18 January 2002
PSS Jogja sudah siap meladeni Persijatim Solo FC. Dalam latihannya pada Jumat sore (18/01/02) PSS mencoba speed para pemain dan juga penyelesaian akhir. Semua pemain mengikuti latihan game di lapangan kecuali Fajar yang hanya berlari-lari mengitari lapangan.
"Siapa yang kondisinya bagus saat hari-h, itulah yang saya pasang," kata Suharno seusai latihan. Dia menyatakan belum tahu pemain mana yang akan diturunkan besok Minggu. "Tentu kita tidak tau kesehatan pemain sampai hari Minggu. Kalau mereka jatuh sakit besok apakah kita tau?" kata Suharno. PSS sendiri mempunyai 5 striker yang semuanya siap diturnkan. Mereka adalah M. Eksan, Fajar, Risdianto, Slamet dan Seto Nurdiyantoro.
Peran Seto di lini tengah sangat diharapkan dalam koordinasi tim. "Pengalaman Seto sangat sangat membantu dalam kekompakan tim PSS. Bisa dikatakan Setolah pemain paling berpengalaman di tubuh PSS Jogja," tambah Suharno. Ketika ditanya tentang Seto yang agak ditarik ke tengah, pelatih PSS ini menyatakan bahwa PSS butuh seorang playmaker yang andal untuk mengatur serangan walaupun nantinya serangan lewat sayap seperti latihan tadi.
"Seperti yang anda lihat anak-anak sudah latihan speed di cuaca hujan. Ini sangat penting mengingat para pemain PSS terbiasa di lapangan kering," tambah Suharno. "Anda lihat, para pemain saya oplos supaya mereka tidak kecewa apabila tahu yang bersangkutan tidak dipasang," tambah dia lagi.
Kalah Menang Biasa
Dalam sepakbola kalah menang itu hal biasa. PSS tentu saja ingin bermain maksimal Minggu besok. Tapi Persijatim pun sama, mereka juga ingin kemenangan di setiap pertandingan. "Bisa saja kita main bagus tapi kalah seperti pertandingan kemarin di Magelang. Tapi bisa juga kita main jelek tapi menang!" kata Suharno. Para pendukung diharapkan pengertiannya mengingat PSS akan tampil sebaik mungkin di hadapan pendukung fanatik.
Faktor luck sangat berpengaruh terhadap hasil pertandingan. Hanya saja kesalahan kiper menjadi tuduhan utama ketika PSS mengalami kekalahan. Tentang penampilan Prasetyo yang angin-anginan menjadi problem utama di lini belakang. "Itulah kelemahan Pras, dia sering melamun saat pertandingan sehingga gol-gol tak terduga pun kadang tercipta. Untuk mengantisipasinya saya sering teriak-teriak baik saat latihan maupun pertandingan. Itu untuk menyadarkan pemain supaya selalu konsentrasi pada pertandingan," keluh pelatih yang lahir di Klaten pada 01 November 1961.
Tapi itulah yang dimiliki PSS dan harus dimaksimalkan. Suharno menyatakan bahwa mencari kiper di kompetisi lokal PSS sangat sulit sementara kiper di luar sudah diincar klub-klub Liga Indonesia.
Lini Belakang
Kelemahan PSS sekarang yang utama adalah lini belakang. "Lini depan PSS sudah bagus dengan 5 striker yang dimiliki PSS. Tapi untuk lini belakang masih perlu pembenahan," kata Suharno. Dalam latihan Jumat sore Suharno juga memperagakan pergerakan pemain saat merebut bola di lini pertahanan PSS. Suharno juga mengajari pemainnya menghindar dari tebasan kaki lawan seperti saat Alex Pulalo melanggar Fajar Listiyantoro.
Cedera Fajar sekarang bukan karena pelanggaran dari Alex Pulalo, pahanya tertarik saat latihan karena kurang pemanasan. Fajar sendiri disarankan oleh Pak Harno untuk menjalani fisioterapi agar cepat pulih.
[ by : crew ]


