Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Seto Jadi Rebutan

02 October 2001

Ambisi PSS untuk merekrut Seto Nurdiantoro dari Pelita Solo tampaknya menemui banyak hambatan. Beberapa klub mempunyai niat yang sama dalam memburu gelandang serang tersebut. Selain PSS, Seto diminati oleh PSM, Arema, Petrokimia, PSIS, dan Persebaya Surabaya. PSM bahkan telah menjajal dan mendekati Seto dengan mengajaknya ke Piala Ho Chi Min di Vietnam.

Pemain yang dilahirkan di Sleman pada 14 April 1974 ini juga diminati oleh Tim "Singo Edan" Arema Malang. Manajemen Arema menilai karakter permainan Seto yang cepat dan lugas, cocok dengan pola permainan Arema. Hal tersebut ditegaskan oleh Iwan Budianto, Manajer Arema dalam situs aremaniacyber.com, "Seto memang kita incar untuk masuk skuad Arema pada musim depan."

Karirnya Melesat
Pemain dengan nama asli Matheus Seto Nurdiantoro ini memulai karir dengan memperkuat PSK Primagama Kalasan sejak remaja. Tekniknya yang bagus membuatnya masuk dalam tim PSS Junior yang berlaga pada Piala Suratin tahun 1994. Setahun kemudian Seto langsung terjun dalam persaingan keras Liga Indonesia bersama Tim "Laskar Mataram" PSIM Yogyakarta.

Sekalipun PSIM terpuruk, karir Seto terus melesat setelah setahun kemudian dikontrak oleh Pelita Jaya Jakarta bersama dengan libero PSIM Dedi Setiawan. Bersama Pelita, putra pasangan YS Maryanto-C Sukarti ini mampu menarik perhatian publik sepakbola nasional dan menembus tim nasional senior.

Debutnya di tim nasional dimulai saat menjuarai Piala Kemerdekaan 1999 di Jakarta. Sesudah itu Seto menjadi langganan tim inti Indonesia dalam berbagai even seperti Pra Piala Asia dan Putaran Final Piala Asia. Terakhir pemain dengan tinggi & berat 168 cm/65 kg ini membela tim Merah Putih dalam Pra Kualifikasi Piala Dunia 2002. Dalam even tersebut Seto mulai disaingi dengan kehadiran gelandang energik asal Persib Bandung, Yaris Riyadi, sehingga lebih sering duduk di bangku cadangan.

Hampir Pasti Pindah
Buruknya kondisi tim Pelita Solo pada Liga Indonesia VII membuat beberapa pilar tim tersebut dikabarkan akan pindah ke tim lain musim mendatang. Manajemen Pelita sendiri sudah membebaskan pemain-pemain pilarnya seperti Seto, Aples, Eko Purjianto (kecuali Maman-red) untuk pindah atau tetap di Pelita. Hal ini didasarkan atas evaluasi Pelita yang merasa pemainnya tidak lagi mempunyai semangat untuk membela Pelita.

Langkah manajemen Pelita tersebut mengundang banyak tim untuk berlomba-lomba mendapatkan Seto cs. Menurut rumor yang beredar, untuk mendapatkan pemain-pemain tersebut diperlukan kontrak (signing on fee) 50 puluh jutaan dan gaji sekitar 6 juta/bulan.

PSS sendiri kabarnya sudah siap untuk mengontrak Seto dengan tambahan jaminan pekerjaan sebagai PNS di lingkungan Pemda Sleman. Khas sepakbola perserikatan! Diharapkan Seto akan mengakhiri karirnya di kampung halamannya bergabung dengan dua adiknya Fajar Listiyantoro dan Johanes Juniatoro. Selain itu jika Seto bergabung, akan terjadi reuni pemain PSIM (Liga Indonesia I) di tubuh Laskar Sembada karena sudah ada Didik Tri Yulianto dan Dedi Setiawan.

Berhasil atau tidaknya Seto bergabung, akan sangat tergantung pada lobi manajemen PSS selain keinginan Seto sendiri. Namun andaikan Seto tidak jadi bergabung, Slemania harusnya tetap bangga karna salah satu putra terbaik PSS mampu menjadi bintang di Liga Indonesia. Slemania cukup beradab dengan tidak meneror Seto dan keluarganya untuk mendapatkan Seto.

[ by : pei ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar