08 March 2008
Masterplan Kawasan M.I.S (Maguwo International Stadium)
---------------------------------------------------
Kabupaten Sleman dengan pertumbuhan penduduk tertinggi di Propinsi D.I. Yogyakarta, jumlah penduduk saat ini hampir 1 juta jiwa, merupakan pintu gerbang transportasi darat bagi Propinsi D.I. Yogyakarta dari arah utara dan timur, maupun transportasi udara.
Berdasarkan potensinya, karakteristik wilayah Kabupaten Sleman dapat dibagi menjadi 5 kawasan, yaitu: kawasan konservasi di lereng Gunung Merapi, kawasan resapan air di bagian tengah, kawasan pertanian lahan basah di bagian barat, kawasan wisata budaya/sejarah di bagian timur, dan kawasan perkotaan di bagian selatan.
Perkembangan kawasan perkotaan Kabupaten Sleman yang sangat pesat menuntut langkah-langkah pengelolaan yang baik, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan Visi Pembangunan Perkotaan bersama para pelaku (stakeholders) pembangunan, yaitu mewujudkan Kawasan Perkotaan yang Sejahtera, LEstari, MANdiri (SLEMAN) dengan fokus (ETICS)e:
E = E d u c a t i o n
Sebagai pusat pendidikan tinggi, baik perguruan tinggi negeri dan swasta, beserta segala kegiatan pendukung dan kegiatan ikutannya.
T = T o u r i s m
Sebagai pusat informasi dan promosi wisata untuk seluruh potensi wisata yang ada di Kabupaten Sleman.
I = I n d u s t r i
Arah pengembangan industri di perkotaan adalah usaha kecil menengah, termasuk di dalamnya industri kecil dan rumah tangga. Kawasan perkotaan diposisikan sebagai pusat pemasaran dari hasil-hasil industri baik untuk kawasan perkotaan sendiri maupun dari wilayah kabupaten secara keseluruhan.
C = C u l t u r e
Menjadikan kawasan perkotaan menjadi model kota yang ramah lingkungan dan berbudaya.
S = S e t l e m e n t
Pengembangan permukiman pada kawasan perkotaan dititikberatkan pada perbaikan lingkungan permukiman serta pengembangan kampung budaya.
e = E n v i r o n m e n t
Semua elemen tersebut di atas harus selalu berwawasan lingkungan (sound environmentaly).
Kawasan perkotaan Kabupaten Sleman yang merupakan perkembangan Kota Yogyakarta telah tumbuh menjadi pusat pelayanan jasa pendidikan tinggi, pariwisata serta pengembangan permukiman. Hal ini ditunjukkan dengan adanya 37 Perguruan Tinggi yang terdiri dari 7 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 30 Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dengan mahasiswa lebih dari 150.000 orang, terkonsentrasi di Kecamatan Depok (4 PTN dan 19 PTS). Sebagian besar dari mahasiswa tersebut berasal dari luar daerah Sleman. Kebanyakan dari mereka tinggal di rumah kos yang cenderung tanpa pengawasan sehingga rawan terhadap masalah sosial seperti narkoba dan sek bebas. Minimnya fasilitas untuk menunjang kegiatan generasi muda, mahasiswa dan pelajar di perkotaan semakin memperburuk keadaan.
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, maka perlu disediakan fasilitas-fasilitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu fasilitas yang direncanakan pada kawasan perkotaan Sleman adalah sarana olah raga dan rekreasi terpadu yang memadai bagi kegiatan masyarakat khususnya pemuda, mahasiswa, dan pelajar. Selain itu, didasari juga prestasi sepak bola Kabupaten Sleman (Persatuan Sepak Bola Sleman/PSS) yang menonjol dan meningkat akhir-akhir ini di pentas liga sepak bola nasional.
Prestasi PSS tersebut juga telah memacu tuntutan masyarakat tentang pembangunan stadion yang representatif untuk kompetisi Liga Indonesia, yang dikemukakan baik melalui penjaringan aspirasi dan public hearing yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman maupun masyarakat umu melalui media massa (surat kabar).
