Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

PSS Jr Lolos ke 8 Besar

03 October 2002

PSS Sleman tampil sebagai juara Grup D kompetisi Liga Bogasari U-18 Piala Suratin, setelah menebas Apac Inti Semarang 2-0 dalam pertandingan penentuan di Stadion Tridadi, Kamis (26/9) kemarin. Dengan hasil itu PSS memastikan maju ke babak 8 Besar. Sedang dalam pertandingan pertama yang sudah tidak menentukan, Persela Lamongan mengalahkan Pelita KS, 4-0.

Dua gol PSS disumbangkan Ahmad Munandar menit ke-17 dan Sigit Nila Kusuma menit ke-61. Namun pihak Apac Inti tidak bisa menerima kekalahan ini sepenuhnya, karena mereka mempersoalkan pemain PSS Indrasto. Menurut pelatih Apac Inti Musarodin, pemain dengan nomor punggung 25 itu sebenarnya merupakan pemain PSIS Semarang.

Pada pertandingan di Stadion Tridadi, PSS langsung melakukan tekanan ke pertahanan Apac Inti yang minus pemain andalannya, Panji, karena sakit. Serangan yang terus mengalir dari PSS akhirnya berhasil membuka gol pertama pada menit ke-17 lewat Ahmad Munandar.

Gol berawal dari umpan Fahrul dari sayap kanan ke kotak penalti, bola mental dari para pemain belakang Apac dan menuju ke Ahmad Munandar. Setelah mengecoh satu pemain, Ahmad melakukan tembakan keras dan masuk ke gawang Apac yang dijaga Catur Adi Nugroho. Gol kedua PSS dicetak Sigit Nila Kusuma lewat tembakan voli, setelah menerima umpan dari sayap kiri Yanuar Arientoko.

Pelatih PSS Maman Durachman seusai pertandingan mengatakan, target masuk 8 Besar sudah tercapai. “Saat ini kita tinggal tunggu pengurus, akan menjadi tuan rumah atau tidak. PSS diperkirakan akan menjadi satu grup dengan Petro Gresik, Persijap Jepara dan Persijatim,” kata Maman.

Tentang penampilan anak-anak asuhannya, Maman menilai sudah lebih padu dan berani, sehingga bisa tampil maksimal. Namun untuk mengikuti babak 8 Besar, diperlukan kerja keras lagi, karena lawan-lawan juga bakal semakin berat. Sedang pelatih Apac Musarodin mengakui bahwa strateginya tidak jalan, karena minus Panji yang biasa mengkoordinir barisan belakang. Akibatnya pertahanan Apac banyak melakukan kesalahan dan akhirnya harus menerima kekalahan.

sumber www.kr.co.id

[ by : crew ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar