18 September 2011
Bupati Sleman Sri Purnomo belum bisa menjawab pertanyaan menganai status Ketua Umum PSS. Pihaknya harus berbicara dulu dengan 88 klub anggota Pengcab PSSI Sleman sebagai pemilik PSS. ’’Saya belum ketemu mereka (klub anggota,Red), kita harus bicarakan ini dulu. Untuk itu, saya tak bisa putuskan ini sekarang,’’ ujar Sri Purnomo kemarin (17/9). Sri juga belum bisa memastikan kapan akan menggelar pertemuan tersebut.
Persoalan ini mencuat setelah Real Mataram mempertanyakan posisi Ketua Umum PSS yang belum jelas. The Reds Army enggan melanjutkan pembicaraan soal merger bila manajemen Super Elang Jawa belum bisa menunjukkan siapa ketua umum mereka.
CEO Real Mataram, Erik Irawan Pujoadi menegaskan pihaknya tidak akan melanjutkan pembicaraan soal merger selama pihak PSS belum menyelasikan permasalahan internalnya khususnya mengenai kejelasan status ketua umum.
’’Saya belum mau bicarakan apapun soal merger sebelum status ketua umum PSS jelas,’’ ujar Erik saat dihubungi kemarin. Menurutnya, dalam merger ini, harus ada kejelasan mengenai tanggung jawab masing masing pihak. Itu termasuk siapa yang sesungguhnya bertanggung jawab atas semua kebijakan PSS.
’’Dalam struktur sudah jelas, disana ada posisi ketua umum. Tapi, kenapa kami tidak pernah diberi tahu soal ketua umum? Kami justru tahu dari media kalau Pak Ibnu Subiyanto masih menjabat ketua umum,’’ keluhnya.
Menurut Erik, kejelasan soal ketua umum sangat penting karena berpengaruh soal pembagian tanggung jawab kelak bila merger terjadi. Erik pun enggan berkomentar soal poin- poin dalam draft MoU merger yang selama ini menjadi keberatan pihaknya. ’’Pokoknya ini jelas dulu (ketum), baru kita bicara lagi soal merger,’’ tegasnya.
[ by : Radar Jogja ]


