06 April 2007
(GINASTHEL MBAH DHIRON)
Tidak dapat dipungkiri, bahkan tidak dapat pula disembunyikan !! Sebuah pesta kemenangan sudah disiapkan Slemania pendukung setia PSS Sleman. Pasalnya, “The Slems” PSS Sleman sudah sangat haus akan sebuah kemenangan, dari 11 kali bertanding PSS Sleman baru sekali merasakan indahnya sebuah kemenangnan, dan nampaknya match days ke-12 yang akan dilakoni PSS Laskar Sembada saat menjamu PSSB Bireun yang akan digelar Sabtu (7/4) di Stadion Maguwoharjo Jogyakarta, akan menjadi pelampiasan Slemania kalau saja PSS Laskar Sembada berhasil mengalahkan tamunya PSSB Bireun.
Melihat trend kinerja Ruddy W Keltjes dalam melakoni tiga tandang terakhir, memang skuad PSS Sleman belum menuai hasil maksimal, tetapi keberhasilan Anderson da Silva dkk mampu menahan imbang 0-0 melawan Persikota tentu akan memberikan motivasi yang tinggi untuk memenangkan pertandingan melawan PSSB Bireun
Hampir sama dengan PSS Sleman, pasukan Cot Gapu Bireun ini juga ditangani pelatih anyar Halilintar Gunawan menggantikan Zulkarnaen Pasaribu menerapkan pola permainan 4-4-2, artinya lini belakang PSSB Bireun yang digalang Muhammad, A Wahed, Afrizal dan Eric Saputra terbukti ampuh dalam menghalau serangan yang datang dari sektor sayap kanan dan sayap kiri. Untuk itu PSS Sleman rasanya tidak efektif bila memperagakan serangan diagonal crossing yang biasa dilakukan Fajar Listiantoro dari sektor kanan atau Andri Yoga.
Memaksimalkan centre line dengan mendorong Francis Mbonjo Etouke untuk berkolaborasi dengan Slamet Nurcahyo dan Rahel Tuasalamony atau barangkali Juan Dario Battala diline up tentu akan lebih efectif mengingat suplly bola dari Agus Purwoko, Imam Rochmawan dan Choirul Anam belum maksimal untuk memainkan cepat dan masih mudah dipatahkan lawan. Meskipun demikian yang harus diperhatikan sang pelatih Ruddy W Keltjes adalah permainan ngotot dan keras menjurus kasar dari N Jento Chistian, Muklis dan Khoirul Huda di lini tengah, sehingga perebutan centre line ini akan menjadi pertarungan yang tidak hanya melelahkan tetapi akan diwarnai dengan pelanggaran-pelanggaran
Peran striker asing PSSB Bireun Diego Mandieta dan Mani Charles, sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi Anderson da Silva dan George Oyebode Oyedepo, apalagi Ruddy W Keltjes sudah pas dengan Urip Istiaji yang ditempatkan sebagai libero. Hanya saja Diego Mandieta harus tetap diwaspadai, karena lewat kecepatan dan kecermatan melakukan tendangan volli cukup akurat
Satu hal yang tidak dapat dikesampingkan adalah peran Chistian Gaston“si anak manis” Castano yang sudah mampu mencetal gol, artinya Castano tentu memiliki kepercayaan diri untuk mengulang sukses seperti saat PSS Sleman melawan Persikabo Bogor dimana Castano menjaringkan gol. Sayang Castano masih sering berlama-lama memainkan bola didepan gawang lawan, sehingga tandemnya Rerry Setiawan, Busari atau Roni Irawan kelihatan tidak padu. Untuk itu, seandainya striker PSS Sleman kesulitan dalam menembus pertahanan Muhammad, A Wahed, Afrizal dan Eric Saputra tidak ada salahnya Ruddy W Keltjes memaksimalkan peran second striker untuk membobol gawang PSSB Bireun yang dijaga Ismail Toldo
Meskipun harga sebuah kemenangan sangat dinantikan oleh pendukung PSS Sleman, tetapi dengan tidak bermaksud menggurui Ruddy W Keltjes selayaknya Anderson da Silva dkk harus berusaha memenangkan centre line. Dan kalau berhasil tentu “The Slems” PSS Sleman akan menuai kemenangan meskipun harus melalui perjuangan yang berat, .........(semoga berhasil)
[ by : Sri_QQ ]


