Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Matikan Julio Lopez, Percaya Diri dan Tetap Fokus

16 April 2007

(GINASTHEL MBAH DHIRON)

Untuk kesekian kalinya “The Slems” PSS Sleman harus menerima kenyataan bahwa, kekalahan selalu diawali dengan keputusan wasit memberikan hadiah pinalti. Pertanyaan sederhana, apakah Anderson da Silva, Dedi Sutrisno, Dwi Adi dan pemain PSS Sleman lainya main kasar dan asal tebas didalam kotak pinalti ? Ataukah aksi diving striker lawan yang tidak luput dari pengamatan wasit ? Atau barangkali factor lain, hingga fair play yang telah diperagakan pemain PSS Sleman harus ternoda oleh oknum wasit ? Kalau dilihat dari kartu kuning bahkan merah yang diterima pemain pertahan PSS Sleman, rasanya tidak ada korelasinya antara kuantitas jumlah kartu dengan hukuman pinalti yang diterima.

Ah, kayaknya tidak adil bila hanya menimpa pada skuad Super Elja dan semoga kejadian sandiwara pinalti yang menimpa skuad Ruddy W Keltjes tidak terulang lagi atau setidaknya Anderson da Silva dkk dapat dengan iklas menerima putusan yang merugikan tersebut. Toh sebenarnya pertandingan hanya sebuah permainan, dan entah siapa lagi yang dapat menjadi actor terpuruknya PSS Sleman akibat sandiwara sekelas sinetron berjudul pinalti

Laga tandang terakhir “The Slems” PSS Sleman saat dijamu PSIS Semarang yang akan berlangsung Rabu, (18/4) di Stadion Jatidiri Semarang memang terasa berat bagi PSS Sleman, selain materi pemain yang dimiliki PSIS Semarang relative diatas PSS Sleman asuhan pelatih Bonggo Pribadi ini belakangan ini terus menunjukkan tren menanjak. Setelah Semen Padang dan Persija Jakarta dipaksa pulang dengan tangan hampa, Persib Bandung juga kesulitan meraih point penuh, dan Julio Lopez bomber asal Cili kembali menjadi momok bagi lini pertahanan lawan. Lewat akselerasi khasnya, dengan bola tetap menempel di ujung kaki, dia mampu melewati dua atau tiga pemain lawan dan akti individual skill tersebut yang sering membuahkan gol.

Memang sepak bola adalah permainan tim, namun peran Julio Lopez adalah salah satu contoh pemain bintang yang harus dimatikan oleh pemain PSS Sleman. Bagaimana dan siapa yang akan ditugasi untuk mematikannya, jangan sampai keliru mengambil keputusan. Kajilah dengan cermat, baik karakter lawan maupun pemain yang akan menjalankan tugas berat itu.

Sekali lagi, suka atau tidak suka, PSS Sleman harus memberikan perhatian ekstra terhadapnya. Mematikan dia sama dengan melumpuhkan separuh daya serang PSIS, serangan PSIS lebih banyak tertumpu kepadanya. Tidak pelak, Julio Lopez adalah striker yang dibutuhkan seorang bomber sejati, skill di atas rata-rata serta tubuhnya yang agak gempal membuatnya kian sulit dihentikan. Selain cepat, dia juga kuat. Namun, yang paling berbahaya adalah naluri melepaskan tendangan dan ketajaman kedua kakinya.

Yang perlu diingatkan sang pelatih PSS Sleman Ruddy W Keltjes adalah Julio Lopez tidak hanya berbahaya di kotak penalti. Untuk menghindari pressing ketat defender lawan, dia tidak jarang beroperasi dari lini kedua, menjemput bola, membuka ruang, menyuplai bola-bola kepada rekannya, dan sesekali mengeksekusinya sendiri. Jadi hanya satu cara, temple ketat dan matikan pergerakan Julio Lopes !!

Di skuad PSS Sleman memang ada Agus Purwoko, tetapi untuk membuat Julio Lopes tidak berkutik nampaknya tidak ada pilihan lain bagi Ruddy W Keltjes kecuali menugaskan Francis Mbonjo Etouke untuk melaksanakan tugas berat itu. Sejauh ini, Francis Mbonjo Etouke memang berhasil mematikan striker berbahaya lawan, mulai dari Ernest (Persita), Hitta (Persema), Christian Lenglolo (Sriwijaya FC). Namun hati-hati, Lopez juga pandai sekali melakukan tipuan di dalam kotak pinalti. Akankah PSS Sleman akan dimakan sandiwara pinalti lagi ? Kita lihat saja kepemimpinan wasit

Kalau melihat karakter Julio Lopes, barang kali perlu dipertimbangkan atau setidak-tidaknya Agus Purwoko dapat disiapkan sebagai alternatif. Sejauh ini, Agus ‘Grandong’ Purwoko lebih mampu menjaga emosi, daya intersepnya tidak perlu diragukan lagi. Yang tak kalah pentingnya, Agus Purwoko tidak akan kalah power dan berani berduel meskipun temperamennya dingin.

Sebetulnya selain Julio Lopes, PSIS Semarang juga mempunyai pemain gelandang yang perlu diperhatikan Ruddy W Keltjes. tiga gelandang PSIS Semarang yaitu Harry Salisburi, M. Ridwan, serta Ebi Sukore selain mempunyai kecepatan juga kemampuan passing yang bagus. Dan Ebi Sukore sering menjadi senjata kedua dari second line bila serangan PSIS Semarang menemui jalan buntu, Ebi Sukore justru lebih berbahaya dibandingkan dengan rekan duet Julio Lopez di depan, Khusnul Yaqin atau Cigueroa. Namun, Imam Rachmawan pasti tahu, apa yang harus dilakukannya, termasuk mematikan Ebi Sukore.