Mempertimbangkan aspek ‘beneficeries’ maka tanggung jawab untuk penyediaan prasarana dan sarana pelayanan perkotaan khususnya bagi pemuda, mahasiswa dan pelajar tersebut seharusnya tidak sepenuhnya dibebankan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mengharapkan bantuan dana dari Pemerintah Pusat ataupun investor/sponsor untuk menyediakan dan meningkatkan prasarana dan sarana perkotaan yang lebih memadai, antara lain dengan membangun fasilitas olah raga dan rekreasi terpadu yang terwadahi dalam Kawasan Stadion Sleman. Kawasan Stadion Sleman ini terdiri dari: stadion sepak bola, sirkuit otomotif (road race/go-kart), fasilitas olah raga pendukung lainnya dengan dilengkapi fasilitas rekreasi. Direncanakan juga fasilitas komersial yang berupa ruang-ruang sewa untuk fungsi-fungsi komersial yang menunjang dan terpadu dengan keberadaan Stadion Sleman.
Beberapa investor telah menyampaikan dukungan dan partisipasi dalam kegiatan ini diantaranya adalah partisipasi dalam pembangunan sirkuit untuk olahraga motor (roadrace/go-kart) serta fasilitas olahraga lainnya (indoor dan outdoor) antara lain tennis lapangan dan bowling. Khusus untuk olahraga bulutangkis, ada isyarat bahwa PBSI ingin berpartisipasi pada kawasan tersebut dengan membangun Pusat Latihan Bulutangkis yang berkapasitas 10 line pada lahan seluas 1,2 Ha. Selain itu juga direncanakan fasilitas penunjang/pendukung kawasan antara lain area/ruang ekshibisi, food court, dan ruko dapat dimanfaatkan untuk menjalankan kegiatan usaha bagi masyarakat.
Untuk merealisasikan rencana pembangunan kawasan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman membuka kesempatan bagi investor swasta untuk berpartisipasi menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.
Beberapa alasan dan pertimbangan lain untuk segera menyelesaikan Pembangunan Stadion Sepakbola dapat disampaikan diantaranya sbb:
* Keberhasilan Kabupaten Sleman dalam mengangkat olah raga sepakbola melalui pembinaan secara intensif yang mengantarkan kesebelasan PSS Sleman mampu berlaga pada Divisi Utama Liga Indonesia.
* Prestasi PSS Sleman yang masih menunjukkan peningkatan dan mampu bertahan pada Divisi Utama wilayah barat Ligina 2007, menumbuhkan rasa bangga bagi warga masyarakat Sleman dan Yogyakarta sehingga warga masyarakat Sleman menghendaki agar PSS lebih maju dan perlu dukungan fasilitas yang memadahi.
B. TUJUAN
Secara umum, tujuan dari pembangunan Kawasan Stadion Olah Raga dan Rekreasi Terpadu Sleman, antara lain:
* Mencegah terjadinya degradasi lingkungan atau pertumbuhan kawasan kumuh perkotaan, serta mendorong terwujudnya wajah dan citra kota yang membanggakan semua pihak.
* Tercapainya optimalisasi dan efisiensi penggunaan lahan perkotaan dan kawasan perkotaan Kabupaten Sleman khususnya dan kawasan perkotaan Yogyakarta umumnya.
* Penggunaan dan pemanfaatan lahan yang sesuai dengan rencana tata ruang dan arah pengembangan kawasan perkotaan.
* Menyediakan prasarana dan sarana perkotaan, antara lain fasilitas olah raga dan rekreasi yang terpadu dan terencana dengan baik sehingga dapat mewadahi kegiatan masyarakat, khususnya generasi muda untuk pembinaan prestasi dan mengatasi masalah kerawanan sosial serta mengolahragakan masyarakat.
* Menciptakan kawasan pertumbuhan baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
C. PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
Realisasi dari konsep tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman mengalokasikan lahan kurang lebih 23,5 Ha, yang terletak di Dusun Jenengan, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Kawasan Stadion Olahraga dan Rekreasi Terpadu.
Kawasan ini merupakan bagian dari Kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta yang sedang berkembang pesat. Kawasan ini merupakan sebuah kawasan baru yang diperuntukkan bagi industri jasa terpadu dan diproyeksikan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai sebuah kawasan industri jasa yang diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak perekonomian masyarakat Kabupaten Sleman khususnya dan masyarakat wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya.
Stadion Sepakbola Sleman direncanakan dan dirancang dengan konsep terpadu yang menggabungkan kegiatan olah raga (sport) dan komersial/bisnis (termasuk juga entertainment), dengan maksud menghasilkan sinergi yang baik dalam rangka pengembangan kawasan secara menyeluruh, khususnya kawasan perkotaan.
