14 December 2007
Untuk kali kedua dalam tiga musim terakhir Indonesia tak mengirimkan wakilnya ke Liga Champions Asia. Jadwal pertandingan internasional yang harus dilalui "Tim Merah Putih" jadi kambing hitam PSSI.
"Karena Piala Asia kami harus menghentikan kompetisi hingga tiga bulan. Setelah itu kami juga menghentikan pertandingan karena kualifikasi Piala Dunia, yang seharusnya dilaksanakan awal 2008 tapi tiba-tiba dipindahkan ke Oktober," ungkap Sekjen PSSI, Nugraha Besoes dalam wawancaranya dengan PA Sport.
Indonesia dipastikan tidak mengirim wakil di ajang Liga Champions Asia tahun depan. Setelah dua musim lalu disebabkan kelalaian PSSI mengirimkan berkas pemain ke AFC, kali ini belum kelarnya roda kompetisi membuat jatah klub tanah air diserahkan pada negara lain.
"Saat kami ditanya AFC apakah ingin mengirimkan tim Liga Champions Asia kami menyambutnya dengan baik, tapi sayangnya kami tak bisa menyelesaikan kompetisi domestik sesuai waktu, lanjut pria yang akrab disapa Kang Nug itu.
Setelah dimulai pada Februari, roda kompetisi liga dihentikan selama empat bulan sejak Mei hingga Agustus. Hanya sebulan berselang libur panjang kembali datang menyusul hadirnya bulan Ramadhan, yang juga digunakan PSSI untuk mempersiapkan tim untuk Pra Kualifikasi Piala Dunia.
Dilanjutkan Nugraha, PSSI sebelumnya sudah meminta AFC mengosongkan slot milik klub Indonesia dan untuk keperluan pengundian menggunakan nama Indonesia 1 dan Indonesia 2. Sayangnya ide tersebut ditolak AFC yang kemudian menyerahkan jatah tersebut pada runner up Liga Primer Thailand, Krung Thai, dan juara Piala Nasional Vietnam, Nam Dihn.
"Ini bukan hukuman karena klub kami cuma tidak disertakan dari turnamen musim depan. Kami telah mengirim perwakilan ke komite kompetisi AFC dan mendiskusikan masalah ini untuk memastikan hal serupa tak terulang tahun depan," pungkas Nugraha.
Meski mengorbankan roda kompetisi, yang kemudian berujung hilangnya hak Indonesia di Liga Champions Asia, demi beberapa pertandingan internasional, faktanya "Tim Merah Putih" juga tak memberi hasil maksimal.
Duduk di posisi tiga Grup D tak cukup meloloskan Indonesia ke babak kedua Piala Asia. Sementara di Kualifikasi Piala Dunia menghadapi Suriah, skuad besutan Ivan Kolev kalah dengan agregat 1-11.
[ by : admin ]


