08 February 2002
Pertandingan PSS melawan Petrokimia yang akan dilangsungkan pada hari Minggu, 10 Februari 2002 pukul 18.00 dijadikan tim PSS menjadi ajang balas dendam. Hal ini dikarenakan pada musim lalu (LIBM VII) PSS kalah menyakitkan di kandang Petro dengan skor 3-1. Ditambah lagi dengan jatuhnya skorsing untuk Suharno, pelatih kepala PSS, dilarang mendampingi tim sampai liga LIBM VII berakhir.
"Melawan Petro yang menduduki posisi papan atas Grup A, PSS akan tampil fight. PSS pasti akan tampil menyerang dengan Seto Nurdiyantoro diposisikan di belakang 2 striker" ujar Suharno seusai latihan PSS di Stadion Mandala Krida Jumat malam (hari ini). "Disamping menebus nilai pada 2 kekalahan beruntun kemarin, anak-anak juga menyimpan dendam dari kekalahan Petro di Gresik musim lalu," tambahnya. Para pemain PSS mencoba bermain di bawah sorot lampu mengingat besok minggu pertandingan akan dilangsungkan malam hari.
Suharno berjanji bahwa tim asuhannya akan tampil maksimal. Kekalahan beruntun melawan PSM dan Persipura menjadikan para pemain PSS ingin merebut poin penuh di kandang. Startegi pressure ketat akan diterapkan untuk menghadapi permainan Petro yang cepat. "Kita akan memperhatikan 3 penyerang Petro yaitu Widodo C Putro, Zaenal Ichwan dan Yao Eloi. Untuk Widodo akan mendapatkan perhatian khusus dan dibutuhkan stopper gergaji untuk mematikannya," tambah Suharno. Kemungkinan besar tugas ini akan diberikan kepada Zaenuri atau Mauli Lessi.
Suharno juga berharap besok pertandingan berjalan dengan lancar. Semua komponen pertandingan diharapkan bisa tampil sportif sehingga publik bolamania Jogjakarta tidak kecewa menyaksikan penampilan PSS dan Petro. Dukungan Slemania juga sangat diharapkan karena para pemain PSS ingin menebus 2 kekalahan beruntun di Indonesia Timur.
Lampu Padam
Pada latihan PSS yang dilangsungkan pada malam hari ini sempat diwarnai acara lampu padam. Lampu di kedua menara sebelah timur mendadak padam ketika hujan deras mengguyur lapangan Mandala Krida. Latihan sempat berhenti sebentar, lalu dilanjutkan dengan game. Setelah sekitar 15 menit lampu kembali menyala normal.
Para pemain PSS tampaknya tidak begitu memperdulikan dengan padamnya lampu, buktinya mereka tetap bersemangat dalam berlatih antara tim putih melawan orange. Latihan yang disaksikan sekitar 50 penonton ini diakhiri dengan eksekusi tendangan pinalti yang dilakukan oleh Sutaji, Seto Nurdiyantoro dan Kahudi Wahyu Widodo.
Pasti Beli Bek
Pihak Manajemen PSS bisa dipastikan akan membeli pemain belakang untuk menghadapi putaran kedua nanti. "Kita memang butuh pemain belakang, kalau ada pemain yang berkualitas dan memungkinkan, pasti akan kita beli," kata H. Subardi yang juga Manajer PSS.
Ketika ditanyakan tentang pemain lokal atau asing, Subardi menambahkan bahwa PSS mencari kualitas dari pemain tersebut. "Apabila pemain asing dan lokal kualitasnya tidak jauh berbeda tentu saja PSS akan meilih pemain lokal," tambahnya. Dengan adanya pemain belakang berkualitas, sektor belakang PSS akan makin solid dan semoga bisa berprestasi lebih bagus. Sampai saat ini PSS masih kekurangan pemain di posisi libero, karena Kahudi Wahyu Widodo lebih bagus ditempatkan di posisi stopper.
[ by : Yudho ]


