Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Catatan Perjalanan: Slemania Tour Jakarta

08 July 2002

Tekad untuk menyaksikan final Liga Indonesia 2002 tercapai sudah. Duapuluh Slemania berangkat dari Stasiun Lempuyangan pada Sabtu 6 Juli 2002 dengan KA Gaya Baru Malam, setelah sebelumnya beberapa Slemania sudah berangkat dengan kereta api yang sama bersama rombongan Ultras Gresik.

Keberangkatan Slemania ini untuk memenuhi undangan Ultras, dan bersilaturahmi dengan kelompok suporter lain yang hadir. Perjalanan terasa melelahkan karena KA Gaya Baru penuh sesak, dengan penuh kebersamaan Slemania harus bergantian untuk tidur di kolong kursi, dan berdiri.

Slemania tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 09.45, dijemput oleh Sahid, Anggota Jakmania Pasar Minggu, dan truk dari kakaknya Kuncoro "Kuncung" Tri PH. Slemania kemudian meluncur ke Hall Basket Senayan, basecamp anak-anak The Jak. Di tempat tersebut, Slemania istirahat, mandi, dan sarapan.

Siangnya, Slemania bertemu dengan Ketua The Jak, T. Ferry Indra Syarief yang biasa dipanggil Bung Ferry. Sempat terjadi diskusi dan saling tukar informasi mengenai Suporter Indonesia. Bagian Perlengkapan Jakmania tampak sibuk mempersiapkan keperluan final, dan membantu memasang spanduk yang dibawa Slemania "Slemania Love Indonesia & You".

Tak lama berselang, anak anak The Jak mulai berdatangan. Korwil yang datang pertamakali adalah Jakmania Pulogadung yang memenuhi sebuah metromini. Mereka bernyanyi dengan lagu Return of Babylon "Bung Ferry, Bung Ferry....Kami datang, dari utara, dari utara". Disusul korwil-korwil lain yang datang bergelombang.

Dua jam sebelum pertandingan, Slemania dan Jakmania yang sebagian berkaos "Satu Indonesia", masuk ke Stadion Utama Senayan. Beberapa anggota Brimob dari Jogja tampak memeriksa tas yang dibawa Slemania dengan ramah. "Ra nggowo Mercon to?", tanya mereka dengan logat Jogja yang kental.

Sesampai di Tribun, Slemania berdampingan dengan Ultras yang memenuhi tiga sektor stadion. Dengan Kipas Kuning bertuliskan "Tour D'Batavia", mereka memukau dengan nyanyian dan gerakan yang tiada henti. Di Kejauhan, Benteng La Viola, Suporter Persita Tangerang yang datang dengan 45 ribu menjadi lautan ungu.

Saat pertandingan, Ultras sempat terdiam saat timnya kebobolan dengan cepat. Namun lambat laun, Agus "Pelos" Supriyanto, dirigen Ultras yang dibantu Yuli Aremania kembali beraksi bersama 10.000 Ultras yang terus bernyanyi tak kenal henti. Lama-kelamaan Slemania larut dalam aksi Ultras meski dibatasi pagar tribun.

Pertandingan yang sempat terhenti karena hujan membuat khawatir Slemania yang takut ketinggalan kereta untuk pulang. Saat babak perpanjangan waktu dimulai beberapa Slemania berceletuk, "Terserah sopo sing menang, tapi semoga segera gol". Belum selesai berkata, Yao Eloi mencetak gol kemenangan untuk Petrokimia. Stadion Senayan langsung bergemuruh.

Sayang, sebelum upacara penghormatan pemenang, tiga belas Slemania sudah harus cepat-cepat kembali ke Stasiun Pasar Senen untuk mengejar keberangkatan KA Progo. Dengan dipandu oleh Sahid, Slemania setengah berlari keluar Senayan melewati parkir timur, dan langsung naik bis.

Sesampai di Stasiun pada pukul 20.40, KA Progo sudah siap berangkat. Setelah berlari, Slemania akhirnya menghuni gerbong terakhir KA Progo. Setelah melalui perjalanan panjang, Slemania sampai dengan selamat di stasiun Lempuyangan pada pukul 09.35. Beberapa Slemania baru pulang Selasa (8/7), karena main ke tempat teman ataupun keluarga.

Tak lupa, Slemania mengucapkan selamat kepada Petrokimia dan Ultras Gresik. Kepada La Viola, semoga tetap semangat dan tampil lebih baik lagi di masa depan. Terima kasih juga buat Bung Ferry, Sahid, dan kawan-kawan Jakmania atas sambutan hangatnya. Juga kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu selama perjalanan.

[ by : pei ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar