11 April 2007
Setelah menjamu PSMS Medan di Stadion Maguwoharjo Jogyakarta, Selasa (10/4), “The Slems” PSS Sleman akan kembali menjalani partai away. Tanpa memiliki waktu istirahat yang cukup, Anderson da Silva dkk. harus bertarung melawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya Lamongan, Minggu (15/4) dan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu (18/4) dalam lanjutan Liga Divisi Utama XIII, tahun 2007.
Setelah menjalani tiga partai tandang sebelumnya di Bandung, Bogor dan Tangerang, kemudian dua partai kandang menjamu PSSB Bireuen dan PSMS Medan, stamina skuad PSS Sleman benar-benar terkuras dan dalam kondisi kelelahan.
Dua pertandingan tandang ke Lamongan dan Semarang tergolong cukup berat, karena materi pemain yang dimiliki Persela Lamongan dan PSIS Semarang boleh dibilang diatas PSSB Bireuen tetapi dibawah PSMS Medan. Dua calon lawan yang akan dihadapi PSS Sleman, nampaknya sang pelatih Super Elja Ruddy W Keltjes harus menerapkan skala preoritas, terutama dalam me-line up pemainnya guna menjaga performa skuad PSS Sleman tetap dalam kondisi puncak. Mungkin, dengan menambah kuato jumlah pemain yang dibawa ke Lamongan dan Semarang akan memberikan suplemen secara spikologis, setidaknya rasa kebersamaan akan membangkitkan on fire bagi Anderson da Silva dkk.
Selain tetap menjaga performa, barangkali yang juga diwaspadai oleh Ruddy W Keltjes adalah faktor nonteknis, seperti kepemimpinan wasit. Kewaspadaan terhadap kinerja wasit meski diwaspadai menjelang berakhirnya putaran pertama kompetisi.
“Maaf…,Biasanya menjelang berakhirnya kompetisi, tuan rumah selalu diuntungkan wasit untuk mengamankan klasemen”. Untuk itu Anderson da Silva dkk harus tetap fight dalam bertanding dan jangan sampai terpengaruh kepemimpinan wasit.
Beratnya perjuangan PSS Sleman di Lamongan dan Semarang juga karena terkurasnya stamina Agus Purwoko, Fajar Listiyantoro, Andri Yoga, Choirul Anam, Ferry Setiawan dan pemain lainnya. Setelah bertanding melawan Persikabo Bogor (31/3) praktis Anderson da Silva tidak memiliki masa recovery yang cukup dan harus melakukan pertandingan away di Lamongan dan Semarang pasti mengalami kelelahan hebat. Memiliki waktu kurang dari empat hari dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya tentunya sangat menguras energi dan konsentrasi.
Meskipun demikian, PSS Sleman mau tidak mau dan suka tidak suka tidak boleh mengeluhkan padatnya jadwal pertandingan. Manajer PSS Sleman Hendricus Mulyono, selayaknya menjanjikan pemberian bonus plus kepada pemain bila berharap PSS Sleman tetap berada di jalur kemenangan, sehingga target meraih point pada laga tandang maupun kandang dapat direalisasikan. Begitu juga dengan Slemania, sebagai pengawal Super Elja harus memberikan support total tanpa kenal lelah dimanapun PSS Sleman bertanding.
Sekarang dibawah sang pelatih Ruddy W Keltjes, tidak boleh lagi ada dikotomi kandang dan tandang. Bagi PSS Sleman, semua pertandingan harus dimenangkan, sekalipun itu partai tandang. Untuk partai tandang, “The Slems” PSS Sleman sudah membuktikannya di Banda Aceh dan Tangerang, meskipun baru menuai hasil imbang.
Seberat apa pun partai yang harus dijalani PSS Sleman, dalam dua pertandingan away di Lamongan dan Semarang, para pemain harus berusaha menjaga performa terbaiknya. Agar bisa menjaga performa, kewaspadaan Ruddy W Keltjes tidak ada pilihan lain kecuali me-line up pemain yang benar-benar dalam kondisi prima. Tidak ada istilah pemain asing dan local, semua pemain harus siap memberikan yang terbaik untuk PSS Sleman
"Tidak ada istilah bermain bertahan, kalau menang ya menang dan kalaupun harus kalah ya dengan perjuangan pantang menyerah” Demikian on fire sang pelatih Ruddy W Keltjes dalam mengantarkan “The Slems” PSS Sleman berada pada konsistensi jalur kemenangan.
Berjuanglah !!, hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esuk lebih baik dari hari ini. Bravo PSS Sleman dan Viva Slemania ……..
[ by : Sri_QQ ]


