21 March 2007
(GINASTEL MBAH DHIRON)
Terpuruknya prestasi PSS Sleman pada kompetisi Liga Divisi Utama XIII tahun 2007 selain disebabkan Anderson da Silva dkk, tidak konsentrasi penuh selama 90 menit juga karena tumpulnya lini depan.
Dalam sepak bola, pemain tidak boleh lengah walau hanya dalam waktu satu menit, karena situasi yang tidak terduga bisa terjadi. Selain itu striker tidak boleh mandul, karena kemenangan hanya bisa diraih bila striker mampu konsentrasi untuk membuat gol. Dua penyebab itulah yang harus dibenahi oleh sang arsitek baru PSS Sleman, Ruddy Keltjes
Menghadapi situasi seperti sekarang, PSS Sleman tidak perlu panic meskipun harus bertandang ke stadion Siliwangi guna menghadapi Persib Bandung, Kamis (22/3). Sebab, dalam pertandingan sepak bola selalu ada klub yang menang, kalah, ataupun seri.
PSS Sleman yang sedang terpuruk dalam setiap pertandingan adalah sesuatu yang normal saja. Namun, hal itu tidak boleh terulang kembali, dan pemain harus konsentrasi menghadapi pertandingan nanti
Sangat tidak baik kalau hanya mengingat kekalahan terus. Jangankan PSS Sleman, klub-klub besar seperti AC Milan, Liverpool, Barcelona, pernah kalah dalam pertandingan. Untuk itu performance skuad PSS Sleman yang belum baik tidak perlu disikapi secara berlebihan. Ini problema normal dalam sepak bola dan tugas pertama Ruddy Keltjes adalah memperbaiki mental pemain agar selalu bisa konsentrasi dalam pertandingan. Upaya memperbaiki mental ini dengan cara meningkatkan kebersamaan dan kerja sama.
Dua hal ini merupakan kunci utama keberhasilan sebuah klub sepak bola.
Kunci permainan Persib Bandung sebenarnya terletak pada organisasi lini tengah, Lorenzo Cabanas, Patricio Jimenez dan Suwita Patta. Untuk melewati ketiga lini tengah, sebaiknya PSS Sleman menghindari pertarungan terbuka dan sebaiknya memaksimalkan serangan sayap lewat Agus Purwoko dan Choirul Anam, terutama lewat yarap kiri pertahanan Persib Bandung yang ditempati Gilang Angga karena Gilang dalam membantu serangan kering keteteran jika mendapat counter attach
Kalau saja Fajar Listiyantoro mampu mengatasi Suwita Patta, tidak tertutup kemungkinan dari sector inilah PSS Sleman mendapatkan peluang untuk membongkar pertahanan Persib
Sebaiknya lini belakang PSS Sleman harus konsentrasi sepanjang pertandingan, Oyebode George dan Anderson da Silva harus selalu mewaspadai Redouane Barkaoui dan Zaenal Arif, sedikit bermain keras rasanya tidak haram bagi lini belakang PSS sleman untuk menghentikan kecepanan Barkaoui.
Iman Rohmawan akan menjadi kunci keberhasilan PSS Sleman, kalau saja mampu mengkoordinasi lini tengah PSS Sleman. Long passing langsung menusuk pertahanan Persib Bandung adalah gaya lama, tetapi sang arsitek PSS Sleman sebaiknya melakukan stategi tersebut untuk mengimbangi kecepatan lini kedua Persib yang secara kualitas memang diatas kecepatan PSS Sleman
Memang harus diakui bahwa atriker PSS Sleman Ferry Setiawan belum padu dengan tandemnya Castano, tetapi siapa tau justru sepeninggal Horacio A Montes striker PSS Sleman Christian G Castano mampu menunjukkan kelasnya sebagai striker yang tidak layak untuk dibangku cadangkan……………….(semoga saja)
[ by : Sri_QQ ]


