24 January 2002
PSS Jogja berhasil mengalahkan Persidekab Kediri 3-0 (1-0) dalam lanjutan kompetisi Liga Bank Mandiri yang dilangsungkan di Stadion Mandala Krida Kamis 24 Januari 2002. Gol PSS diciptakan oleh Muh. Eksan (20'), "Super" Seto Nurdiyantoro (53') dan Fajar Listiyantoro (90'). Wasit Yeyayas Leihutu mengeluarkan 2 kartu kuning masing-masing untuk Masdar Aspiran (Persidekab) dan Mauli Lessy (PSS Jogja).
Pertandingan antara PSS Jogja melawan Persidekab Kediri yang disaksikan sekitar 22.000 penonton berlangsung dalam tempo lambat. Sepanjang babak pertama permainan cenderung monoton. PSS sendiri berhasil menghasilkan gol cepat melalui tendangan keras Muh. Eksan pada menit ke-10. Gol bermula dari umpan lambung pemain tengah PSS yang ditujukan kepada "Super" Seto. Seto yang melihat Eksan disampingnya langsung menyundul bola itu dan mengarahkannya kepada M. Eksan. Dengan sekali keeping M. Eksan berhasil mengecoh pemain belakang lawan dan mengirimkan tembakan silang keras ke kanan atas gawang Persidekab yang dikawal oleh Bayu CW. 1-0 untuk PSS.
Persidekab sendiri cenderung tidak bisa mengembangkan permainan. Barisan Persidekab yang dimotori bomber besar Musikan tak memperoleh suplai bola dari tengah. Pemain asing Nyema Collin juga tak bisa berbuat banyak dihadang oleh barisan tengah PSS yang dikomdoi oleh Aceng Juanda, Sutaji dan Zaenuri.
Sementara PSS Jogja selalu leluasa dalam mengembangkan pola permainan. Seto yang dipasang di tengah untuk mendukung duet Slamet-Eksan bisa dengan leluasa membagi bola baik ke depan maupun ke sayap. Sementara sayap kanan PSS kurang bisa memberi suplai bola ke kotak pinalti. Sehingga banyak peluang PSS yang lahir dari tendangan-tendangan second line pemain tengah PSS.
Memasuki babak II PSS merubah pola permainan. Dengan masuknya M. "Bagong" Ansori membuat lini depan PSS lebih tajam. Pada menit 53' PSS berhasil memperbesar kemenangannya melalui tembakan keras "Super" seto. Gol bermula dari salahuddin yang memberi umpan pendek kepada seto yang kurang mendapat pengawalan dari pemain belakang Persidekab. Seto langsung mengecoh salah satu pemain belakang Kediri yang berdiri agak jauh darinya. Dengan sekali sentuh Seto langsung menembak dengan keras dan bola bersarang di kanan atas gawang Kediri yang dikawal Bayu CW.
Dengan masuknya Fajar Listiyantoro menggatikan m. Eksan yang kondisinya belum fit membuat barisan depan PSS semakin garang. Slamet Riyadi yang ditarik keluar digantikan Budiono membuat posisi Seto agak didorong ke depan. Hal ini membuat duet Striker PSS menjadi duet keluarga antar Seto-Fajar.
Persidekab yang berusaha mengejar ketinggalannya harus keluar untuk menyerang pertahanan PSS. Kadang hal ini menjadi bomerang bagi tim Bledhug Kelud. Seto yang sudah melakukan solo rung harus dijatuhkan secara paksa oleh pemain belakang Persidekab. Puncaknya pada menit 90 dengan serangan kilat Seto melihat celah di sektor kiri pertahanan Kedir. Dia langsung mengirimkan umpan "nepotisme" kepada Fajar. Tanpa lama-lama Fajar berhasil mengecoh Bayu CW, kiper Kediri, menjadikan skor 3-0 untuk PSS.
Selama 2x90 menit kepemimpinan wasit Yeyayas Leihutu kurang bagus. Dia kadang tidak kompak dalam mengambil keputusan. Perbedaan pendapat dengan asistennya sering terjadi di lapangan. Hal ini sempat membuat protes dari pemain kedua kesebelasan. Secara keseluruhan pertandingan berjalan lancar.
Eksan Belum Fit
Seusai pertandingan Suharno, Pelatih Kepala PSS Jogja, menyatakan bahwa kondisi Eksan belum fit benar. Pada babak II Eksan harus ditarik keluar karena barisan depan PSS kurang greget. "Eksan memang penampilannya belum 100%. Dalam tour ke Indonesia timur Eksan belum tentu ditampilkan," ujar Suharno kepada wartawan seusai pertandingan.
"Sebenarnya tadi direndanakan sejak awal tidak cepat-cepat mencetak gol, melainkan terus menahan. Setelah stamina lawan habis lalu kita serang secara habis-habisan tapi peelaksanaanya tidak sepeerti itu," imbuhnya. Suharno juga menambahkan bahwa sebenarnya para pemain diintruksikan terus menekan Kediri setelah unggul 1-0. "Saya juga tidak tau mengapa anak-anak malah mengendorkan serangan setelah leading 1-0," tambah Suharno. Ketika disingung tentang pertahanan PSS, Suharno sudah memuji barisan belakang PSS. hal ini tebukti dengan Persidekab yang praktis tidak mempunyai peluang di sepanjang pertandingan.
"Lessy sebenarnya sudah bermain bagus dan sudah dapat melaksanakan amanat unuk menjaga secara satu lawan satu terhadap Musikan tapi hanya saja Lessy kurang sabar," tambah Suharno. Kecenderungan untuk bermain bertahan dalam tour ke Indonesia Timur adalah wajar. Dalam latihan selanjutnya Sujharno akan menggenjot barisan pertahanan PSS. PSSsendir akan berangkat ke Maksar tanggal 27 Januari sore. Suharno juga menyatakan bahwa skor akhir di pertandingan tour tidak bisa diprediksikan.
Data Pertandingan:
Grup A
Tempat: Stadion Mandala Krida Jogjakarta
Hari/Tanggal: Kamis, 24 Januari 2002
Pukul: 16.00
Wasit : Yeyayas Leihutu
Ast. Wasit I : Yandri
Ast. Wasit II : Suwadi
Cadangan : Jaka Mulyono
PSS 3-0 Persidekab
Gol : Muh. Eksan (20'), "Super" Seto Nurdiyantoro (53'), Fajar Listiyantoro (90')
Kartu kuning : Masdar Aspiran (Persidekab) dan Mauli Lessy (PSS Jogja)
Kartu Merah : -
Pemain PSS:
Didik tri Yulianto, M. Nurhuda (Muh "Bagong" Ansori 46'), Salahuddin, kahudi Wahyu Widodo, Mauly Lessy, Zaenuri, Aceng Juanda, Sutaji, Slamet Riyadi (Budiono 64'), M. Eksan (Fajar Listiyantoro 57'), Seto nurdiyantoro (c)
Official: H. Subardi (Manager), Drs. Bambang N (man. Teknik), Suharno (pelatih), Lafran F (Ast. Pelatih), Jamad (masseur), Sukamto (pem. umum)
Pemain Persidekab:
Bayu CW, Masdar Aspiran, Widi Susanto, Kusmanto, Mashudi Alex WR 59'), M. Fakhul (Pujianto 74'), Yordi KA, Nyema Collin, Iwan Suyanto, Surani (c), Musikan
Official : Sony Sandra (manager), Suyanto (ast. pelatih), Nurbiyanto, Drs. Sukron, AR. Purmadi, Widarto, Benu.
[ by : crew ]


