16 May 2006
Badan Liga Indonesia (BLI) bertindak sigap terhadap kemungkinan adanya gangguan alam yang dapat mempengaruhi jalannya kompetisi di Liga Indonesia 2006 kali ini. Ancaman letusan gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY-Jateng membuat BLI berniat mengalihkan beberapa pertandingan yang melibatkan tim yang lokasinya dekat dengan Gunung Merapi, yakni PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman.
Menurut Manajer Kompetisi Djoko Driyono, pihaknya sudah mewaspadai kemungkinan adanya efek langsung dari meletusnya gunung ini. Dampak itu di antaranya adalah tidak dapat dilangsungkannya beberapa pertandingan yang melibatkan PSIM dan PSS di kandang mereka. Walau demikian, satu hal yang pasti adalah pertandingan-pertandingan home bagi PSIM dan PSS tersebut tidak akan ditunda.
PSIM yang berada di Wilayah I dan PSS di Wilayah II, sejauh ini sama-sama baru menjalani 18 pertandingan. Kedua kesebelasan masih memiliki sisa sembilan partai lagi, baik home maupun away. Untuk itu, BLI akan berupaya memindahkan laga bila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan tidak akan menunda laga kandang mereka.
Djoko menambahkan, meskipun aktivitas Gunung Merapi kemarin meningkat pesat, hal itu belum membuat BLI menetapkan status force majeur. Status itu baru akan ditetapkan jika Merapi sudah benar-benar meletus dan membuat situasi menjadi sangat tidak nyaman. Djoko sendiri tentu saja mengharapkan agar Merapi tidak benar-benar meletus dalam waktu dekat, sehingga tidak mengganggu kelancaran kompetisi Liga Indonesia 2006.
[ by : phery ]


