14 September 2007
Badan Liga Indonesia (BLI) memuji PSS Sleman terkait persiapan klub tersebut menghadapi kompetisi Super Liga 2008, khususnya dalam hal persiapan stadion dan penghasilan klub dari tiket penonton. Stadion Maguwoharjo yang sudah mulai digunakan sembari memasuki tahap penyelesaian pembangunan fisik, termasuk salah satu dari enam stadion yang memenuhi syarat manjadi arena pertandingan Super Liga.
Dengan demikian Maguwoharjo sejajar dengan lima stadion lain yakni, Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang), Manahan (Solo), Gelora Delta (Sidoarjo), Mulawarman (Bontang), dan Jalak Harupat(Kabupaten Bandung). Demikian dikatakan Tim Task Force Super Liga BLI Djoko Driyono.
"Aspek yang dinilai, sesuai standar yang ditetapkan PSSI, meliputi lapangan, penerangan, keamanan, dan juga lingkungan di sekitarnya," kata Joko. Ada sejumlah catatan yang harus segera diselesaikan pengelola, seperti pembenahan rumput di Manahan dan lampu di Maguwoharjo. Namun, itu tak menggugurkan status kelaikan karena akan segera dibenahi. Lolosnya Stadion Maguwoharjo di Sleman cukup mengejutkan. Namun, Joko menandaskan, stadion baru itu memang layak. "Rumputnya bagus, demikian pula drainase dan kerataannya," ucap Joko.
Sekretaris Umum PSS Sleman Bambang Nurjoko menambahkan, manajemen klub juga memperbaiki pemasukan dari tiket penonton sehingga kini penghasilan per laga mencapai Rp 300 juta. Angka ini menyamai pemasukan klub lain yang lebih mapan seperti Arema Malang. "Pendapatan dari karcis sangat membantu klub untuk kebutuhan laga tandang," kata Bambang.
[ by : dirangkum dari Kompas ]


