Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Dipecundangi Wasit, PSS kalah 2-1

13 January 2002

PSS Jogja akhirnya harus pulang dengan tangan kosong setelah dikalahkan PSIS Semarang 2-1 (1-1) pada pertandingan hukuman yang dilangsungkan di Lapangan Sapta Marga Akademi militer Magelang. Gol PSIS diciptakan oleh Gbeneme Friday (pen) menit ke-1 dan Otto Weah pada menit ke-84, sedang gol balasan PSS diciptakan oleh Fajar Listiyantoro pada menit 14.

Pertandingan yang dipimpin oleh Setitono SPd asal Surabaya berjalan sangat menarik. PSIS yang mempunyai kualitas pemain lebih baik tak bisa mengembangkan permainannya. Tetapi PSIS Semarang berhasil mengagetkan Prasetyo Sugiyanto, kiper PSIS, pada menit pertama sehingga memaksanya untuk memungut bola dari gawang PSS Jogja. Gol bermula dari tembakan keras Arlison De Olivera di luar kotak pinalti membuat Prasetyo kaget. Bola licin hasil siraman hujan agak lebat membuat bola mental dari pelukannya. Bola liar tersebut langsung disambut Tugiyo yang sore itu diduetkan dengan Gbeneme Friday.

Tugiyo yang berhasil lolos harus dijatuhkan oleh Prasetyo Sugiyanto yang menghasilkan tendangan pinalti. Eksekusi pun berhasil dengan mulus oleh Gbeneme Friday walaupun tembakannya sempat ditepis Prasetyo.

Setelah gol PSS Jogja mulai bangkit. Dengan dimotori Seto Nurdiyantoro di tengah serta dibantu oleh Sutaji, Aceng, dan Zaenuri serta mengandalkan duet Fajar-Slamet Riyadi serangan PSS Jogja semakin membahayakan pertahanan PSIS Semarang yang dikoordinir Bonggo Pribadi. PSIS yang tidak kompak tampak sepanjang babak I hanya bertahan dan sesekali melancarkan serangan balik ke pertahanan PSS Jogja.

Peluang emas didapat Fajar Listiyantoro pada menit ke-9. Tendangan kerasnya dari luar kotak pinalti hanya mental tiang gawang PSIS yang dikawal oleh M. Halim. Pada akhirnya serangan beruntun PSS membuahkan hasil.Pada menit 14 melalui tembakan keras Fajar Listiyantoro yang membuat skor menjadi 1-1.

Solo run Slamet Riyadi yang berhasil mengecoh Wasis Purwoko di sektor kanan pertahanan PSIS berhasil mengirim umpan silang kepada Fajar yang berdiri bebas. Dengan sekali kontrol adik kandung Seto ini langsung mengirimkan kado istimewa dengan tembakan kerasnya yang bersarang di kiri atas gawang PSIS.

Pemain bertahan PSIS yang sering membuat kesalahan hampir menyesali kesalahan andai saja Tembakan Seto pada menit 37 mental di salah satu bek PSIS Semarang. Bermula dari umpan Slamet Riyadi di sektor kiri pertahanan PSIS dia berhasil mengirim umpan ke tengah yang dimaksudkan untuk Fajar. Tetapi bola mental pemain PSIS yang kurang bersih dalam menghalau bola. Bola liar tersebut langsung saja disambar Seto, tetapi tendangannya mental salah satu pemain belakang PSIS walaupun gawang sudah ditinggalkan M. Halim.

Seperti Main di Texas
Memasuki babak II PSIS mulai menampakkan jatidirinya, yaitu bermain keras. Tak urung 2 kartu kuning diberikan kepada Otto Weah dan Alex Pulalo yang menghajar tulang kering Fajar yang mengakibatkan dia tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Permainan keras ini sedikit merusak konsentrasi PSS Jogja sehingga M. lessy pun juga harus mendapat kartu kuning karena mengganjal Otto Weah. Sayangnya Wasit Setiyono dari Surabaya tidak mengkartu merah Alexander Pulalo yang melanggar Fajar di luar batas sportifitas.

Tindakan Alex Pulalo ini sempat membuat marah Seto Nurdiyantoro yang merupakan kakak kandung Fajar sehingga menimbulkan sedikit ketegangan di lapangan. Tak cukup di situ Otto Weah juga menekel Kahudi dengan kasar sehingga memancing emosi para pemain PSS Jogja.

