09 April 2007
Tidak banyak pilihan di lini depan PSMS Medan. Hal inilah yang memang patut dipikirkan secara lebih seksama oleh arsitek PSMS, Freddy Muli. Kali ini kubu Ayam Kinantan kembali diterpa masalah.
Bila dalam dua pertandingan terakhir PSMS Medan lebih menargetkan duet striker Saktiawan Sinaga dan Boy Jati Asmara menyusul turunnya performa striker impor asal Liberia, Frank Seator maka di pertandingan nanti Sakti tidak akan dimainkan oleh Freddy.
Alasannya jelas, kala menghadapi Persib yang juga menjadi salah satu partai terbaik Liga Indonesia 2007 tersebut, Saktiawan mendapat kartu kuning di menit 80-an. Pemain ini dianggap wasit Alil Rineggo terlalu mengulur tempo waktu permainan. Ya Sakti memang kala itu menyempatkan diri untuk membuka decker kakinya di lapangan padahal Frank Seator telah bersiap-siap dipinggir lapangan menggantikan Sakti. Sedang satu kartu kuning lainnya Ia peroleh di Medan ketika menghadapi PSSB Bireuen.
Menurut Freddy Muli ketidakhadiran Saktiawan tidaklah membuat Ia merasa terlalu cemas. Pasalnya kala menghadapai Semen Padang dan Persija, Freddy menurunkan duet Frank Seator dan Boy Jati Asmara di lini depan. Hasilnya, Ayam Kinantan mampu menang 1-0 atas Semen Padang di Padang meski kemudian kalah 0-2 di Jakarta melawan Persija.
Selain itu, PSS Sleman bukanlah satu tim yang cukup pantas diperhitungkan. Meski sepakbola bukanlah satu kumpulan rumus matematika, namun bila berkaca pada klasemen, maka anak asuhan Rudi Keljes tersebut masih berada di zona degradasi dan secara kualitas pemain, Sleman masih berada di bawah PSMS Medan.
Yang menjadi faktor utama penghalang PSMS Medan meraih nilai sempurna tidak lain adalah faktor stamina. Setelah mengalami laga melawan Persib Bandung yang dimainkan dalam tempo cepat ditambah permainan yang keras menjurus kasar serta tekanan dan aksi terror dari oknum, kini PSMS yang bergerak ke Sleman menaiki kereta api pagi tadi dari Bandung harus menghadapi perjuangan anak-anak Sleman yang ingin keluar dari zona degradasi. Belum lagi Sleman mendapat semangat baru setelah tim tersebut berhasil mengalahkan PSSB Bireun.
Di pertemuan terakhir PSMS Medan dengan PSS Sleman, PSMS berhasil menahan imbang PSS Sleman dengan skor kaca mata di Stadion Tridadi Sleman dua tahun lalu.
Dari kubu PSS dilaporkan, hingga berita ini diturunkan belum ada kepastian akan starting linr up untuk menghadapi PSMS. Saat ini praktis hanya Slamet Nurcahyo yang diragukan fisiknya, karena cedera engkel yang dialaminya sempat kambuh ketika menghadapi PSSB Bireun, dan terpaksa ditarik keluar. Namun demikian, rasa optimis tetap diusung oleh kubu tuan rumah.
Sementara itu, Ketua Umum R Supriyoko menegasakan bahwa Slemania akan tampil all out guna memberikan support kepada parapemain PSS. Harapannya, dalam laga besok sore, seluruh anggota Slemania dapat hadir di Stadion, karena saat ini prestasi PSS sedang meningkat. Sebagai pemain ke 12 kita harus mampu menekan mental lawan, ujarnya. Mas Yoko juga menghimbau kepada seluruh slemania untuk selalu tertib baik di dalam maupun di luar stadion, terutama pada saat menuju ataupun pulang dari stadion.
[ by : boy/admin ]


