Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

PSIS Vs PSS di Akmil, Batal di Pati

10 January 2002

PSIS akhirnya memilih Lapangan Akmil Magelang untuk menjamu PSS Yogyakarta dalam pertandingan perdana Kompetisi Liga Indonesia (KLI) VIII, Minggu (13/1) lusa. "Pertandingan sudah pasti dimainkan di Magelang. Sebab, kami sudah mendapat jawaban dari Departemen Jasmani Akmil selaku pengelola lapangan," tutur Humas PSIS Darjo Soyat, kemarin.

Semula Gilbol dan PSIS sudah merencanakan memakai Stadion Joyo Kusumo Pati. Namun karena dari sektor keamanan dan pengalaman pengelolaan pertandingan kurang memadai, Akmil menjadi pilihan utama.

Kemarin, Gilbol Network selaku panitia pelaksana KLI VIII Semarang mengutus Wakil Ketua Bidang Pertandingan Drs Soetojo Hs bersama Humas Fredo Kustanto, Darjo Soyat, dan Sugiarto SSos menghadap Gubernur Akmil. Mereka diterima Mayor Agus Y dan Kapten Budi dari Departemen Jasmani.

Darjo mengemukakan Akmil dengan tangan terbuka menerima permintaan PSIS untuk menjadi tuan rumah pertandingan. Bahkan Mayor Agus menganggap apa yang dilakukan itu merupakan kewajiban ke masyarakat yang memerlukan bantuan.

"Akmil bahkan enggan menyebut angka ketika ditanya soal dana yang dibutuhkan untuk persiapan. Sebab, mereka tidak mau mengomersialkan fasilitasnya. Jika akhirnya PSIS dan Gilbol memberikan dana semata-mata sebagai biaya operasional," ujar dia.

Salah satu alasan pemilihan Lapangan Akmil, kata dia, adalah segi keamanan. Di kompleks militer di lembah Gunung Tidar itu, masyarakat awam tak bisa masuk seenak hati jika tak mempunyai tujuan jelas.

"Itu sekaligus untuk menjaga agar aturan PSSI bisa dijalankan secara konsekuen. Isi salah satu pasal dalam surat PSSI tentang sanksi itu memang pertandingan bisa batal jika ada penonton umum."

"Semalam (Rabu malam-Red) kami telah melakukan rapat dengan pengurus bersama Gilbol sebagai penyelenggara pertandingan. Rapat sepakat pertandingan dilangsungkan di Magelang. Gilbol tetap sebagai penyelenggara pertandingan."

Sementara itu Manajer Tim PSIS Ir Yoyok Mardijo menyatakan surat dari PSSI tentang sanksi sudah diterima lewat faksimile semalam. Dalam surat bernomor 82/AGB/44/1-02 tertanggal 10 Januari 2002 itu disebutkan pertandingan tidak boleh ditonton masyarakat umum, kecuali ofisial dan pemain setiap tim yang berjumlah 25 orang, petugas pertandingan, dan wartawan. Pertandingan akan dibatalkan jika ada penonton.

Secara tim, PSS rugi tak bisa tampil di kandang sendiri serta tidak bisa mendapat dukungan dukungan langsung dari penonton. Radius tempat pertandingan lebih menguntungkan PSS, karena jarak Magelang dan Sleman lebih dekat.

dari www.suaramerdeka.com

[ by : crew ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar