19 August 2007
Tampil berbekal kemenangan tandang, Elang Jawa justru gagal memenangkan laga kandang. Pasukan asuhan Rudi Keltjes itu hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan Persela Lamongan Minggu (19/8) sore tadi di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Permainan kedua tim pada babak pertama berjalan lamban dan pola permainan dari kedua kubu juga belum terlihat padu diterapkan. Baik PSS maupun Persela sama-sama bermain dengan hati-hati dan saling menjajagi kekuatan lawan.
PSS tercatat mendapat dua kali peluang melalui tembakan keras Busari yang masih dapat ditips kiper Persela, Faisal Mubaraq. Beberapa menit berselang, Fajar yang menusuk kotak penalti lawan mendapatkan bola liar yang mental dari sapuan bek Persela. Sayang tembakan kerasnya lagi-lagi mental di tangan kiper lawan.
Selain kedua peluang tersebut, Niani Mamadou juga sempat melepaskan tembakan melintir setelah berkali-kali membuat jatuh bangun lawan. Sayang tembakan yang mengarah ke sudut atas gawang melintir tipis ke luar.
Pada babak kedua, PSS kembali membobardir gawang Persela. Dua kali sundulan Castano tipis kesisi gawang, padahal Kiper Persela sudah mati langkah, sedang satu tembakan kaki kirinya yang keras masih bisa ditepis. Sementara M. Sobran yang masuk menggantikan Busari juga gagal memaksimalkan peluang, setelah tembakannya hanya mengenai mistar gawang. Niane Mamadou juga membuat Sunar Sulaiman berkali-kali jatuh bangun mendapatkan peluang emas yang masih bisa diselamatkan oleh Kiper lawan.
Sementara Persela mendapatkan tak kurang dari tiga peluang melalui serangan balik duet Jefferson dan Marcio yang tembakannya selalu lemah dan dapat diamankan oleh kiper Dwi Adi Nugrahanta.
Pertandingan yang berlangsung dalam cuaca cerah itu dipimpin wasit Daryanto dari Jakarta. Pada babak pertama wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Ullian Souza (Persela), Urip Istiaji, Rahel Tuasalamony (PSS).
Pelatih Persela M. Basri menyatakan sangat bersyukur tim asuhannya bisa menahan imbang PSS. Dia menilai tim tuan rumah menerapkan pola permainan yang di luar dugaannya. Tim polesan Rudy Keltjes itu tampil dengan permainan cepat dan pressure yang sangat ketat. "Sehingga kami sangat kesulitan untuk menembus daerah pertahanan lawan. Kami baru bisa menerobos ketika menerapkan pola serangan counter attack. Saya melihat pemain juga kurang konsentrasi," katanya.
Sementara Rudy Keltjes mengakui pemainnya sempat frustasi. "Anda lihat sendiri. Sembilan puluh sembilan persen tiga peluang tadi mestinya masuk menjadi gol. Tapi itulah sepak bola dan penjaga gawang lawan tampil sangat bagus," tutur Keltjes.
[ by : phery ]


