Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Lewat Titik Penalti, PSS Kalahkan PKT.

20 February 2002


PSS berhasil memenuhi ambisinya merebut poin penuh di kandang setelah mengalahkan Pupuk Kaltim (PKT) Bontang, dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia 2002 di Stadion Mandala Krida, Rabu, 20 Februari 2002. Gol kemenangan PSS dicetak lewat titik penalti oleh Seto Nurdiantoro pada menit ke-85, setelah bek PKT dinyatakan Handsball di kotak terlarang.

Dalam pertandingan yang disaksikan oleh sekitar 13.000 penonton tersebut, PSS mencoba menggebrak pertahaan PKT sejak menit-menit awal. Tercatat empat peluang emas yang seharusnya menjadi gol, gagal diselesaikan Fajar Listiyantoro dkk. Bahkan sundulan Risdianto yang memanfaatkan umpan matang Fajar Listiyantoro pada menit ke-20 masih membentur gawang PKT yang sudah melompong.

PKT sendiri hanya mencoba melakukan serangan balik cepat melalui kedua sayapnya, yang berhasil dipatahkan Blok pertahanan PSS yang menurunkan Dwi Wahyudi, Kahudi, dan Maully Lessy. Tercatat hanya di akhir babak pertama PKT sempat membuat peluang emas ketika tembakan menyusur tanah Marthen Tao tipis disamping gawang PSS.

Frustasi
Memasuki babak kedua, PSS sempat menggebrak di menit-menit awal memanfaatkan masuknya M Eksan. Tapi lama kelamaan pemain PSS mulai frustasi setelah peluang demi peluang yang tercipta tidak menjebol gawang PKT. Kondisi ini diakui pelatih PSS, Suharno setelah pertandingan," Setelah peluang-peluang nggak masuk, anak-anak tampak frustasi dan putus asa."

Akibatnya, PKT mulai balik menekan dan mampu mengendalikan permainan, PSS hanya mengandalkan serangan balik. Lapangan tengah benar benar dikuasasi PKT, sehingga memaksa bek PSS harus bekerja keras. Beruntung perubahan komposisi di lini pertahanan PSS kemarin cukup berhasil, sehingga serangan PKT dapat diredam.

Lewat serangan balik pula PSS mendapat corner kick yang membuahkan tendangan penalti pada menit ke-83. Wasit Puji Suprayitno Spd memberikan pinalti setelah seorang pemain PKT dinyatakan handsball di kotak penalti. Protes keras dengan mendorong wasit tetap tidak mengubah keputusan wasit. Eksekusi penalti diambil Seto Nurdiantoro dan masuk.

Dorong dan Protes
Dalam pertandingan yang diwarnai 3 kartu kuning untuk M.Ansori (PSS), Marthen Tao, Ridwansyah, Ponaryo Astaman (PKT) ini diwarnai aksi saling dorong antar pemain dan protes keras dari pemain PKT terhadap wasit yang sempat membuat pertandingan terhenti.

Aksi dorong pertama terjadi antara Slamet Riyadi dengan Ridwansyah saat menunggu bola corner. Pemain gondrong PKT yang sering kalah sprint dan kemudian "nggondeli" ini akhirnya berhasil ditenangkan kawan-kawannya. Kejadian kedua terjadi menjelang akhir pertandingan ketika Libero PSS, Muh Dwi Wahyudi yang menguasai bola diterjang oleh striker PKT, Marthen Tao.

Sedangkan protes keras dilancarkan pemain PKT setelah wasit memberikan tendangan penalti untuk PSS. Bahkan ada pemain PKT yang sempat menendang wasit, dan memaksa polisi masuk ke lapangan. Protes berlanjut ketika peluit panjang di tiup, wasit segera dikejar pemain PKT. Kubu PKT sendiri sempat bersitegang dengan penonton tribun tertutup

Hujan dan Slemania
Pelatih PSS, Suharno mengakui hujan yang mengguyur sebelum pertandingan cukup berpengaruh pada permainan PSS. "Nggak tahu gimana, tapi tiap hujan dan ketemu lapangan becek seperti itu, kualitas permainan PSS menjadi lain", ujarnya. Meski begitu Suharno tampak sangat mensyukuri perolehan poin yang didapat PSS, "Wah, kalau nggak menang rugi betul saya, karena banyaknya peluang tadi."

Tak lupa Suharno menyampaikan terima kasih atas dukungan Slemania yang sudah rela berhujan-hujan dan basah. "Coba lihat mereka, hujan-hujan tetap mendukung tanpa kenal lelah."

[ by : pei ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar