu (24/2) sekalipun kondisi Persebaya sedang kacau. Hali itu ditegaskan pelatih kepala PSS, Suharno setelah latihan Jum'at di Stadion Mandala Krida, "Sekalipun kacau, Persebaya tetap tim besar yang punya sejarah dan tradisi hebat, meski begitu anak-anak PSS akan tetap fight meraih poin penuh", ujarnya.
Kekacauan Persebaya yang dimulai dari meninggalnya pelatih Sinyo Hartono, dilanjutkan tergusurnya Simon Legiman & Sunarto Sumoprawiro, pembayaran pemain dengan cek mundur, skorsing H.Susanto, Pengurangan nilai, dan ditambah dengan memanasnya hubungan pelatih Rusdy Bahalwan dengan pemain, tetap membuat Suharno waspada. Suharno bahkan menyempatkan mengintip permainan Persebaya saat menghadapi PSIS Semarang untuk meraba pola dan skema yang dimainkan Persebaya.
Persebaya yang ditangani Rusdy Bahalwan dinilai berani memadukan pemain baru dan lama yang dimiliki. Meski demikian, pemain lama sekaliber Uston Nawawi, I Komang Putra, Mat Halil, Khairil Anwar, Ahmad Junaidi, Rahel Tuasalamony, Marzuki Badriawan dan Agung Setyabudi tetap menjadi tumpuan dalam permainan Persebaya. Sekalipun tidak diperkuat Bejo Sugiantoro yang sedang ibadah haji, Persebaya memiliki pemain-pemain yang sedang atau pernah memperkuat tim nasional, sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Mantapkan Penyelesaian Akhir
Dalam latihan menjelang laga melawan Persebaya, para pemain PSS digenjot untuk memperbaiki penyelesaian akhir yang dinilai menurun akhir-akhir ini. Dalam laga menghadapi Pupuk Kaltim, para pemain PSS gagal memanfaatkan sekitar 6 peluang emas yang bisa menjadikan gol. Oleh karena itu Suharno tampak menambah porsi latihan untuk shooting maupun heading ke gawang lawan.
Persiapan PSS sendiri agak terganggu dengan cedera kecil yang diderita beberapa pemainnya. Fajar Listiyantoro ketarik otot pahanya, sedangkan Kahudi Wahyu Wibowo yang kembali diposisikan sebagai stoper menderita cedera engkel kanan sehingga kakinya dibalut perban. Kedua pemain yang hanya menjalani latihan ringan saat ini sedang menjalani terapi penyembuhan. Sementara itu Sutaji belum kembali berlatih bersama kawan-kawannya, sehingga diperkirakan bakal absen lagi.
[ by : yhewe+pei ]


