29 August 2011
Sementara itu, penetapan manajer PSS-Real belum bisa deal karena masih ada tarik ulur antara PSS dan Real Mataram. Sebelumnya Real mengusulkan Hendricus Mulyono menjadi manajer tim. PSS juga tidak keberatan. Masalahnya, masih ada klausul yang belum disepakati. Demikian disampaikan CEO Real Mataram, Erick Irawan Pujoadi, Minggu (28/8) kemarin.
Disampaikan, dalam rapat hari Sabtu (27/8) malam di Sekretariat PSS, Jombor, Sleman, baru menyetujui pengangkatan Gusnul Yakin sebagai pelatih, menggantikan M Basri yang pindah ke Persiba Bantul. Tetapi Erick optimis, sebelum Hari Raya susunan manajemen PSS sudah terbentuk dan setelah itu bisa mulai menggelar seleksi pemain.
Para pemain bintang kini juga menjadi incaran PSS. Karena jika hanya mengandalkan pemain lama, akan berat bagi tim ini untuk bersaing di Level I. Tetapi mereka memang masih akan dicoba lebih dulu dan pelatih juga berhak menentukan siapa di antara mereka yang layak masuk tim PSS-Real.
Seperti uji coba kemarin, PSS turun dengan gabungan pemain PSS-Real. Ternyata belum ada saling pengertian di antara mereka.
Sementara itu kelompok suporter Slemania akan mengusulkan tujuh pemain asing untuk bisa direkrut. Mereka itu kini menjadi rebutan sejumlah klub. Namun jika PSS bisa merekrut salah satu dari pemain tersebut pasti akan menaikkan prestasi dan daya jual PSS.
Ketua Slemania R Supri Yoko mengatakan, ketujuh pemain asing itu adalah Erick Weeks, Abanda Herman, Cristian Gonzales, Edward Hilson Yunior, Kenji Adachiara, Ronald Fagundes dan Robetino. Sedang untuk pelatih, Slemania tak keberatan karena Gusnul Yakin juga pelatih yang sudah cukup berpengalaman. Supri Yoko berharap, masalah manajer tim segera dituntaskan agar pembentukan tim dapat segera dilaksanakan.
“Manajer harus membuktikan bahwa PSS layak tampil di Level I. Walau naiknya PSS bukan karena prestasi tim, tapi karena adanya aturan baru dari PSSI, nantinya PSS harus mampu eksis di kompetisi,” tandasnya.
[ by : Kedaulatan Rakyat ]


