10 January 2002
Suasana akrab sangat kental di mess PSS Jogja pada Kamis pagi (10/01/02) seusai tim PSS melakukan latihan rutin. Crew Slemaniac.com pagi itu berkepetingan untuk mengambil gambar dan biodata diri seluruh skuad PSS.
Di sela-sela latihan kucing-kucingan yang dibagi tiga kelompok, Suharno pelatih PSS menyambut kehadiran kami dengan ramah. Langsung saja Donny, kameraman Slemaniac.Com menjepret satu-satu wajah manies para pemain. Para pemain pun saling bercanda dengan menggoda pemain yang sedang dipotret.
"Hei Ambon, kamu orang Jogja apa orang Ambon?" ujar Lessy yang asalnya dari Ambon. Tampak Ambon selalu menahan senyum karena digoda rekan-rekannya. Kiper Didik try Yulianto pun tak kuasa menahan senyumnya karena malu digoda Aceng Juanda dkk.
Yang paling lucu adalah ketika Kelik, perlengkapan tim PSS, diambil gambarnya. Karena sangat malu dan bukan fotogenik dia tidak mau melihat ke kamera. Eksan yang pagi itu juga hadir juga tidak ketinggalan ikut difoto. Hanya saja dia tidak memakai seragam latihan. Sakit herpesnya masih terasa walaupun sudah berangsur-angsur mengering.
"Wah kalau melihat teman-teman latihan tuh kaki ini rasanya gatal," gerutu Eksan kepada crew www.slemaniac.com. Eksan sendiri tak kuasa menahan kesedihannya karena dia tidak ikut memperkuat PSS dalam Piala Kraton maupun partai perdana PSS versus PSIS Semarang besok Minggu.
"Saya sudah diwanti-wanti sama Pak Harno untuk menambah sendiri porsi latihan fisik. Sudah sebulan saya tidak main bola. Saya sampai menangis melihat teman-teman bermain pada Piala Kraton," tambah Eksan sambil melihat latihan PSS jogja.
"Masa saya besok disuruh lari-lari di siang bolong di bawah pengawasan Pak harno untuk menyusul fisik teman-teman," tambah dia lagi. Eksan sendiri tidak akan ikut ke Pati pada partai perdana PSS Jogja melawan PSIS Semarang. Tapi Eksan berjanji akan sudah turun bertanding saat PSS menjamu Persijatim Solo FC pada tanggal 20 Januari 2002.
Seusai latihan, pukul 8.30, para pemain langsung menuju mess untuk membersihkan badan. Ketika seto Nurdiyantoro dimintai komentarnya untuk membalas surat rekan-rekan di rubrik kontak idola di www.slemaniac.com dia hanya tersenyum. Setelah membaca surat tersebut dia langsung menjawab semua pertanyaan yang diajukan pengirim.
Dia juga menitip pesan agar para supporter selalu bertindak sportif dalam mendukung PSS Jogja agar para pemain bisa tampil dengan maksimal. "Mas dari UGM, besok kalau ada surat lagi silahkan saja main ke sini, pasti akan saya jawab!!!" tambah Seto yang juga mantan pemain PSIM, Pelita Solo dan Timnas Indonesia.
Kahudi yang dijuluki Mr. Oreo juga menyambut baik kehadiran kami. "Jangan sungkan-sungkan kalau di sini," ujar Kahudi sambil menyuguhkan dua gelas teh hangat kepada crew www.slemaniac.com. "Main saja ke sini kalo pas siang-siang, maklum di sini kurang hiburan," tambah dia lagi seraya menanyakan warnet yang paling dekat dari mess PSS.
Ketika kami meminta biodata Sutaji, dia sangat malu. Ketika disodori kertas blangko data diri dan bolpen dia langsung menuju ke dalam kamarnya karena tidak mau diganggu ketika mengisi biodata.
Kahudi langsung menawari kami untuk sarapan bersama para pemain PSS. Menu pagi itu adalah nasi, gudeg, daging ayam, dengan 3 jenis minum yaitu air putih, teh dan susu. Tidak ketinggalan buah pisang juga tersedia. Tampaknya pengurus PSS tidak main-main dengan gizi para pemain PSS Jogja.
Kami pun langsung menyambut ajakan sarapan dengan senang hati. Para pemain paling senang mengejek Solahuddin dengan panggilan "Boski". Julukan Boski ini melekat padanya karena kepalanya yang gundul menyerupai tokoh Boski yang diperankan Pak Ogah dalam sinetron Doa Membawa Berkah yang disiarkan salan satu TV swasta.
Selesai makan kami langsung berpamitan kepada Pak Suharno dan para pemain di Mess PSS. "Jangan bosen Joe, besok ke sini lagi!!!" ujar salah satu pemain kepada Ajoe, crew cewek www.slemaniac.com yang juga putri dari ISwadi Idris, Direktur Kompetisi Liga indonesia. Seusai dari mess PSS kami langsung menuju Stadion Mandala Krida untuk melanjutkan mengambil gambar setiap sudut lapangan yang menjadi kandang PSS pada Ligina VIII.
[ by : yw ]


