28 December 2001
Siapa yang tidak kenal Seto Nurdiyantoro eks penyerang Tim Nasional Indonesia yang juga saat ini menjadi kapten di PSS Jogja. Untuk nama Fajar Listiyantoro dari kalangan Slemania pasti nama itu sudah tidak asing lagi. Tapi untuk Bola mania di Indonesia mendengar namanya pun mungkin belum pernah.
Fajar adalah adik kandung Seto Nurdiyantor yang kali ini satu klub di PSS Jogja. Pelatih Suharno sekarang cenderung menurunkan kakak beradik ini dalam setiap pertandingan PSS Jogja. Persaudaraan antara keduanya sangat ketara di lapangan. Bahkan Seto yang lebih senior kadang "nepotisme" terhadap Fajar. Hal ini memang wajar karena Fajar juga mempunyai skill yang tak kalah dibanding pemain senior.
Setiap latihan sehari-hari keduanya selalu hadir di lapangan bersama baik mengendarai mobil Honda LX maupun berboncengan sepeda motor dari rumahnya di Kalasan. Dengan posisi yang sama sebagai penyerang kerjasama diantara keduanya terjalin kompak. Service dari sang kakak sering diberikan kepada adiknya yang karirnya mulai menanjak.
Pada pertandingan pertama (melawan Barito) tercata 3 kali tembakan Fajar mengenai tiang gawang. Ini juga merupakan service dari Seto. Gol Seto pada saat itu juga merupakan assist Fajar. Gol bermula dari lemparan ke dalam, Seto yang berdiri bebas di jantung pertahanan Barito menerima dengan baik lemparan ke dalam dari Fajar yang terkenal dengan lemparang kerasnya. Dengan sekali kontrol Seto berhasil mengecoh kiper Barito Putra.
Tidak cukup di situ, Arema Malang juga merasakan duet maut kakak beradik ini. Gol ketiga PSS saat menundukkan Arema Malang pada Piala Kraton kemarin (28/12/01) merupakan hasil dari kerjasama mereka. Fajar yang mnerobos sisi kiri pertahanan Arema melihat sang kaka berdiri bebas langsung mengirimkan umpan matang. Tanpa basa-basi Seto langsung mencocorkan bola ke gawang Arema yang sore itu dikawal Agus Setiawan.
Dengan kedua pemain ini barisan depan PSS menjadi PR bagi pertahanan tim lawan. Belum PSS menampilkan duet TARSAN (Seto-Fajar-Eksan). Sayang Eksan yang pada saat ini tidak bisa memperkuat PSS Jogja dala Piala Kraton karena dadanya terserang Herpes. Jadi kita tunggu saja PSS Jogja menjadi mimpi buruk tim musuh dengan penampilan Seto-Fajar.
[ by : yhewhe ]