Secara garis besar, perencanaan dan perancangan Stadion Sepakbola Sleman dapat diuraikan spesifikasinya sbb:
• Luas Kawasan : 23,5 Ha
• Luas Lahan Stadion : 6 Ha
• Luas Lantai Bangunan : 11.000 m2
• Bangunan Sayap Barat : 5 lantai
• Bangunan Sayap Timur : 4 lantai
• Bangunan Sayap Utara : 3 lantai
• Bangunan Sayap Selatan : 3 lantai
• Kapasitas Tribune Umum : 30.000 orang
• Kapasitas Tribune VIP : 1.000 orang
• Area Komersial : sayap timur/utara/selatan (lantai 1 & 2)
• Target Selesai : Desember 2007
Adanya area komersial pada bangunan stadion ini diharapkan nantinya menghasilkan pendapatan untuk mencukupi biaya operasional dan pemeliharaannya.
Dengan kondisi yang masih serba terbatas, Stadion Sleman telah beberapa kali dipergunakan sebagai ajang pertandingan Tingkat Nasional dan terbukti mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Pada beberapa kali pertandingan, terlihat semua sisi tribun penuh oleh penonton yang secara total mencapai rata-rata 30.000 orang setiap kali pertandingan. Beberapa pertandingan tersebut juga telah menunjukkan keunggulan kualitas lapangan yang tidak becek (terendam air) meskipun hujan deras sedang mengguyur.
D. PENGELOLAAN
Konsep dasar pengelolaan Kawasan Stadion Olah Raga dan Rekreasi Terpadu Sleman ini adalah penyediaan sarana olahraga, usaha, dan hiburan/rekreasi dengan citra lingkungan alam yang asri dan berorientasi pada pelayanan yang baik dengan cara saling menguntungkan bagi semua pihak yang berkepentingan.
Stadion dan Sirkuit Sleman akan dikelola secara profesional sebagaimana layaknya sebuah usaha jasa yang sehat, dapat menjangkau segenap lapisan masyarakat, melibatkan dan menguntungkan bagi masyarakat, pihak investor (swasta) serta Pemerintah Kabupaten Sleman. Setiap kegiatan dalam lingkungan Kawasan Stadion Olah Raga dan Rekreasi Terpadu Sleman akan dijalankan sedemikian rupa agar dapat saling mendukung satu sama lain dan dalam jangka panjang Kawasan Stadion Olah Raga dan Rekreasi Terpadu Sleman diharapkan menjadi:
• Pusat kegiatan olahraga dengan fasilitas lengkap, memadai dan modern;
• Pusat kegiatan usaha/bisnis yang menguntungkan bagi semua pihak;
• Pusat hiburan yang menggairahkan;
• Pusat rekreasi yang nyaman dan menyenangkan bagi keluarga.
Langkah-langkah yang akan dilakukan atau ditempuh untuk mewujudkan konsep pengelolaan tersebut, adalah:
* Melakukan promosi yang berkelanjutan melalui media masa, seperti: televisi, radio, majalah, surat kabar dan melakukan press release;
* Bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti: hotel, biro travel dan airline untuk distribusi promosi (brochures, flier);
* Menyelenggarakan acara yang melibatkan masyarakat setempat seperti: funbike, ten-K run, rally sepeda sehat, lari keluarga sehat dengan start dan finish di Kawasan Stadion Olah Raga dan Rekreasi Terpadu Sleman;
* Menjaga/merawat kebersihan dan kenyamanan public area;
* Memastikan segala fasilitas telah tersedia dan bekerja dengan baik;
* Membuat landscaping yang tertata indah dan terpelihara dengan baik.
E. KEUNGGULAN
Stadion Sepakbola yang berada dalam Kawasan Stadion Olah Raga dan Rekreasi Terpadu Sleman ini mempunyai beberapa keunggulan, antara lain:
1. U n i k
Stadion Sepakbola Sleman diarahkan untuk menjadi pioner stadion sepakbola di Indonesia dan merupakan sedikit atau bahkan satu-satunya stadion sepakbola di Indonesia yang menggabungkan kegiatan olah raga dan komersial (kegiatan bisnis dan entertainment) sehingga nantinya diharapkan akan menjadi pusat kegiatan olahraga, pusat belanja, pusat hiburan dan rekreasi serta merupakan alternatif tujuan wisata perkotaan.