Belum cukup dengan peristiwa di atas, tindakan tidak sportif juga diekspresikan Tugiyo dengan menyikut Sutaji dengan sengaja, tetapi tindakan ini tidak terlihat oleh wasit sehingga tidak menghasilkan kartu.

Pada babak II ini tercatat PSIS Semarang mempunyai 2 peluang emas, masing-masing oleh Tugiyo pada menit 16 dan Bonggo Pribadi pada menit 25. Tendangan keras dari freekick Aliston mental di pagar hidup PSS Jogja. Bola liar bergulir di depan gawang PSS dan di sana Tugiyo sudah menanti. Bomber mungil PSIS ini yang tinggal berhadapan dengan Kiper PSS gagal menjebol gawang PSS. Tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang. Heading Bonggo Pribadi hasil umpan Heri Ismanto di kiri pertahanan PSS hanya tipis di atas mistar gawang PSS Jogja.

Wasit Tolong PSIS
Kemenangan PSIS kali ini tidak jauh dari "pertolongan" wasit. Gol Otto Weah pada menit 84 sempat membuat Kahudi dkk protes keras baik kepada wasit maupun asisten wasit I, Suratman yang juga asal Jawa Timur.

Tendangan keras Nurul Huda dari luar kotak pinalti PSS berhasil dibelokkan arahnya oleh Otto Weah yang jelas-jelas berdiri di belakang garis pertahanan PSS. Asisten wasit I tidak mengangkat bendera tanda offside karena kejadian ini begitu cepat.

PSS Kecolongan
Pelatih PSS Jogja Suharno menerima kekalahan tim asuhannya atas tuan rumah PSIS Semarang. Ketika ditanya tentang gol PSIS dia berkomentar bahwa gol itu sah. "Saya tidak bilang itu offside, silahkan anda menilai sendiri" kata Suharno. "Tidak perlu pakai offside, walaupun sana offside" keluh Suharno kepada para pemain PSS.

"Pertandingan tadi bagus, saya akui PSS kalah. Hanya kita kecolongan saja, saya tidak mau melihat gol itu offside atau tidak, pokoknya saya akui kalah" kata Suharno kepada www.slemaniac.com. "Sebetulnya hasil pertandingan itu sangat menentukan dalam langkah selanjutnya, tapi ya mau bagaimana lagi kita main di kandang lawan," tambah Suharno.

Suharno sendiri berjanji akan membayar hutang poin pada pertandingan tanggal 20 melawan Persijatim. Para pemain sendiri menyatakan sanggup ketika Suharno menuntut untuk menutup kekalahan kali ini.

Halilintar Akui Main Jelek
Pelatih PSIS Semarang mengakui bahwa tim asuhannya kalah permainan dari PSS Jogja. "Saya menyesalkan sektor pertahanan PSIS yang bermain kurang disiplin. Pemain masih sering kurang serius dalam mengantisipasi serangan lawan," kata Halilintar.

Ketika ditanya tentang gol kedua PSIS yang berbau offside dia menambahkan bahwa dia tidak tahu gol itu offside apa tidak. Dia hanya bersyukur bahwa pemainnya dapat memenangkan pertandinga usiran ini.

Data Pertandingan
Tim: PSIS vs PSS
Grup A
Hari/tgl : Minggu, 13 Januari 2002
Pukul : 15.30
Tempat: Lapangan Sapta Marga Akademi Militer Magelang
Cuaca: Hujan
Wasit: Setiyono SPd (Surabaya)
Ast. Wasit I: Suratman
Ast Wasit II: Drs. Ikrom Ohorela
Cadangan: Dahmuji
Inspektur Pertandingan: Sriyanto, S.Sos
Kartu Kuning: Otto Weah (PSIS), Alexander Pulalo (PSIS), Mauly Lessi (PSS Jogja)
Kartu Merah: -
PSIS Semarang (biru, biru, biru):
M. Halim, Widianto (Heri Ismanto 46'), Alexander Pulalo, restu Kartiko, Bonggo Pribadi (c), Wasis Purwoko, Untung Sudrajat (Nurul Huda 67'), Yuniarto Budi, Gbeneme Friday (Otto Weah 15'), Tugiyo.

PSS Jogja (Hijau, hijau, hijau):
Prasetyo Sugiyanto, M. Ansori, Salahuddin (Dwi Wahyudi 58'), Kahudi, Zaenuri, Mauly Lessy (M. Budiono 88'), Aceng Juanda, Sutaji, Seto Nurdiyantoro (c), Slamet Riyadi, Fajar Listiyantoro (Risdianto 75')

[ by : yhewhe ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar