19 April 2007
(GINASTHEL MBAH DHIRON)
Perjuangan yang luar biasa dan patut disyukuri, kembali diperlihatkan “The Slems” PSS Sleman, saat menumbangkan tuan rumah PSIS Semarang, Rabu (18/4) dalam lanjutan kompetisi Liga Divisi Utama XIII tahun 2007. Laga tandang terakhir putaran pertama, Anderson da Silva dkk mampu mempersembahkan nilai sempurna sungguh merupakan perjuangan yang fantastic ditengah krisis kemenangan tandang akibat perlakuan wasit yang selalu menghantui atau kalau tidak mau dikatakan poin PSS Sleman selalu dirampas wasit.
Tapi sudahlah dan anggaplah fenomena wasit ternyata tidak selamanya merugikan skuad Super Elja
Tanpa mengecilkan perjuangan pemain lainnya, pujian khusus layak diberikan kepada Chistian G Castano,’si anak manis’ benar-benar memberikan kontribusi yang luar biasa bagi kemenangan PSS Sleman. Kunci keberhasilan PSS Sleman dalam mengalahkan PSIS Semarang adalah strategi dan penunjukan Ruddy W Keltjes dalam mematikan Julio Lopes dan kedua wingback. Dan nampaknya strategi jitu ini masih akan berlanjut saat PSS Sleman menjamu Persija Jakarta yang akan berlangsung Sabtu (21/4) di Stadion Maguwoharjo Jogyakarta
Suasana skuad PSS Sleman sedang benar-benar kondusif, dan sedang pada kepercayaan diri yang tinggi, ini menjadi modal sangat berharga untuk meraih hasil maksimal mengalahkan Persija Jakarta. Dalam kondisi euphoria seperti yang sedang dirasakan PSS Sleman, penting sekali ditanamkan kepada Anderson da Silva dkk, agar jangan sekali-kali melebih-lebihkan kekuatan lawan atau menganggap remeh lawan.
Percayalah nama PSS Sleman tetap diperhitungkan setelah PSMS Medan dan PSIS Semarang berhasil dikalahkan.
Menghadapi Persija Jakarta, PSS Sleman berpeluang untuk memenangkan pertandingan, karena permainan Persija Jakarta tidak jauh dengan PSIS Semarang dan Persib Bandung. Kalau di Persib ada Nyeck Nyobe dan di PSIS Semarang ada Ebi Sukore di persija punya Javier Rocha, hanya bedanya Javier Rocha lebih banyak beroperasi mendampingi Agus Supriyanto mengendalikan supply bola dari belakang ke tengah.
Serangan Persija Jakarta sebenarnya lebih banyak mengandalkan serangan sayap lewat Atep dan Francys Wawekang. Dan Ruddy W Keltjes tau persis, siapa pemain yang disiapkan untuk melumpuhkan gelandang serang Persija Jakarta, sebagaimana PSS Sleman berhasil menjinakkan Harry Salisburi dan M. Ridwan di Semarang
Keberadaan Fajar Listiyantoro yang ditempatkan sebagai striker, telah memberikan warna tersendiri di lini depan PSS Sleman. Karena secara teknis Ruddy W Keltjes membutuhkan striker bertype destroyer, selain memicu persaingan sehat juga sebagai alternative kebutuhan striker yang diinginkan. Ferry Setiawan atau Fajar Listiantoro yang punya naluri membunuh atau eksekutor sedangkan Chistian G Castano dapat memerankan sebagai tandem. Semoga ketiganya dalam kondisi fit dan siap memberikan yang terbaik buat PSS Sleman.
Satu hal yang perlu diperhatikan Ruddy W Keltjes adalah cara bermain Persija Jakarta yang dewasa. Selalu ingin menguasai jalannya pertandingan, Bambang Pamungkas dan Aliyudin selalu sabar dan tidak memaksakan diri untuk menyerang jika tidak memungkinkan, dipilih timing yang tepat untuk menyerang dan tak heran jika Persija Jakarta selalu unggul dalam ball possession. Dua striker local Persija Jakarta sangat licin dan pandai dalam menempatkan diri, untuk itu setiap pergerakan Aliyudin dan Bambang Pamungkas harus selalu diperhatikan. Keduanya mempunyai kecepatan dan naluri mencetak gol dari lini kedua
Menyebut Persija Jakarta selalu tergambar tim besar dengan materi pemain terbaik, tetapi justru bagi PSS Sleman menjadi tantangan untuk mengalahkan Persija Jakarta. Tidak akan ada kemenangan tanpa kerja keras, dan “The Slems” PSS Sleman telah bertekat untuk sapu bersih dua laga kandang sebelum masa jedah kompetisi. Kita doakan, dan semoga berhasil
[ by : Sri_QQ ]


