15 January 2002
Slemania dalam rapatnya selasa malam 16 januari 2002, di rumah dinas bupati Sleman berniat menyelenggarakan acara khusus pembukaan Liga Indonesia 2002 di Mandala Krida. Acara yang akan digelar sebelum pertandingan PSS-Persijatim tersebut, berupa "Ikrar Damai Suporter Joglosemar" (Jogja, Solo, Semarang).
Ikrar ini diharapkan mampu menyejukkan atmosfer suporter di wilayah Jateng-DIY. Seluruh potensi suporter di wilayah ini diharapkan dapat mulai disatukan lagi, setelah tercerai berai oleh bentrokan dan gesekan di masa lalu. Ikrar ini dharapka menjadi awal proses rekonsiliasi dan dapat ditindaklanjuti kegiatan lainnya di masa mendatang.
Acara "Ikrar Damai Suporter Joglosemar" direncanakan dimulai setengah jam sebelum pertandingan dimulai dengan kirab 3 bregodo (kompi) prajurit Kraton Yogyakarta mengawal perjalanan perwakilan suporter keliling stadion. Setelah itu di lakukan pembacaan ikrar damai yang dilakukan oleh perwakilan Pasoepati, Panser Biru, PTLM, dan Slemania. Acara diakhiri dengan tembakan salvo prajurit Kraton sebagai tanda dimulainya Liga Indonesia 2002 di Mandala Krida.
Sehubungan dengan itu telah dibentuk Tim kreatif untuk menyelenggarakan acara tersebut. Tim yang diketuai Widi Asmara, dan beranggotakan perwakilan laskar-laskar Slemania ini akan bergerak cepat mempersiapkan acara tersebut.
Untuk menyukseskan acara tersebut, pihak panitia mengimbau kawan-kawan Slemania agar datang lebih awal ke stadion. Hal ini dimaksudkan juga sebagai usaha menjaga "kaplingan" Slemania di sisi lapangan agar tidak didahului suporter biasa. Untuk lebih mensukseskan acara, Divisi Kesenian juga akan menyelenggarakan latihan bersama pada hari kamis 17 januari 2002, jam 15.30 di stadion Tridadi.
Dalam rapat Slemania tersebut juga dibentuk panitia pertandingan Slemania, yang bertugas mewakili Slemania melakukan koordinasi dengan panpel dan pihak terkait lainnya. Panitia terdiri dari unsur Pengurus harian, PTLM, dan laskar.
[ by : Crew ]


