25 April 2007
(GINASTHEL MBAH DHIRON)
Perjalanan “The Slems” PSS Sleman di Kompetisi Liga Djarum Indonesia XIII 2007, setidaknya sampai paruh pertama ternyata tidaklah mulus. Dari 17 kali bertanding PSS Sleman mengantongi nilai 22 dari 6 kali menang, 4 kali seri dan 7 kali kalah. Tetapi kalau melihat kinerja Super Elja setelah ditangani Ruddy ‘the doctor’ W Keltjes skuad yang dipimpinya menunjukkan trend peningkatan yang cukup signifikan, dari 9 kali bertanding menghasilkan nilai 16.
Kalau dibandingkan dengan Horacio A montes, prestasi Ruddy W Keltjes jauh mengungguli kinerja Haracio A Montes, pelatih asal Agentinos ini hanya menghasilkan nilai 6 dari 8 kali pertandingan. Kontras memang, karena Horacio A Montes kehilangan 3 poin dikandang, sedangkan Ruddy W Keltjes sapu bersih dikandang. Meski sama-sama menghasilkan hasil seri pada pertandingan tandang, Ruddy W Keltjes justru mampu mencuri 3 poin di laga tandang.
Bila dilihat dari skuad pemain yang tidak mengalami perubahan, performance Ruddy W Keltjes juga lebih produktif. Ruddy W Keltjes mempersembahkan trend positif dengan memasukkan 12 gol ke gawang lawan dan kemasukan gol 8, sedangkan Horacio A Montes trend-nya negative, hanya memasukkan 4 gol justru gol yang bersarang sebanyak 10 gol
Satu hal lain yang tidak kalah menariknya adalah penampilan Chistian G Castano. Betapa tidak, Ferry Setiawan yang diprediksikan menjadi lahan subur setelah mengantongi 4 gol justru disalip Castano dengan 6 gol, sehingga Castano masih meminpin dalam produktifitas di skuad PSS Sleman. Sehingga tidak mengherankan kalau julukan ‘si anak manis’ layak diberikan kepada Christian G Castano, alasanya Christian ‘si anak manis’ Castano benar-benar menjadi jocker card bagi PSS Sleman dalam memecahkan ‘paceklik’ kemenangan. Kemenangan PSS Sleman 2-0 atas PSSB Bieuren, 1-0 atas PSMS Medan, 3-1 atas PSIS Semarang, 2-1 atas Persija Jakarta dan 1-0 atas Semen Padang
Dengan tetap mengandalkan collected games yang diusung Ruddy W Keltjes, peran Ferry Setiawan khususnya juga tidak dapat dikesampingkan, 4 gol yang digenggamnya menjadi indikasi bahwa type destroyer sudah melekat dan menjadi tantem Chistian G Castano yang sudah padu didepan gawang lawan, hingga tidak salah bila Ruddy W Keltjes memberikan tambahan sebutan ‘Fernandes’ Ferry Setiawan
Memang, striker PSS Sleman belum menunjukkan tingkat gol productivity bila dibandingkan dengan striker lain. Untuk legion asing Chistian G Castano belum seproduktif franco Hitta (Persema Malang), Christian Gonzales (Persik Kediri), Chistian Beckamenga (Persib Bandung) yang rata-rata diatas 10 gol, tetapi Christian G Castano sejajar atau tepatnya lebih produktif bila dibandingkan dengan Julio Lopez (PSIS Semarang), James Koko (PSMS Medan), Siankam Ernest (Persita Tangerang) atau Redouane Barkoui (Persib Bandung).
Sedangkan untuk striker local produktifitas Ferry Setiawan termasuk lumayan, artinya masih dapat di tingkatkan. 4 Gol yang dikemas Ferry Setiawan memang belum sebanding dengan Bambang Pamungkas dan Aliyudin (Persija Jakarta), Purwanto (Persela Lamongan), Zainel Arif (Persib Bandung), Kurniawan D Yulianto (Persitara Jakarta Utara) yang rata-rata diatas 5 gol, tetapi Ferry Setiawan relative lebih produktif bila disbanding Mardiansyah (Persikabo Bogor), Saktiawan Sinaga (PSMS Medan), Budi Sudarsono (Persik Kediri) atau Gendut Doni (Persitara Jakarta Utara)
Hanya rumor, kabar burung, atau hanya sekedar isu yang berkembang, kalau management PSS Sleman berencana memulangkan Christian ‘si anak manis’ Castano menyusul Juan Dario Batalla. Sebenarnya sah-sah saja dan boleh-boleh saja, karena memang urusan transfer pemain menjadi hak management sq. Hendricus Mulyono, tetapi tentunya harus melalui evaluasi secara menyeluruh dan dengan pertimbangan yang sangat matang.
Setidak-tidaknya (kalau jadi dipulangkan) pengganti Christian G Castono harus lebih bagus dan sekelas Daniel Ortega karena sebenarnya penampilan Chistian G Castno sudah menjadi icon di Stadion Maguwoharjo
Rasanya kok aneh, kalau management memulangkan Chistian G Castano. Bukanya lebih baik menambah striker pengganti Juan Dario Batalla saja untuk melengkapi 5 legiun asing ?, atau barangkali ada pertimbangan lain ? Kompetisi putaran ke-2 baru akan digulirkan bulan Agustus nanti, masih banyak waktu itu memperbaiki skuad “The Slems” PSS Sleman.
Pertimbangkanlah dengan seksama ………………...
Selamat menikmati liburan jedah kompetisi dan Majulah Super Elja !!!
[ by : Sri_QQ/crews ]