Selain stadion sepakbola, di kawasan ini juga direncanakan akan dibangun sirkuit otomotif (roadrace, gokart, dragrace) serta fasilitas olahraga lainnya (indoor dan outdoor) seperti tennis lapangan dan bowling. Selain itu juga direncanakan fasilitas penunjang/pendukung kawasan antara lain area/ruang ekshibisi, foodcourt, café, restaurant, dan ruko yang semuanya itu dapat dimanfaatkan oleh pihak swasta untuk menjalankan kegiatan usahanya.
2. One Stop Shopping: Sport - Komersial/Bisnis - Entertainment
Konsep belanja satu tempat merupakan kekuatan atau daya tarik yang banyak dikembangkan oleh pusat-pusat belanja dewasa ini, begitu juga dengan Kawasan Stadion Olah Raga dan Rekreasi Terpadu Sleman. Bahkan kawasan ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana olahraga yang baik, selain stadion sepakbola. Dengan sekali jalan/parkir segala kebutuhan konsumen/keluarga dapat dipenuhi di sini.
3. Lokasi Mudah Dijangkau
Jalan menuju Kawasan Stadion Sleman yang lebar dan bagus serta mudah dijangkau dari berbagai arah tanpa kemacetan, merupakan kenyamanan yang diinginkan setiap orang dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari, termasuk mencari hiburan, berbelanja, berolahraga dan berwisata. Disamping itu, jarak yang cukup dekat dari Ring Road Utara sebagai akses utama merupakan keunggulan lain dalam menjaring pengunjung dari luar kota.
4. Parkir Luas dan Aman
Area parkir yang tersedia di Kawasan Stadion Olah Raga dan Rekreasi Terpadu Sleman sangat luas dan bisa menampung kendaraan dalam jumlah ratusan. Keberadaan petugas keamanan yang memadai dan pagar keliling kawasan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung maupun pengelola.
5. Dukungan Komunitas (Lingkungan)
Kawasan Stadion Olah Raga dan Rekreasi Terpadu Sleman yang berada di Dusun Jenengan, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, dikelilingi oleh komplek perumahan, kampus dan sekolah. Di samping itu, di sebelah barat kawasan terdapat sebuah situs candi (Candi Gebang) dan sebuah bendungan/embung (Embung Tambakbaya) yang difungsikan untuk konservasi air dan dikembangkan untuk rekreasi air perkotaan. Keduanya merupakan tempat rekreasi yang menarik bagi masyarakat sekitar.
6. Pengembangan Kawasan
Keberadaan kawasan olah raga dan rekreasi yang didukung oleh keberadaan area komersial sekelas mall di stadion yang sedang dibangun dan juga fasilitas-fasilitas komersial lainnya, seperti ruko, food court, dan area ekshibisi merupakan sinergi yang sangat baik bagi pengembangan kawasan tersebut.
F. PELUANG INVESTASI
Berkembangnya Kawasan Stadion Olah Raga dan Rekreasi Terpadu Sleman ini membuka peluang bagi masyarakat untuk berinvestasi atau mengembangkan usaha didasari oleh beberapa hal, antara lain sbb:
* Makin kondusifnya situasi keamanan, politik dan sosial;
* Membaiknya perekonomian secara makro;
* Banyaknya investor/pengusaha yang melirik Yogyakarta, khususnya Sleman untuk berinvestasi dan berusaha di wilayah ini;
* Banyaknya mahasiswa/pelajar yang datang menuntut ilmu tiap tahun di Yogyakarta;
* Banyaknya wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta, khususnya ke Kabupaten Sleman pada tiap musim liburan;
* Dukungan kepastian hukum, fasilitas dan kebijakan pengembangan kawasan dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
Untuk mendukung terciptanya kegiatan ekonomi bagi masyarakat sekitar maka, pada area komersial stadion akan diisi dengan berbagai jenis usaha antara lain:
• sport center; sport fashion;
• café, restoran, meetingroom (sport café, internet café, automotive café);
• sport fashion (pakaian dan asesoris olahraga/balap);
• toko perlengkapan dan peralatan olahraga.
[ by : admin (sumber: BAPPEDA Kab.Sleman) ]


