08 August 2007
Pelatih Kepala PSS, Rudy William Keltjes mencoba mencari formasi alternatif tanpa kehadiran gelandang Imam Rohmawan yang dipanggil pelatnas Timnas U-23. Pasalnya, selama ini skema yang disiapkan Rudy mensyaratkan kehadiran Imam.
Rudy tampaknya telah menemukan skema andalan di lini tengah dengan Souleymane Traore sebagai Gelandang Serang dan dibackup dua Gelandang bertahan Imam Rohmawan dan Choirul Anam. Format ini cukup memuaskan dalam tiga laga ujicoba PSS bulan Juli lalu.
Souleymane bertugas membantu dua striker sebagai penyerang lubang, sedang Choirul Anam yang baru saja sembuh dari cedera panjang diplot melindungi bek di belakangnya. Tugas Anam adalah sebagai orang pertama yang menghambat dan memotong serangan lawan sehingga bek di belakangnya cukup punya waktu mengantisipasi gerakan penyerang lawan.
Disinilah peran Imam diperlukan, yakni sebagai penyeimbang antara Traore dan Anam. Kemampuan bertahan yang dimiliki Imam cukup dalam membantu Anam dalam berduel dengan gelandang lawan. Imam yang saat putaran pertama lalu mengisi tugas Anam sebagai gelandang bertahan, juga memiliki kapasitas untuk membagi bola dan membantu penyerangan.
Ketidakhadiran Imam membuat Keltjes harus memilih dari stock yang tersisa. Rudy harus memilih antara Haryanto Prasetyo yang pandai membagi bola tapi lamban, Slamet Nurcahyo yang pandai dalam menusuk pertahanan lawan, atau Rahel maupun Fajar yang lebih ofensif.
Sayang, cita-cita Keltjes menambah gelandang bertahan baru kandas, setelah Ahmad Zaini dan Dadang Rahmat yang dicoba akhirnya harus dicoret dengan berbagai pertimbangan.
[ by : admin ]


