06 March 2007
GINASTEL MBAH DIRON)
Siapa yang berani memprediksi dan siapa pula yang berani memimpikan “The Slems” PSS Sleman dapat meraih point saat menantang Sriwijaya FC dalam lanjutan kompetisi Liga Divisi Utama XIII tahun 2007, yang akan digelar hari Rabu (7/3) di Stadion Jaka Baring Palembang
Bahkan, masyarakat pecinta sepak bola dalam negeri bakalan tidak yakin kalau skuad PSS Sleman bakal mampu mengimbangi permainan Sriwujaya FC. Pasalnya jelas, selain bermain dihadapan pendukung sendiri, Sriwijaya FC dihuni segudang pemain sarat pengalaman yang pernah malang melintang di Liga Indonesia. Toni Sucipto, Charis Yulianto, Firmansyah dan Benben Berlian akan menghuni pertahanan yang tidak hanya sulit ditembus striker PSS Sleman, tetapi juga punya kapasitas dan kecepatan dalam mengalirkan bola dari lini pertahanan Sriwijaya FC
Lini tengah Sriwijaya FC punya korporasi pemain yang solid yang mungkin akan menguasai centre line selama berlangsungnya pertandingan, dengan dikomandani Zah Rahan Krangar dan Carlos Renato Elias praktis ruang gerak lini tengah PSS Sleman akan kesulitan menembus pertahanan Sriwijaya FC, belum lagi penyerang Sriwijaya FC yang ditempati Christian Lenglolo Georges dan Anorue Obiora Richad tentu akan menyulitkan defender PSS Sleman yang digalang Andri Yoga, Anderson da Silva, George Oyebode Oyedepo dan Dedi Sutrisno
Lalu apakah Anderson da Silva dkk akan menyerah sebelum bertanding?, apakah PSS Sleman akan dilumat Sriwijaya FC dengan mudah?, apakah pecinta sepak bola dalam negeri akan memprediksi bahwa PSS Sleman akan menjadi korban pembantaian Sriwujaya FC? Dan apakah-apakah nada pesimis lain akan menghantui perjuangan “The Slems” PSS Sleman di Stadion Jaka Baring?
Jawaban dari pertanyaan tersebut hanya satu, yaitu “Percaya Pada Kemampuan Sendiri”. Dan itulah tekat pemain-pemain PSS Sleman dalam usahanya untuk tidak ditertawakan dimuka umum. Horicio A Montes sudah menyiapkan formasi yang berbeda dengan line up PSS Sleman saat dikalahkan Persitara Jakarta Utara. Ferry Setiawan telah bertekat untuk menambah koleksi gol bagi PSS Sleman dan Rony Irawan berketat untuk membuktikan bahwa kakinya lebih pantas dihargai dari Juan Dario “Kartu Mati” Batalla
Meskipun Sriwijaya FC diunggulkan untuk memenangi pertandingan, bukan berarti Sriwijaya FC unggul segala-galanya dan ada sebenarnya ada kelemahan yang dapat dimanfaatkan PSS Sleman. Dengan mengatur tempo permainan dan memberikan kepercayaan kepada pemain untuk berimprovisi dan mengembangkan kreatifitas permainan disektor kanan pertahanan Sriwujaya FC, setidaknya akan memudahkan Fajar Listiyantoro untuk beradu kecepatan dengan Benben Berlian dan itu sangat memungkinkan mengingat sector kanan pertahanan Sriwijaya FC dapat ditembus Persis Solo saat berujicoba di Stadion Manahan Solo beberapa waktu lalu, dan ingatan kita masih segar kala Persib Bandung beberapa kali mengancam pertahanan Sriwijaya FC lewat kelemahan sector kanan tersebut
Barcelona juara bertahan dengan dukungan suporternya dalam laga 16 besar Liga Champion dan tidak terkalahkan dikandang sejak tahun 2003, akhirnya harus mengakui kemenangan Liverpool dengan skor 1-2. Pelatih Barcelona, Frank Rijkaard menurunkan formasi menyerang dengan Lionel Messi, Javier Saviola dan Ronaldinho menjadi barisan penyerang dan mampu menguasai permainan sepanjang permainan. Namun strategi menyerang ini kemudian justru berbalik memukul Barcelona, lewat serangan balik Liverpool memetik gol kemenangan lewat John Arne Riise.
Kalau Liverpool mampu membungkam Bercelona didepan pendukungnya sendiri dan Rafael Benitez mampu menterjemahkan artikulasi dari percaya pada kemampuan sendiri, mengapa Horacio A montes tidak?
Yah, ……… sulit memang “The Slems” PSS Sleman untuk sekedar meniru Liverpool untuk menterjemahkan artikulasi Rafael Benitez, tetapi semua bisa terjadi kalau percaya pada kemampuan sendiri menjelma menjadi go, ….. fight, ....., win…..
[ by : sri_qq/crew ]


