16 October 2002
Pertandingan Persebaya Surabaya melawan Persijap Jepara bakal mengawali putaran final Kompetisi Liga Bogasari Piala Suratin U-18, di Stadion Tridadi, Sleman, Rabu (16/10) siang ini pukul 14.00 WIB. Pada partai kedua, tuan rumah PSS Sleman akan menghadapi PSIS Semarang.
Dalam pertemuan teknik di rumah Dinas Bupati, Sleman Selasa (15/10), disepakati para manajer tim bahwa tak ada screening, karena tak ada pemain baru dalam 4 tim yang masuk babak 4 Besar. Sesuai ketentuan PSSI, dari 4 tim tersebut akan bertanding setengah kompetisi, tanpa grandfinal.
Ketua Panpel Sugiarto mengatakan PSS, selaku tuan rumah telah berupaya semaksimal mungkin agar kompetisi berjalan lancar, termasuk menyiapkan 60 petugas keamanan. Adapun tiket masuk, Rp 10.000 untuk tribun tertutup dan Rp 5.000 untuk tribun terbuka dengan satu tiket untuk dua pertadingan.
Pelatih PSS Maman Durachman mengatakan, siapa pun lawan yang akan dihadapi PSS, akan bertekad untuk merebut kemenangan. Menghadapi PSIS sore nanti, PSS akan berjuang keras untuk menang. Diakui PSIS bukan tim yang enteng, karena ada pemain tim nasional U-21, Eko Prasetyo dan striker Chris Daniel.
Namun Agus Purwoko dkk juga telah siap untuk menghadapi tim dari kota Atlas tersebut. Kekurangan selama main di Jepara kini dibenahi, hanya saja PSS masih melihat perkembangan terakhir striker Bangun Aprianto yang cedera saat main di Jepara. Bila siang ini dalam kondisi siap, akan diturunkan namun kalau masih meragukan akan diganti pemain lain.
Pelatih PSIS C. Sutadi ketika ditemui di Stadion Tridadi menganggap, PSS adalah lawan terberat. Selain kualitasnya sudah teruji, PSS main di kandang sendiri, sehingga akan didukung oleh suporternya. Karena itu PSIS tetap akan hati-hati menghadapinya. Namun PSIS yang tahun ini dapat menorehkan sejarah dengan masuk babak 4 Besar, tetap akan main maksimal, karena PSIS saat ini tak memiliki beban.
Menjelang keberangkatan ke Sleman dari rumah Admaji Wakil Manajer Tim di Jl Seruni, Senin (14/Okt) malam, manajer tim PSIS Jr Suka Adhisatya Sukawi juga merangsang para pemain dengan bonus. Setiap memperoleh kemenangan manajemen tim memberikan bonus sebesar Rp 5 juta, dan jika seri Rp 2 juta. " Semua bonus kami berikan kepada pemain," ujar Suka Adhisatya.
Prestasi PSIS lolos ke 4 Besar merupakan ulangan tahun 1976, saat ditangani Halilintar Gunawan dan bertanding di Surabaya. Saat itu beberapa pemainnya antara lain Budiharjo, FX Tjahyono, Antonius Tjahyono, Heru Herianto (Alm), Eddy Paryono yang terjun sebagai pelatih, Rusmanto, Joko Susilo.
sumber: www.kr.co.id
[ by : CREW ]


