03 April 2007
(GINASTHEL MBAH DHIRON)
Kalimat diatas dibaca lucu dan wagu, dua kali “The Slems” PSS Laskar Sembada bertanding dengan hasil skore akhir 1-2 saat melawan Persib Bandung dan 2-3 saat melawan Persikabo Bogor, kok dikatakan menang. Mungkin hanya satu diantara seratus pengamat sepak bola dalam negeri yang berani mengatakan bahwa PSS Sleman menang.
Memang secara hitungan matematis selisih gol yang didapat PSS Sleman lebih kecil dibandingkan lawannya sehingga PSS dihitung kalah. Tetapi sebenarnya dilihat dari kualitas permainan Anderson da Silva dkk tidak hanya mampu mengimbangi permainan lawan, tetapi justru mampu mendominasi pertandingan. Dan inilah kemenangan PSS Sleman jika dilihat dari dimensi yang berbeda. Mungkin, karena factor bermain tandang atau tidak konsistensi, kurangnya konsentrasi dan komunikasi lini pertahanan Oyebode George penyeba terjadinya gol cepat balasan lawan. Dan inilah yang menyebabkan dewi fortuna belum berpihak pada PSS Laskar Sembada.
Untuk itu, dalam pertandingan match days ke-11 saat PSS Sleman menantang Persikota Tangerang yang akan digelar Selasa (3/4) di Stadion Benteng Tangerang, konsentrasi dan konsistensi Anderson da Silva dkk harus ditingkatkan. Dalam pertandingan sepak bola konsentrasi, komunikasi dan konsistensi harus selalu diperhatikan. Lengah sedikit saja dalam hitungan menit bisa menjadi malapetaka terjadinya gol !
Meskipun PSS Sleman dan lawannya Persikota Tangerang sama-sama dibawah garis merah zona degradasi, tetapi pertandingan nanti menjadi sangat penting dan peluang PSS Laskar Sembada untuk memenangi pertandingan sangat terbuka, kalau saja ritme permainan yang ditampilkan Ruddy Wiliam Keltjes sama saat meladeni Persib Bandung dan Persikabo Bogor
Hadirnya Urip Istiadji sebagai libero tentunya akan menjadikan irama permainan PSS Sleman lebih bervariasi, Urip Istiadji memiliki kepintaran dalam mengatur lini tengah dan didukung dengan umpan-umpan akurat kepada Fajar Listiantoro, Iman Rohmawan dan Rahel Tuasalamony. Urip Istiadji juga diharapkan menjadi jembatan penghubung serangan dari lini pertahanan hingga ke depan, dan centre line inilah yang harus dimenangkan Anderson da Silva dkk untuk memenangkan pertandingan, mengingat Persikota Tangerang roh permainan yang dibawa mundari Karya mengandalkan Reswandi, Bruno, Esteban dan Jumadi Abdi dari lini tengah
Melakukan serangan lewat sayap kanan dan kiri, rasanya Choirul Anam dan Agus Purwoko dapat menjalankan tugasnya dengan baik, mengingat sector sayap kanan Persita Tangerang yang dihuni Nasuha dan Yudhi Ramanda di sector sayap kiri kecepantannya kurang baik jika dibandingkan dengan kecepatan lini tengahnya
Meskipun lini depan Persikota Tangerang mengandalkan dua striker asing Baoum dan Eppala, keduanya terkesan bermain lambat. Barangkali yang perlu diwaspadai oleh Oyebode dan Anderson da Silva adalah tandukan kepala dari diadonal cross atau tendangan dari bola-bola mati.
Diturunkannya kembali “si anak hilang” Ferry Setiawan yang kemungkinan akan berduet dengan Christian G Castano tentunya akan menjadi momok bagi penjaga gawang Persikota Tangerang, apalagi Christian G Castano telah mengemas gol tentu akan menambah motivasi untuk menambah gol. Dan kesempatan kali ini sangat terbuka kalau saja Christian G Castano tidak terlalu lama mengolah bola, artinya seorang striker harus berani mengambil tindakan dalam hitungan detik bola harus sudah ditentang diarah gawang Persikota
Kalau dalam dua laga terakhir PSS Laskar Sembada mampu memenangkan pertandingan tetapi kalah dalam selisih gol, rasanya melawan Persikota Tangerang saatnya “The Slems” PSS Sleman akan memenangkan pertandingan sekaligus memenangkan dalam selisih gol, ……….. Lakukanlah !!, semoga berhasil
[ by : Sri_QQ ]