Cara paling efektif bagi Anderson da Silva dkk adalah dengan memotong aliran bola dari lini kedua dan mengatur tempo permainan. Namu, hal ini agak sulit dilakukan karena PSIS Semarang pasti akan memainkan pertandingan dengan kecepatan penuh, dan kalau PSS Sleman tidak mempu mengimbangi kecepatan PSIS Semarang, drama pertandingan AS Roma melawan Manchester United akan terjadi di Liga Indonesia

Skuad PSS Sleman harus tetap yakin. dengan tekad kuat, kepercayaan diri, dan tidak terpancing emosi serta memanfaatkan kelelahan pemain PSIS Semarang setelah melakoni pertandingan berat melawan Persib Bandung, apalagi dua pemain belakang PSIS Semarang Foffe Kamara dan Zoubairou absent, pastilah “The Slems” PSS Sleman bisa berbuat banyak guna meruntuhkan PSIS Semarang dikandangnya . Mari kita doakan bersama dan semoga berhasil …. !!

[ by : Sri_QQ ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar

Salman AE di Jakal 12,5 | 17 Apr 2007 00:05:36
yup waspadai Julio Lopez,karena dia adalah pemain yang kreatif.Selain itu waspadai juga kedua sayap PSIS yang bs jadi merepotkan pertahanan PSS.Buat Slemania cyber crew boleh ga neh gw gabung untuk kasih preview pertandingan PSS.jayalah selalu PSS kuw
agus di bekasi | 17 Apr 2007 08:07:56
kiper-e dilatih pinalti.........................!!!!!!!!!!!!!
nino di bekasi | 17 Apr 2007 08:26:59
Bbrp kali last away match PSS diakhiri dgn Happy Ending. Entah knapa sy jg berasa demikian jg dgn laga Vs PSIS bsk. Posisi The Slems saat ini memang tengah terpuruk di klansmen, tp tdk dgn grafik permainan yg tengah meningkat. Semoga grafik yg meningkat ini jg diiringi dgn motivasi para pemain. Krn jika gagal meraih angka, maka 2 laga home harus dipetik scr penuh. Dan itupun hny akn membuat posisi PSS terangkat sedikit dr Zona Merah. Yah, mmg hrs diakui ini adalah kesalahan Manager yg telat mengambil keputusan. Soal pelatih dan pemain. Kl mbah Mul mmg cinta PSS tentunya pd putaran ke2 hrs dilakukan evaluasi dan pergantian pemain2 yg dianggap krg mampu bersaing di level divisi utama. Brapapun dana yg hrs dikeluarkan. Yg penting target PSS masuk liga super bs terpenuhi. Tentunya hal itu harus dilakukan, kl mbah Mul gak ingin dilengserkan. Last but not lease...Lets pray togeter for last match away PSS tomorow, hoping may PSS can steal at least 1 poin......Amien.....
Nurdin di Makassar | 17 Apr 2007 09:48:02
Sejauh ini Sepak Bola di Indonesia tidak akan jauh-jauh dari "Sinetron Penalti dan Sejenisnya" maka dari itu kita gak usah terlalu menyalahkan atau mengeluhkan hal tsb. Kalau memang mau mengatasi DRAMA tsb ya satu-satu jalan kita harus bisa bermain sebaik mungkin, cetak gol yang banyak dan "BERSIH" supaya tidak di "UTAK-ATIK" oleh wasit & hakim garis, kalaupun kita dikerjai bila sudah unggul gol banyak kan sdh lumayan. Yang jelas kita harus introspeksi, harus memperbaiki diri dsb untuk mewujudkan kemenangan. Semoga disisa pertandingan PSS dapat selalu meningkatkan kinerjax dan apa yang dicita-citakan masyarakat Sleman akan terkabul.AMIIIIIIIIIN!
Emprit di Sawah | 17 Apr 2007 10:30:22
No Coment Ach...
SuperBond di SlemanBanget | 17 Apr 2007 11:11:36
Usul... Mbok Kiper'e kae dilateh nubruk bal..Ojo Sok ngenteni neng ngisor gawang...Kurang kendel kae.... Skalian Stikernya diajarin Diving, biar bisa dapet hadiah penalti.. Mosok PSS yang selalu kena dampak dari Diveing Pemain lawan, sehingga PSS selalu kalah....Ayo Maju Terrrus ELJA.....Pantang Mundur...Tembus SUPERLIGA.....
SLEMANIA COWBOY di SLEMAN | 17 Apr 2007 11:22:03
Pemain asing seperti Julio Lopez, Alfredo Figueroa, Ebi Sukore Harus Diwaspadai. Pemain asing lain seperti Zoubairoe juga harus diwaspadai karena sering membantu penyerangan. Untuk pemain lokal Khusnul Yaqien perlu diberi perhatian khusus, tusukan2nya terbukti mapu mempersulit Persija. Stok kiper ditambah, nyari yang seperti Markus Horison. Galih Sudaryono juga gak dipake sama semarang, mending diambil saja.
Manuk di gabur neng Semarang | 17 Apr 2007 12:26:33
Waspadai faktor2 "NT"
Manuk di gabur neng Semarang | 17 Apr 2007 12:26:40
Waspadai faktor2 "NT"
sontrot di godean | 17 Apr 2007 13:22:44
jangan lupa waspadai julio lopez dan juga gelandang PSIS.kalau bisa menagin pertandingan itu supaya bisa masuk liga super aku disini mendukungmu selalu BRAVO PSS.