Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Target PSS di Liga Indonesia 2002

09 January 2002

"Josep Guardiola memang pemain hebat, tapi target kami tetap menghindari degradasi!", ucap Luigi Corrioni, presiden klub Brescia. Sang presiden sadar kedatangan gelandang elegan asal Spanyol yang dibuang Barcelona tersebut tidak merubah kekuatan mereka sebagai tim menengah di seri A.

Realistis! itulah yang tampaknya ada di benak petinggi-petinggi Brescia dalam mengarungi ketatnya persaingan Liga Italia serie A. Target menghindari degradasi sudah membuat mereka bekerja keras di setiap pertandingan. Mereka sadar dengan apa yang miliki dan kekuatan yang harus dihadapi. Target yang tinggi hanya akan membebani para pemainnya. Sebuah pilihan yang dirasakan tepat karena akhirnya Guardiola terkena kasus doping.

Masih belum jauh dari ingatan kita, bagaimana KONI dihujat masyarakat karena kegagalan mendulang emas di SEA GAMES XXI. 100-an emas yang dibidik hanya kena tigaperempatnya, lainnya luput dengan berbagai alasan. Padahal saya ingat betul spanduk pelatnas yang berbunyi "Kenali Dirimu, Kenali Musuhmu, Seribu Kali Bertanding, Seribu Kali Menang!".

KONI dan induk organisasi ternyata tidak bisa mengukur kekuatan sendiri dan (apalagi!) kekuatan lawan, sehingga berakibat kegagalan memalukan. Nafsu Kuda Tenaga Ayam!
Padahal jika sejak semula KONI tidak mengumbar target tinggi, masyarakat tidak akan berharap muluk-muluk, dan hujatan pun tidak banyak.

Target Laskar Sembada
Kini, Kesebelasan jagoan kita PSS Sleman sedang bersiap menghadapi musim kompetisi Liga Indonesia 2002. Nama-nama seperti Aceng Juanda, Seto Nurdiyantoro, atau Adi Pranugroho disiapkan memperkuat Laskar Sembada musim ini. Dana sebesar 3 milyar pun diburu pihak manajemen PSS untuk mendanai kebutuhan klub. Kontrak para pemain yang berakhir Oktober 2001 langsung disambung dengan kontrak baru. Kontrak Pelatih Suharno yang berakhir November 2001 pun diperpanjang sebelum batas akhir.

Lalu kemana PSS akan membidikkan targetnya musim mendatang. Juara, masuk 4 besar, atau sekedar bertahan di divisi utama Liga indonesia? Tuntutan sebagian Slemania (kalau anda rajin membaca buku tamu web ini) memang lumayan berat, masuk 8 besar!.

Tuntutan dan harapan tersebut sah-sah saja. Namun kita harus realistis dengan kondisi yang ada. Kita memang sudah melihat aksi Seto dkk dalam merebut Piala Kraton 2001 dan mengalahkan lawan-lawannya. Namun hal tersebut terjadi di kandang sendiri, dan dalam semangat bertanding yang berbeda dengan kompetisi liga.

Semua harus menyadari bahwa PSS merupakan klub yang barusan muncul ke pentas nasional. Keberhasilannya bertahan di divisi utama dengan materi terbatas memang membuat PSS menjadi klub yang tidak lagi dipandang sebelah mata. Tapi jumlah klub yang semakin sedikit di tahun ini, membuat peluang untuk degradasi juga semakin besar.

Fenomena Chievo Verona
Suksesnya Chievo di Liga serie A bisa jadi lecutan, bahwa tim kecil bisa membunuh tim-tim raksasa asal mau berusaha. Yang juga harus diteladani dari Chievo adalah kesuksesan dan optimisme tetap diimbangi dengan kaki yang menapak ke tanah. Tidak usah merasa tinggi hati.

Pernyataan pihak manajemen PSS yang mematok target obyektif untuk bertahan di divisi utama Liga Indonesia, yang berarti minimal berada di peringkat 9 grup A Liga Indonesia 2002 bisa dipahami. Jika berhasil, PSS sudah mensejajarkan dirinya dalam 18 tim terbaik yang ada di tanah air.

Jika hal ini bisa dipertahankan (syukur ditingkatkan), maka PSS dan masyarakat sepakbola di wilayah Sleman, Jogja, dan sekitarnya akan terus berada dalam atmosfer sepakbola nasional. Dampak positifnya adalah membuat anak-anak, remaja dan generasi mendatang lebih serius dalam menggeluti sepakbola karena PSS menyediakan tempat bagi mereka untuk mengembangkan dan menunjukkan bakatnya.

Mungkin mereka akan bermain sepakbola tidak hanya sekedar hobi atau kesenangan belaka, tapi bercita-cita menjadi pemain timnas atau malah membawa Indonesia lolos final Piala Dunia.

[ by : pei ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar