04 May 2007
Masalah wasit memang tak bisa dilepaskan dari ketatnya perjalanan kompetisi di tanah air. Kasus-kasus kericuhan yang terjadi, diakui Manajer Kompetisi BLI Joko Driyono, sebagian besar disebabkan oleh kepemimpinan wasit yang tidak tegas atau sangat merugikan salah satu pihak. Hal itu berpengaruh pada emosi penonton yang hadir di lapangan.
"Evaluasi jelas akan kami lakukan setelah perjalanan kompetisi putaran pertama berakhir. Kami tak mau menutup mata untuk berbagai masukan yang diberikan seputar hal itu. Mereka juga menjadi penentu kesuksesan perjalanan kompetisi," tambahnya.
Joko berjanji, peningkatan performa wasit di putaran kedua mutlak dilakukan. Sebab, di putaran lanjutan itu, nasib-nasib tim akan ditentukan. Bagi Joko, putaran kedua menjadi arena pacuan bagi tim-tim untuk melangkah di musim kompetisi berikutnya. Mereka akan mengejar status 18 tim yang berhak mengikuti Superliga 2008.
"Bisa dikatakan tantangan yang ada di putaran kedua nanti terjadi pada klub dan BLI, termasuk perangkat pertandingan. Kami tak mau membuat kesalahan dalam hal ini, karena putaran kedua yang berawal Agustus berarti penting bagi semua pihak," ujar Joko.
Lebih lanjut Joko berharap di putaran kedua nanti wasit yang ditugaskan dapat menunjukkan kualitas terbaiknya. Berbeda dengan putaran pertama yang sangat padat, di putaran kedua nanti jarak antar pertandingan lebih longgar. Hal ini juga berpengaruh pada kondisi wasit yang bertugas. Sejauh ini, komisi disiplin (komdis) PSSI belum sekalipun memberikan sanksi bagi wasit yang membuat kesalahan dalam partai yang dipimpinnya.
"Kami meneruskan berbagai keluhan tersebut pada PSSI untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya," ujar pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua komdis PSSI itu.**@JP
[ by : admin/cr**JP ]


