08 February 2002
Seminggu pulang kampung, begitu kembali email numpuk segunung.Tentunya mailinglist Asosiasi Suporter Sepakbola Indonesia (ASSI) yang paling menarik, apalagi setelah saya baca adanya saling menyalahkan dan membela diri, juga saran-saran yang sangat baik.
Saudaraku Suporter Sepak Bola, itulah gambaran kecil dari wajah
suporter di Indonesia. Ada yang yang sudah berpikiran dewasa, ada yang masih remaja/ABG, dan ada pula yang masih anak-anak. Semuanya itu merupakan gambaran nyata di lapangan sana. Kita semua yang kebetulan bisa bertemu di dunia maya ini seharusnya bisa lebih bijak dalam menyikapi semua itu.
Yang merasa sudah dewasa marilah dengan senyum kita bimbing saudara
kita yang lebih muda agar bisa menerima segala sesuatau (baik kemenangan maupun kekalahan) dengan jiwa sportif. Jangan malah menyebar hawa provokatif dengan tulisan-tulisan yang memanaskan telinga.
Demikian pula yang muda, tunjukkan bahwa Anda adalah Embrio pilihan yang tidak mudah terprovokasi, pilah-pilah saran dan masukan agar tidak
terjebak dalam dendam pribadi atau kelompok.
Marilah kita semua, suporter sepak bola Indonesia, bersatu memerangi
virus negatif yang menyebabkan pecahnya Persatuan Nasional bukan malah
memerangi saudara sesama suporter dari kelompok lain yang sama-sama berjuang untuk kemajuan Sepak Bola Tanah Air.ASSI bukanlah apa-apa dan tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa
dukungan Anda semua. Kita semua sama, tidak ada yang lebih baik di antara kita.
Saya pribadi sebagai Aremania tidak pernah merasa sebagai supporter
terbaik, bahkan kami menganggap gelar dari PSSI tersebut dapat memecah belah persatuan suporter nasional. Oleh karena itu, waktu itu kami dari
Aremania mengusulkan kepada PSSI untuk tidak lagi memberikan gelar suporter terbaik agar tidak terjadi salah tafsir dan menimbulkan iri dan dengki di antara kelompok suporter. Karena yang bisa menilai apakah kami memang yang terbaik adalah Anda, semua saudaraku suporter Indonesia. Tetapi bagaimanapun juga kami merasa bangga dan berterima kasih kepada PSSI atas gelar tersebut, setidaknya PSSI mengakuinya.
OK, mari kita manfaatkan ASSI dan Mailinglisnya untuk mempererat persaudaraan kita, memudahkan dalam berkomunikasi dan mensosialisasikan Sepak Bola Tanpa Kekerasan.
Salam Satu Jiwa
[ by : Rudi "idoer" Permadi, Are ]


