Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Atraksi di Senayan

09 October 2001

Berikut ini adalah laporan langsung tim www.slemaniac.com yaitu Yudho dan Ganesha yang menonton langsung partai final antara Persija Jakarta melawan PSM Makasar di Gelora Bung Karno.

Acungan jempol patut diberikan kepada suporter Persija Jakarta yang lebih dikenal dengan The Jakmania yang sudah memberikan atraksi menarik dan keamanan pada partai final tersebut. Berangkat dari rumah Esha di daerah Cilandak dengan Bus Patas. Orang Jogja pasti kaget dengan tarif yang dipasang bus tersebut, jauh dekat 3300 perak. Di Jakarta pun tampak aneh dan asing untuk orang Jogja. Di samping ngamen memakai alat musik di Bis Kota, ada saja yang mencari uang dengan berorasi di dalam bis. Pokoknya di Jakarta asal mau gerak kita akan dapat uang. Asal jangan pasang tampang seram saja.

Kami memasuki daerah komplek Gelora Bung Karno sekitar pukul 13.15. Tampak di sekitar stadion belum banyak suporter yang datang terutama The Jakmania. Sementara di luar banyak pedagang menawarkan kaos dan asesoris dari kedua kesebelasan. Kaos Persija dan PSM dijual 15 ribu rupiah per potongnya. Dan asesoris lainnya seperti syal dan slayer dengan rata-rata 5 ribuan.

Di Senayan suporter mendapat dispensasi alias keringanan dalam membeli tiket. Tiket 10 ribu rupiah bisa didapatkan oleh kedua pendukung kesebelasan dengan hanya setengah harga. Maka jangan heran kalau di sekitar stadion banyak calo menjual tiket masuk hanya 10 ribu rupiah, mereka sudah untung 5 ribu rupiah. Ternyata masih banyak juga borok di manajemen sepakbola kita, subsidi tidak pada tempatnya.

Di sana kami juga menjumpai suporter Pasoepati yang memakai kaos bergambar Sinchan, muka mereka agak lusuh tampak seperti sesudah menempuh perjalanan jauh. Sepakbola Indonesia juga patut berbangga mempunyai kelompok suporter sekonsisiten Pasoepati. Walaupun tim kesayangan mereka bisa dipastikan pindah dari Solo ke Serang.

Di dalam stadion, pkl 13.30 masih sepi, kedua pendukung kesebelasan belum tampak di belakang gawang. Tampak di Tribun Timur sekitar 120 suporter Arema (Aremania) turut menyemarakkan pertandingan dengan meneriakkan yel-yel khas mereka. Memasuki pukul 3 sore tribun utara mulai dipadati oleh The Jakmania. "The Jak, The Jak, The Jak!!!" terus diucapkan untuk pemanasan gerakan berikutnya.

The Jakmania yang berjumlah kurang lebih 30 ribu orang sanggup menyajikan atraksi menarik di stadion. Gerakan gelombang tak henti-hentinya dibuat sehingga menyuguhkan hiburan yang menarik. Tak ketinggalan spanduk berukuran besar bertuliskan "Selamat Datang Ibu Presiden Megawati Soekarno Putri dari The Jakmania" turut menyambut kedatangan Ibu Presiden di Senayan.

Sepanjang pertandingan pendukung kedua kesebelasan terus memberikan dukungan kepada masing-masing kesebelasan. Hanya saja The Jakmania lebih dulu bergembira karena pada menit ketiga dapat menjebol gawang PSM Maksasar. Tapi sayang suara petasan terus terdengar dari tribun atas. Padahal sebelum memasuki stadion penonton sudah digeledah, barang-barang seperti botol minuman, petasan, sabuk bergesper besi harus ditinggalkan di luar. Tetapi di dalam stadion ada juga yang berjualan minuman mineral yang sebenarnya dilarang memasuki stadion. Bagaimana ini Pak Aparat Keamanan??

Penemapatan aparat keamanan juga sedikit tidak efektif berada di lapangan. Penampilan aparat seperti saat menghadapi demonstrasi yang biasa terjadi di Jakarta. Ratusan aparat hanya ditempatkan di lintasan lari Stadion Gelora Bung Karno. Seharusnya mereka berada di antara penonton sehingga lebih mudah menantisipasi keributan di lapangan. Lampu stadion Senayan yang hanya menerangi lapangan juga menjadi masalah yang tidak kecil. Apabila hari sudah gelap tribun tampak gelap kecuali tribun VIP alias di Sektor 1.

Di akhir pertandingan tampak beberapa suporter PSM yang kecewa bertindak tidak terpuji. Mereka membakar kertas-kertas sehingga memaksa mobil Water Canon untuk memadamkannya. Mereka juga tampak seperti menggoda polisi dengan bergaya di depan api. Andai saja aparat ada di antara penonton maka kejadian ini tak perlu menggunakan Water Canon.

Akhirnya pertandingan ini berakhir dengan sukses dengan kemenangan Persija 3-2. Otomatis Persija berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar 75 Juta Rupiah, sedangkan PSM berhak atas 50 Juta Rupiah. Sebagai pemain terbaik jatuh kepada Bambang Pamungkas yang petang itu mencetak 2 gol bagi Persija Jakarta. Pencetak gol terbanyak jatuh ke tangan Bako Sadissou yang merupakan bomber milik Barito Putra.

Sekali lagi selamat untuk The Jakmania yang selalu setia mendukung kesebelasan kesayangan, Persija Jakarta.

Yudho Wasono dan Ganesha

[ by : yhewhe ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar