25 July 2002
Usaha managemen PSS untuk menggaet Budiman (eks-Persib) demi mengisi posisi lowong wing-back kiri, tampaknya harus digencarkan lagi. Ketika ditemui sore tadi (25/7) selepas latihan Pelatnas Piala Tiger 2002, wing back kiri asal Jawa Barat ini mengaku telah didekati managemen PSS. Akan tetapi, menurutnya managemen PSS hingga kini belum berani menyebutkan harga. “PSS belum menyebutkan angka, sehingga belum ada tawar-menawar,” ujarnya santai.
Padahal selain ditawar PSS, dirinya juga kini sedang dibidik oleh PSPS dan Persija. Bahkan untuk Persija, ia mengaku mantan klubnya di LI VII sangat serius untuk menggaetnya. “Persija pastilah mendekati saya, mereka sedang serius mengembalikan kejayaannya dulu.”
Klub Ambisius
Budiman menyatakan bahwa dalam memilih klub yang ideal, ada beberapa hal yang ia pertimbangkan. Pertama, harga yang cocok. Kemudian seberapa ambisius klub tersebut dalam berprestasi. Terakhir, atmosfer tim yang kondusif.
Dalam memandang PSS, menurutnya managemen PSS masih kurang ambisius. Karena hanya menargetkan untuk menjadi klub papan tengah. “Ini menjadi kekurangan PSS dibandingkan klub lain yang menawar saya, PSS tidak berambisi jadi juara,” imbuh mantan kapten Persija ini.
Meski demikian, soal atmosfer tim, ia melihat PSS sangat baik. Sebagai klub kecil, kekeluargaan di PSS pasti luar biasa. Selain itu Budiman juga menyebut banyaknya mantan pemain Persib yang akan eksodus ke PSS sebagai satu faktor yang dipertimbangkan serius.
“Saya sudah kenal baik dengan pemain eks Persib yang diajak Aceng seleksi. Salah satunya kan adik saya. Bisa kembali main sama mereka, tentunya senang sekali,” serunya. Apalagi menurut Budiman, sebagian besar pemain yang ikut seleksi adalah pemain inti di Persib, “kalau terpilih, kualitas tim PSS pasti akan terdongkrak.”
Kini menurutnya, ia tinggal menunggu telepon dari Pak Bardi dan berharap managemen PSS segera menyebutkan harga. Supaya negosiasi bisa terjadi, dan kesepakatan bisa segera diambil. “Saya tunggu telepon Pak Bardi, kalau harga cocok, saya angkat koper ke Sleman,” serunya lantang.
[ by : Ganesha (dari Jakarta) ]


