Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Rudy Tekankan Disiplin Ke Pemain

29 March 2007

Belum genap 1 bulan memimpin PSS, pelatih baru Rudy William Keltjes mulai menegaskan pentingnya kedisiplinan bagi pemain. Hal ini, ditunjukkannya dengan membuat peraturan baru bagi pemain PSS. Peraturan itu antara lain;
1. Pemain yang tidak mengikuti latihan mendapat sanksi berupa denda.
2. Jam keluar ataupun bertamu di Mess sampai dengan pukul 22.00 WIB
3. Dilarang Merokok di dalam mess, dan selalu menjaga kebersihan kamar.
4. Dilarang bersinggungan dengan hal-hal yang terkait Judi dan Narkotika.
5. Dalam mengikuti latihan, setiap pemain harus menggunakan peralatan latihan lengkap.
6. Bila melanggar peraturan di atas, dikenakan sanksi berupa pemutusan kontrak dengan peringatan terlebih dahulu.

Sementara itu, Slemania mendapat kehormatan untuk live perfomance di i-radio Jogja, dalam rangka memeriahkan HUT ke-1 radio yang bermarkaas di jalan kaliurang tersebut. ddalam acara tersebut, slemania diwakili oleh Daru Supriyono,SH (Sekum Slemania); Paulinus "Boy" S (Humas Media); Themel cs (Copeer Slemania). selesai live performancce, dilakukan acara pemotongan tumpeng oleh pimpinan i-radio. Slemania kembali mendapat kehormatan untuk menerima potongan tumpeng yang pertama.

[ by : boy/admin ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar

Nendra V W di Sleman barat | 29 Mar 2007 07:51:58
Betul Bung Rudy, itulah kelemahan selama ini, Pelatih kurang tegas dan tidak mengerti keadaan pemain, pemain jadi seenaknya sendiri dan kurang bertanggung jawab, Bung Rudi teruskan perjuanganmu mengangkat PSS dari jurang penderitaan
Manuk di Sleman | 29 Mar 2007 08:57:26
Setuju....Bung Rudy....biar lebih disiplin...lha wong dibayar larang nganggo duit rakyat je...yg gak terbiasa tertib pst nnt kelihatan...terutama sng gaweane mendem A-Mer....he..he..rasah tersinggung lho mas pemain...ojo dumeh pemain asli Sleman trus sakkerepe dewe
astar komarudin di depok | 29 Mar 2007 09:43:36
Keren tu bisa live di radio...umumkan dong di radio tentang keperkasaan PSS yang sesungguhnya.
matrix di moyudan | 29 Mar 2007 11:37:18
Betul! Ngono kuwi Om Rudy. Pemanin kudu ditegasi men ra sak penakke dewe. Trus soal porsi latihan fisik ditambah, itu sangat bagus sekali mengingat fisik para pemain kita yang lembek. Tanpa fisik yang bagus gimana kt bisa menang? ya nggak boz!
krisno di Jakarta | 29 Mar 2007 11:49:23
Untuk menjadi tim yang profesional, haruslah ditunjang dengan sikap profesional baik itu manajemen, pelatih, pemain dan juga suporter. Mulai dari pola berfikir dan lainnya sampai dengan tanggung jawab masing masing. Jadi baik itu pemain maupun suporter juga musti tanggung jawabnya.
KLP di SLMN | 29 Mar 2007 12:28:04
Betul Pak Rudy....biar tambah meningkat prestasinya....
lady di jogja | 29 Mar 2007 13:08:09
semoga peraturan terlaksana,dan kita tdk akan lihat wajah2 si penjahat kelamin castano dan batalla setiap malam clubbing dengan menjilati gadis2 jogja. mereka merusak citra pss,sudah banyak korban cewek2 jogja yang sudah "diperkosa oleh mereka.mereka pikir karena mereka terkenal bisa seenaknya saja.GO TO HELL!!!!if you dont believe me,ypu can find them easily in hugos or caesar. FUCK CASTANO!!!!!!!!!
DjVaNs di Plbg | 29 Mar 2007 17:08:24
Se.7 bgt dgn poin 3&4. Judi bikin kere,narkoba bikin otak bebel,rokok bikin cpt ngos2an [nek aku gpp ngrokok coz bkn atlit]. Se.7 jg dgn Lady, itu bikin pamor jeblok.
cannabis di slemania di jakarta | 30 Mar 2007 00:19:24
Seep... gitu dong.. untuk membangun suasana tim yang bagus smua harus dimulai dari kedisiplinan.. baek pemain asing/lokl. pokoke maju terus PSS.. walo aku jauh di jakarta.. tapi hatiku tetep deket kamu PSS... hidup super elja
terkenal di mana? | 30 Mar 2007 13:59:49
Betul, Castano dan Batalla memang terkenal, terutama terkenal jeleknya kalo main bola...pulangkan saja?