22 March 2007
Sumber Stres Bagi Pemain Bola
Stres merupakan gejala keseimbangan diri untuk dapat beradaptasi terhadap adanya perubahan baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Jika seseorang berada dalam keadaan stres, maka seluruh pola hidup dan kesehatannya juga akan terganggu sehingga produktivitas kerjanya menurun (Smith, 1993).
Berbagai penelitian dalam bidang psikologi olahraga (al. Hoedaya, 1997; Madden et. al., 1995) juga membuktikan bahwa stres dapat menurunkan prestasi atau setidaknya mengganggu kelancaran pelaksanaan latihan. Dengan demikian stres perlu dihindari dan atlit perlu diajarkan cara-cara untuk menangani stres ("coping with stress").
Untuk dapat mengajarkan cara-cara mengatasi stres, perlu terlebih dahulu diketahui situasi-situasi bagaimana yang dapat menimbulkan stres. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi mengenai hal-hal atau situasi apa saja yang menjadi surnber stres bagi pemain bola
Berdasarkan berbagai kajian teoretis, stres dalam olahraga dapat bersumber dari hal yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan olahraga. Smith (1986), menemukan bahwa stres yang dialami atlit dalam penelitiannya timbul pada saat latihan, sebelum pertandingan, saat pertandingan, dan setelah pertandingan. Penelitian lainnya (Gould et al., 1993: Nasution, 1998; Nasution et al., 1997) juga mengidentifikasi sumber stres yang tidak berhubungan dengan olahraga. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan diidentifikasi situasi apa sajakah yang dapat menyebabkan stres bagi atlit baik yang berkaitan atau yang tidak berkaitan langsung dengan olahraga.
Instrumen Penelitian
Penelitian identifikasi sumber stres ini merupakan studi kualitatif. Untuk mendapatkan masukan sebanyak mungkin dengan waktu yang terbatas, maka diharapkan metode survey yang menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan pertanyaan terbuka. Inti pertanyaannya adalah mengenai pengalaman pemain mengenai situasi atau hal yang berhubungan maupun yang tidak berhubungan dengan olahraga, yang dapat menimbulkan stres bagi mereka.
Pertanyaan yang berhubungan dengan olahraga meliputi peristiwa-peristiwa yang dapat menimbulkan stres dalam latihan, sebelum pertandingan dan saat pertandingan. Sedangkan pertanyaan yang tidak berhubungan dengan olahraga meliputi peristiwa di luar latihan dan pertandingan serta peristiwa lain yang tidak berhubungan dengan olahaga yang dapat menyebabkan para atlit pelajar mengalami stres. Dari hal-hal yang telah dikemukakan, kemudian mereka diminta untuk menentukan sumber stres mana yang dianggap paling berat.
Pembahasan
Dimensi sumber stres yang diperoleh dalam penelitian ini, terlihat bahwa stres pada pemain/ atlit bersumber baik dari hal yang berhubungan maupun yang tidak berhubungan langsung dengan olahraga. Temuan ini sejalan dengan penelitian-penelitian serupa yang dilakukan terhadap atlit yang lebih senior (a.l., Gould, Jackson & Finch, 1993; Nasution, 1998).
Namun, bagi atlit ternyata masalah-masalah di luar olahraga, terutama masalah kehidupan di asrama dan komunikasi interpersonal dianggap lebih berat dibandingkan dengan stres yang berhubungan dengan pertandingan.. Terbukti pula dari banyaknya pernyataan yang menunjukkan bahwa masalah psikologis merupakan suatu sumber stres bagi atlit. Jika melihat kelompok usia, mereka yang masih tergolong muda kecenderungan ini wajar, dimana kematangan emosi pada usia muda memang masih labil dan ketergantungannya pada orang lain masih cukup tinggi.
Suatu hal yang tampak jelas dari identifikasi sumber stres ini adalah bahwa sumber stres yang keadaannya lebih menetap, seperti menjalankan peran sebagai atlit dan kehidupan di asrama, tampaknya lebih mengganggu di bandingkan dengan sumber stres yang kemungkinan timbulnya tidak terlalu sering, dalam hal ini suasana menjelang dan saat pertandingan.
Kesimpulan dan Saran
Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa olahragawan menghadapi berbagai sumber stres. Sumber stres tersebut terutama berasal dari kehidupan sehari-hari mereka sebagai atlit tinggal di asrama/ mess yang berada dalam satu kompleks. Agar para atlit dapat berprestasi maksimal, maka hal-hal yang dapat menyebabkan stres tersebut perlu di tiadakan atau diperbaiki.
Bersamaan dengan itu para atlit pun perlu dibekali dengan keterampilan-keterampilan psikologis agar mereka dapat menangani atau menghindari stres yang mungkin dialaminya.
(semoga bermanfaat)
[ by : Sarie/add_QQ ]


