Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Susahnya Pemain Belakang

29 January 2002

Menjadi pemain belakang tidaklah gampang. Penjagaan terhadap bomber-bomber maut tim lawan menjadi pekerjaan tersendiri. Musikan, Indriyanto Nugroho, Bako Sadissou merupakan contoh lawan terkuat di Grup A LBM VIII. Dan PSS Jogja sendiri juga mempunyai penyerang ampuh seperti M. Eksan, Fajar Listiyantoro dan Seto Nurdiyantoro.

Libero, palang pintu terkahir di sebuah tim harus bertindak cermat. Salah sedikit pelatih bisa mencak-mencak. Gol PSIS Semarang ke gawang PSS Jogja pada menit 84 mutlak menjadi kesalahan pemain belakang PSS Jogja. "Sudah saya peringatkan, pemain belakang harus sigap dan jangan ceroboh. Kalau sudah begini mau bagaimana lagi," ujar Suharno seusai PSS dikalahkan PSIS Semarang 2-1 tempo hari.

Kahudi Wahyu Widodo, pemain muda lulusan UPN Jogja yang sekarang memperoleh tugas berat menjadi poros halang PSS Jogja. Pada musim kemarin pemain berkulit kuning ini biasa meduduki posisi stoper. Dan tugasnya pun dia jalankan dengan rapi, terbukti Kurniawan Dwi Yulianto dan Bako Sadissou tidak berkutik dalam pengawalannya.

"Jadi pemain belakang tuh susah, Mas. Main bagus selama 89 menit tapi 1 menit kecolongan itu artinya main jelek," ujar Kahudi yang mengaku sudah punya pacar. Tidak cukup di situ setiap kekalahan tim pun pasti dibebankan kepada pemain belakang. "Kurang inilah, kurang itulah, dan kita pasti yang mendapat latihan extra setiap akan menghadapi tim lawan," tambahnya lagi.

Kahudi sendiri selalu bercanda menyindir para striker PSS yang kamarnya tepat bersebelahan dengannya. "Sekarang ini media massa hanya milik Mas Seto dan Fajar. Ditambah lagi Mas Eksan ang kemarin mencetak gol spektakuler. Tapi kalau kita, jarang muncul di media," keluhnya.

Kahudi sendiri mendingan memilih posisi seperti tahun lalu, yaitu menjadi stoper. "Mendingan formasi tahun lalu, dengan adanya Mas Deddy (Deddy Setiawan) tugas saya lebih ringan walaupun harus mengawal striker sekelas Kurniawan," kata Kahudi.

[ by : yhewhe ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar