Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Saatnya Menjadi Yang Terbaik!!!

20 September 2007

Ayo PSS!!!!
----------------------------------------------------------------
Kompetisi Liga Djarum 2007 akan berakhir beberapa bulan lagi. persaingan antar klub untuk memperebutkan tiket ke jalur super liga semakin ketat. Tak terkecuali PSS Sleman yang notabene secara non teknis sudah layak dan siap untuk mengarungi kompetisi bergengsi dengan tajuk Liga Super.

Dukungan secara insfrastruktur berupa stadion megah bernama Stadion Maguwoharjo sudah lolos dari verifikasi BLI dan masuk dalam daftar stadion yang terbaik di Indonesia. Ditambah dengan dukungan dari suporter setia Slemania yang sampai saat ini bahkan detik ini bisa dikatakan dan dijadikan kandidat terkuat sebagai supporter terbaik di negri ini. Media informasi melalui web site slemania.or.id (web terbaik 2007) yang mampu diakses ke seluruh penjuru dunia, menjadi media untuk mempromosikan secara masif.

Keberadaan tim yunior (PSS U-23) juga sudah terpenuhi sebagai salah satu syarat Super liga. keberadaan PSS sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang telah berbadan hukum menambah lengkap persyaratan yang diajukan oleh BLI melalui manual super liga.

Kini tinggal para manajer tim, pelatih, pemain untuk merealisasikan sebuah mimpi indah tersebut dengan sebuah perjuangan yang tentunya tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah.

Ayo PSS Super Elang Jawa
Tunjukkan Cakar Mu, kalahkan lawanmu
Kami slemania slalu mendukungmu..

jayalah...jayalah eljaku..

[ by : boy/admin ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar

Udin di Sunten argomulyo cangkringan Sleman | 20 Sep 2007 08:42:35
Kamu pasti bisa si Elang Jawa menjadi yang terbaik di Indonesia, ok...
Slemania Hardcore | 20 Sep 2007 10:05:55
Semua persyaratan telah terpenuhi tinggal besok minimal masuk 9 besar agar masuk liga super....Pokoke neng kandang kudu menang...Slemania neng mburimu.....
panjol di sleman | 20 Sep 2007 10:49:25
Tinggal 1 yang belum terpenuhi...................jadilah juara indonesia
Fajar di Sleman Utara | 20 Sep 2007 11:40:59
Ayo maju PSS raihlah yg terbaik!!!!SLEMANIA selalu mendukungmu
adi di maguwohardjo | 20 Sep 2007 12:33:09
Kunci lolos ora pss neng liga super yo lawa PERSITARA, PERSITA, PELITA, EN SRIWIJAYA.Kesimpulane yo partai tandang kudu mati-matian tenan.........
yulianto hoetomo di daejoen(KORSEL) | 20 Sep 2007 21:16:16
ayo PSS go internasional dgn prestasimu yg cerah.saya sebagai warga sleman yg berada di korea selatan sangat bangga mempunyai tim yg memenuhi sepakbola profesional.teruskan....................
Nendra VW di Sleman barat | 21 Sep 2007 07:34:07
Tekat bulat ke Liga Super itu mantap, tapi mari dari sekarang seluruh komponen PSS termasuk Slemania bersatu nuju/natap masa depan Liga Super, khusus Pengurus Slemania bawalah suasana kondusif jangan terpancing dengan EMOSI sesaat, maju terus gapai impian LIGA SUPER PSS dan Slemania
Nendra VW di Sleman barat | 21 Sep 2007 07:34:10
Tekat bulat ke Liga Super itu mantap, tapi mari dari sekarang seluruh komponen PSS termasuk Slemania bersatu nuju/natap masa depan Liga Super, khusus Pengurus Slemania bawalah suasana kondusif jangan terpancing dengan EMOSI sesaat, maju terus gapai impian LIGA SUPER PSS dan Slemania
Nendra VW di Sleman barat | 21 Sep 2007 07:54:00
Tekat bulat ke Liga Super itu mantap, tapi mari dari sekarang seluruh komponen PSS termasuk Slemania bersatu nuju/natap masa depan Liga Super, khusus Pengurus Slemania bawalah suasana kondusif jangan terpancing dengan EMOSI sesaat, maju terus gapai impian LIGA SUPER PSS dan Slemania
suep di jogja | 21 Sep 2007 09:02:55
jawapos today!! Jumat, 21 Sept 2007, Aremania dan Slemania Bisa Jadi Kiblat GETIR memang melihat kiprah suporter Indonesia saat ini. Nyaris semuanya telah tercerabut dari esensi sebagai suporter. Mereka sudah menanggalkan fitrahnya dalam memberi dukungan finansial maupun moril terhadap klub kesayangan. Untung, di tengah impitan itu, masih ada suporter yang bertahan di jalur. Minim memang jumlahnya. Tapi, mereka setidaknya mampu menyembulkan bukti bahwa masih ada suporter dengan citra positif. Mereka yang layak diapresiasi itu adalah Aremania, suporter Arema Malang, dan pendukung PSS Sleman, yang tergabung dalam wadah Slemania. Merekalah yang sampai detik ini mampu memberikan kontribusi positif kepada tim kesayangan. Saat masuk stadion, mereka tidak pernah lupa membeli tiket. Di dalam maupun di luar stadion, keduanya juga mampu berpikir dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan. Jika timnya kalah, mereka menumpahkan amarah bukan dengan bertindak anarkis. Namun, mereka menyalurkannya dengan mengkritik klub masing-masing. "Aremania adalah patner yang membanggakan. Mereka mampu memberikan kontribusi besar dalam hal finansial maupun moril. Itu semua berkat tingginya tingkat kesadaran mereka dalam mendukung Arema," ungkap M. Taufan, asisten manajer Arema. "Kami beruntung hidup berdampingan dengan suporter yang tertib. Mereka (Slemania, Red) benar-benar memberikan dampak positif dalam masalah finansial klub," ujar Ketua Panpel PSS Samsidi. Pernyataan tersebut tentu bukan sekadar basa-basi. Tapi, itu merupakan kejujuran yang berasal dari kedewasaan suporternya. Kejujuran yang juga didukung bukti. Ya, menurut kubu Arema maupun PSS, keduanya selalu mampu memperoleh pendapatan rata-rata Rp 200 juta dari hasil penjualan tiket pertandingan. Angka yang tentu sulit dicarikan bandingannya di pentas LDI XIII. Di klub lain, tiket masuk stadion selalu mengalami kebocoran. "Aremania selalu menjunjung tinggi budaya malu. Mereka berasumsi, kalau masuk tanpa tiket, tentu mereka akan mengurangi jatah tempat duduk penonton bertiket. Karena itu, mereka pasti malu kalau masuk stadion tanpa membeli tiket," papar Taufan. "Terus terang, saya salut dengan militansi mereka di dalam stadion. Cuma, mereka tidak boleh besar kepala. Masih ada PR (pekerjaan rumah) yang harus dikerjakan. Utamanya, sikap mereka di jalan ketika datang dan pergi dari stadion," sambung Mayor Haristanto, mantan presiden asosiasi suporter Indonesia. (fim)